Oleh: Etik Warut, S.Pd, Guru SMP N 1 Langke Rembong Ruteng

PERKEMBANGAN teknologi menjadi hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan bukan lagi menjadi hal yang asing di era modern ini mulai dari kalangan anak-anak, orang dewasa sampai orangtua mampu memanfaatkan peralatan teknologi, bahkan hampir semua aktivitas manusia diselesaikan dengan cepat karena adanya peralatan teknologi.

Selain memudahkan pekerjaan, teknologi ini juga menjadi sarana mengekspresikan diri dan menuangkan berbagai kreatifitas.

Literasi Digital sebuah terobosan agar kaum perempuan berperan aktif dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain sesuai dengan kebutuhan.

Perkembangan teknologi di era global sangat penting, terlebih peran ganda perempuan dalam mendidik generasi penerus.

Kaum perempuan dituntut agar mampu mendidik serta mengontrol prilaku generasi penerus untuk memahami dan menghindari dampak buruk perkembangan teknologi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan generasi terlebih anak-anak dalam pembentukan karakter yang baik.

Perempuan dan teknologi dua hal yang erat kaitannya dalan era digital ini, perempuan dituntut untuk lebih berperan aktif mengingat potensi perempuan pada era ini sangat besar. Pada kenyataannya perempuan terkesan ada ketimpangan yang dianggap tidak mampu, karena itu perlu mendapat dukungan sesuai perkembangan teknologi sekarang untuk peningkatan sumber daya manusia.

Ketrampilan perempuan yang mampu mengakses teknologi Informasi dan komunikasi untuk pemberdayaan perempuan itu sendiri dalam hal peningkatan wawasan pengetahuan.

Peran perempuan dalam era digital tidak bisa lagi dipandang sebelah mata , hal ini terbukti dengan adanya founder startup dari kalangan perempuan Founder institute of Sosial Economic Digital (ISED).

Peran perempuan dengan Sumber Daya Manusia yang ada hendaknya mampu memanfaatkan alat komunikasi yang ada.

Menurut UNESCO 2011 literasi digital adalah kecakapan (life skills) yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi , tetapi melibatkan kemampuan dalam mengelola pembelajaran, bersosialisasi, berpikir kritis, kreatif serta inspiratif sebagai kompetensi digital.

Baca juga:  Waerebo Menjadi Catatan Penutup Panen Hasil Belajar Lokakarya 7 Guru Penggerak Kabupaten Manggarai

Dengan literasi digital, kaum perempuan akan terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan individu. Hasil dari literasi digital hendaknya perempuan mampu mencari dan memahami informasi, menambah kosa kata baru, kemampuan verbal, serta mampu membaca, merangkai kalimat, menulis informasi dan menyampaikan informasi dengan tepat.

Literasi digital merupakan sesuatu yang dibutuhkan di era informasi saat ini, agar perempuan bisa meningkatkan kemampuannya di dunia internet seperti pembuatan dan pengelolaan instagram, whatsapp dan media sosial lainnya.

Dalam literasi digital terdapat prinsip dasar seperti:

1. Memahami informasi yang beredar di media baik secara inplisit maupun eksplisit.

2. Saling ketergantungan antara media yang satu dengan lainnya.

3. Saling berbagi pesan atau informasi kepada masyarakat.

4. Memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami dan menyimpan informasi .

Dari segi fenomena sosial, kedudukan perempuan dalam berkiprah di keluarga, lingkungan kerja, masyarakat, selalu dipersoalkan dalam tatanan masyarakat, keadaan masyarakat yang menempatkan kedudukan posisi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan dalam segala aspek kehidupan sosial budaya dan ekonomi ( Pinem 2009).

Diskriminasi terhadap perempuan terjadi disebabkan oleh beberapa faktor , seperti masalah pendidikan, kesehatan, fisik, biologis, sosial kultural budaya, ada kesenjangan perlu kesetaraan gender.

Yang kompeten berdaya saing dan penguasaan teknologi diharapkan perempuan mampu berkreasi, inovasi dan membawa perubahan.

Peran perempuan di era literasi digital menempatkan perempuan SDM yang ada dan poenerapannya di literasi digital membuat perempuan jauh lebih baik dalam penggunaan teknologi yang tepat penggunaannya.

