KUPANG, NTT PEMBARUAN. com- Pemilik dan Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Karang Dempel (KD) Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengaku belum ada sosialisasi dari pemerintah kota (Pemkot) Kupang terkait wacana penutupan lokalisasi yang mereka tempati.
“Kami belum tahu soal penutupan itu, karena belum ada sosialisasi dari Pemkot Kupang ke sini. Kami hanya membaca melalui media massa bahwa ada wacana penutupan lokalisasi KD, tetapi secara resmi dari Pemkot Kupang belum datang sosialisasi ke sini,” kata Ani Citro, salah satu pemilik Blok Citro KD yang juga Dewan Organisasi Perubahan Seluruh Indonesia (OPSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada wartawan di Lokasi KD, belum lama ini.
“Kami keberatan jika wacana itu benar-benar terlaksana di kemudian hari. Kita hanya kasihan anak-anak (para PSK,red) kehilangan mata pencaharian. Sebab, PSK juga suatu pekerjaan bagi mereka,”tandasnya.
Jumlah PSK yang ada di KD sekarang ini sekitar 300-an orang. “Kita berusaha semaksiamal mungkin supaya lokalisasi KD tidak ditutup. Kalau usaha kita ditutup, kita mau kemana lagi,” tanya Ani.
Menurut dia, keberadaan KD selama ini ikut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang berupa membayar kontribusi sebesar Rp 4 juta per triwulan untuk 4 blok. Sedangkan dari sisi kesehatan, sejak awal terbentuknya lokalisasi ini sudah ada kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang melalui Puskesmas terdekat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para PSK dari setiap bulan sekali menjadi tiga bulan sekali. Selain itu, ada pendampingan dari Yayasan Tanpa Batas (YTB) Kupang, dan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA). (ade)



