KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena beraudiens dengan Kepala Kantor SAR (Basarnas) Kelas A Kupang, Mexianus Bekabel, S.Sos, M.M bersama jajaran di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis (6/3/2025) malam.
Pada pertemuan itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Mexianus Bikabel menyatakan siap berkolaborasi dan menyukseskan berbagai program Pemerintah Provinsi NTT.
Tugas dan fungsi Basarnas Kupang sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan.
“Suatu kehormatan saya bisa berada di sini. Pertama, saya ingin ucapkan selamat atas dilantiknya Bapak Melki sebagai Gubernur NTT bersama Bapak Johni Asadoma sebagai Wagub yang baru. Kehadiran kami di sini selalu siap sedia untuk berkolaborasi bersama jajaran Pemprov NTT dalam menyukseskan setiap program-program pembangunan,” ucap Mexianus Bekabel.
“Bersama jajaran TNI, Polri, BMKG, BPBD serta semua unsur terkait kami akan membangun sinergitas dalam pelaksanaan tugas kami melayani masyarakat NTT. Tantangan yang semakin kompleks ketika terjadinya situasi bencana baik di darat dan perairan menjadi atensi kami dalam meningkatkan kualitas layanan pencarian dan pertolongan, termasuk pemanfaatan teknologi terbaru yang mendukung operasi SAR di wilayah NTT,” ungkap putra Alor tersebut.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi peran dan fungsi Basarnas Kupang selama ini.
Kehadiran SAR Kupang harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Terima kasih atas kedatangannya. Pemahaman terkait bencana, apapun itu harus jadi pemahaman masyarakat NTT secara keseluruhan. Oleh karena itu, berbagai sosialisasi dalam bentuk apapun harus masif untuk dirumuskan dan diinformasikan, agar masyarakat tahu dan dapat mengerti bagaimana mengantisipasi terjadinya bencana,” ucap Gubernur Melki.
Gubernur menekankan pentingnya Basarnas Kupang menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk optimalisasi operasi dan pelayanan SAR di berbagai wilayah di NTT, khususnya di Kupang.
Secara khusus Gubernur NTT menaruh perhatian terhadap sebaran habitat buaya air asin di perairan laut Kupang dan sekitarnya dimana hal tersebut sangat mengancam keselamatan masyarakat, nelayan, para petani rumput laut dan garam yang kebanyakan tinggal dan beraktivitas / bekerja di sekitar perairan laut dan muara.
“Koordinasi dan komunikasi Basarnas bersama masyarakat yang tinggal dekat habitat buaya harus terus dibangun.
“Kita tahu di Kupang dan di Timor sini sudah banyak kejadian korban dari keganasan buaya bahkan meninggal dunia karena diterkam dan dimakan buaya, yang selamatpun biasanya cacat. Oleh sebab itu, peran Basarnas terkait hal ini juga menjadi penting,” urainya. Upaya-upaya pencegahan menjadi strategi dalam meminimalisir terjadinya kejadian ini. (red/*)