Untuk mendapatkan informasi terkini dan dibagikan dengan cepat dalam mengembangkan kemampuan penerapan teknologi Infomasi komunikasi sehari-hari, merasa tertarik dengan penggunaan alat teknologi dan diharapkan perempuan Indonesia dapat membangun pengetahuan baru dan berkomunikasi dengan orang lain lebih lancar, bekerja sama dengan lebih banyak orang dan pertemanan lebih banyak serta menginformasikan hal-hal positif yang bernilai edukatif.

Baca juga:  Waerebo Menjadi Catatan Penutup Panen Hasil Belajar Lokakarya 7 Guru Penggerak Kabupaten Manggarai

Program Literasi Digital Nasional

Belajar lebih cepat, dan efisien, memperoleh informasi terkini dengan cepat, penghematan kertas, bisa belajar otodidak dengan melihat petunjuk atau tutorial yang ada di google maupun internet, menyampaikan informasi melalui zoom atau webinar.

Dampak dari kegiatan ini, perempuan memperoleh pengetahuan yang baru yang bersumber dari berbagai media social. Perempuan harus menjadi penggerak dalam meningkatkan literasi digital.

Peran perempuan dalam literasi digital sebagai obor penerang yang berperan ganda, ibu rumah tangga dan wanita karier yang sangat komplek khusus dalam membina, mendidik anak, memantau aktifitas anak dan tumbuh kembang anak yang fokus perhatian,kadang penggunaan teknologi tidak diimbangi dengan kemampuan literasi digital.

Hal ini menjadi persoalan dan literasi digital mampu dibagi .

Dalam perjalanan bagaimana peranan perempuan memang ada tantangan, ada kesenjangan, kualitas SDM.

Untuk memanfaatkan teknologi,menggunakan media digital perlu di dukung dengan fasilitas yang memadai sehingga aktif dalam menggunakan media digital.

Pemerintah juga mendukung dalam hal ini peran ganda perempuan, seperti gerakan literasi digital dalam rumah tangga, keluarga , dengan teknologi yang ada mampu memahami dan menggunakan dalam berbagai aktivitas seperti, membaca , menulis, menghitung, budaya literasi merlibatkan perempuan di dalamnya, perempuan bijak tidak menyombongkan kelebihan diri dalam hal pengambilan kebijakan terlebih dalam pemanfatan literasi digital yang menggunakan alat teknologi.

Menyadari bahwa peningkatan lliterasi digital pada intinya melibatkan beberapa komponen, dan keterlibatan perempuan di daalamnya untuk mengembangkan dan meningkat literasi hal ini perempuan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan mengurangi hal-hal yang negative, dan dari diri perempuan juga yang berwibawa dalam menyampaikan informasi.

Baca juga:  Waerebo Menjadi Catatan Penutup Panen Hasil Belajar Lokakarya 7 Guru Penggerak Kabupaten Manggarai

Dalam mengakses informasi yang sangat dibutuhkan benar adalah literasi digital melalui belajar secara mandiri dan seorang perempuan bagaikan pelita penerang untuk belajar dan terus belajar khusus dengan alat teknologi yang ada.

Perempuan punya potensi untuk merubah diri, berkembang, berkompeten, menghasilkan sesuatu yang baru dan perempuan membawa sebuah perubahan, walaupun ada pandangan hanya segelintir kaum perempuan pada level tertentu jarang perempuan terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan.

Cepat dan pasti perempuan Indonesia mulai memberikan peran dan kontribusinya dalam pertumbuhan literasi digitan, peran ibu dan perempuan pertama dan utama, karena itu pemberdayaan kepada perempuan perlu ada dukungan dan beri ruang waktu untuk mendalam bidang apapun baik pendidikan terhadap anak maupun di bidang ekonomi,semuanya bertumbuh kembang berkat perjuangan Kartini, berkomitmen, maju dan eksis terus.

Potensi inilah mampu menunjukan peran serta perempuan di era digital terlebih untuk mendukung literasi digital Nasional.

Perempuan memiliki kesempatan yang luas dalam melaksanakan kegiatan literasi. Namun kegiatan literasi perlu ada dorongan yang kuat dari diri sendiri untuk dikembangkan. Dari keinginan dan usaha itu, perempuan akan bisa karena biasa , menjadikan perempuan yang cerdas memperkaya diri dengan ilmu literasi digital.

Mari meningkatkan dan menyukseskan literasi digital.

Perempuan hebat, mantapkan literasi digital, anak-anak cemerlang.(***)