Categories Daerah

Wagub NTT Dorong Peningkatan PAD dan Kepastian Status Lahan

KALABAHI, NTT PEMBARUAN.id – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mendorong UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Alor untuk melakukan berbagai inovasi dan terobosan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kehutanan.

Hal itu disampaikan Wagub Asadoma saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD KPH Kabupaten Alor, Senin (22/6/2026)

Wagub Asadoma

diterima oleh Plt. Kepala KPH Kabupaten Alor, Arly Marthen Ketty bersama seluruh jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur menerima pemaparan mengenai kondisi pengelolaan kawasan hutan di Kabupaten Alor

yang mencakup sekitar 105 ribu hektare terdiri atas hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi terbatas, serta taman wisata alam.

Plt. Kepala KPH Kabupaten Alor, Arly Marthen Ketty menjelaskan, sumber PAD saat ini berasal dari hasil hutan bukan kayu, antara lain porang, kunyit kering, kemiri, serta jasa perhitungan spasial untuk wilayah di luar kawasan hutan.

“Sejumlah kendala yang masih dihadapi, seperti belum optimalnya pungutan terhadap pelaku usaha serta menurunnya harga beberapa komoditas hasil hutan yang berdampak pada penerimaan daerah,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan PAD, Wakil Gubernur NTT menyoroti persoalan sertifikasi lahan yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Alor. Menurutnya, masih terdapat kawasan hutan maupun lahan milik masyarakat yang belum memiliki sertifikat sehingga membutuhkan pendataan dan penanganan yang lebih serius.

Ia meminta UPTD KPH untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna mempercepat proses sertifikasi lahan.

Kepastian legalitas lahan dinilai penting untuk memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat sekaligus mendukung tata kelola kawasan hutan yang lebih baik.

“Koordinasi dengan BPN harus terus diperkuat agar persoalan sertifikasi lahan dapat diselesaikan secara bertahap. Kepastian hukum atas lahan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung pengelolaan kawasan hutan yang lebih tertib,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub Johni juga meminta seluruh permasalahan yang dihadapi UPTD KPH didokumentasikan dan dilaporkan secara rinci, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasinya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan dana yang telah masuk ke kas daerah secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Ia mengingatkan seluruh ASN agar terus menjaga disiplin kerja, meningkatkan kreativitas, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, berbagai komoditas hasil hutan bukan kayu seperti kemiri, pinang iris kering, dan komoditas unggulan lainnya masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri arahannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran UPTD KPH Kabupaten Alor. Ia berharap realisasi PAD terus meningkat hingga mencapai minimal 75 persen dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran. Teruslah bekerja dengan semangat, disiplin, kreatif, dan inovatif agar potensi kehutanan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (red/*)

 

 

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya