Categories Humaniora

Wagub NTT Hadiri Wisuda UCB

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Program Sarjana dan Profesi Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Citra Bangsa (UCB) yang berlangsung di Hotel Harper, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur NTT pada momentum akademik tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap dunia pendidikan tinggi sekaligus apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan memperoleh gelar akademik maupun profesi.

Rapat Senat Terbuka Luar Biasa tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UCB, Wakil Bupati Kupang, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV, civitas akademika, unsur Forkopimda NTT, Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT, para orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah undangan.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan serta keluarga yang telah memberikan dukungan selama para mahasiswa menjalani proses pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan proficiat dan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar akademik. Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi merupakan awal untuk memasuki tahapan kehidupan yang lebih luas. Karena itu, saya berpesan kepada seluruh wisudawan untuk terus belajar, bekerja keras, disiplin dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan,” ungkap Wagub Johni Asadoma.

Wagub Johni menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan maupun gelar akademik, tetapi juga oleh ketekunan, kedisiplinan dan kemauan untuk terus berjuang.

Menurutnya, perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu mudah. Setiap orang akan menghadapi tantangan, kegagalan maupun berbagai keterbatasan. Namun, mereka yang mampu bertahan, terus berusaha dan konsisten menjalankan proses dengan disiplin akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai tujuan yang diimpikan.

“Jadi, kebahagiaan dan kebanggaan ini jangan berlarut lama-lama. Karena sekarang anda harus melangkah lagi di tengah realita kehidupan yang tidak mudah dan dinamika global yang kompleks. Dan kesuksesan hanya dimiliki oleh mereka yang tidak pernah menyerah, adaptif dan mereka yang mampu menjaga disiplin dalam setiap proses. Jangan takut gagal. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman untuk bangkit dan menjadi lebih baik lagi,” tegas Wagub Johni.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur NTT juga menekankan dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Hard skill berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan teknis sesuai bidang keilmuan, sedangkan soft skill mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, memimpin, berpikir kritis, serta memiliki etika dan integritas.

“Para lulusan jangan berhenti belajar setelah menerima ijazah. Dunia terus berubah dan kebutuhan dunia kerja juga berkembang. Karena itu, teruslah mengembangkan hard skill sekaligus soft skill agar mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik di tempat kerja,” ujar Wakil Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan teknis menjadi fondasi penting bagi seseorang untuk menjalankan pekerjaan sesuai bidangnya. Namun, kemampuan tersebut perlu didukung dengan karakter dan keterampilan interpersonal yang baik.

“Orang yang memiliki kemampuan teknis yang baik harus mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, menghargai orang lain, memiliki disiplin dan tanggung jawab. Inilah yang membuat seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam dunia kerja,” katanya.

Wakil Gubernur juga mendorong para lulusan untuk memiliki kemauan belajar sepanjang hayat. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan di tengah kehidupan masyarakat menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang telah dimiliki.

“Jadilah pembelajar seumur hidup. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu pengetahuan selalu berkembang. Wajib luangkan waktu membaca buku tiap hari, karena mereka yang membaca buku akan punya masa depan cerah,” tegas Wagub.

Dalam momentum tersebut, Wakil Gubernur juga mengajak para lulusan Universitas Citra Bangsa untuk tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah, khususnya Provinsi NTT.

Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan.

“Ilmu yang saudara-saudari peroleh harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadilah generasi yang mampu menciptakan peluang, membuka lapangan kerja, berinovasi dan mengambil bagian dalam pembangunan NTT,” katanya.

Kepada Universitas Citra Bangsa, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas kontribusi lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak sumber daya manusia di NTT.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perubahan zaman dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes dalam sambutannya , menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi merupakan momentum untuk mempersembahkan lulusan-lulusan terbaik yang siap mengabdikan ilmu dan kompetensinya di tengah masyarakat.

“Wisuda hari ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik Universitas Citra Bangsa untuk mempersembahkan lulusan-lulusan terbaik. Mereka diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat NTT,” ungkap Rektor.

Rektor UCB menegaskan bahwa tantangan pembangunan di NTT masih membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional dan memiliki semangat pengabdian. Berbagai persoalan seperti tingginya angka kematian ibu dan anak, stunting, keterbatasan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta berbagai persoalan sosial lainnya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk lulusan perguruan tinggi.

Karena itu, para lulusan UCB diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan untuk memberikan solusi dan pelayanan yang nyata bagi masyarakat.

“NTT masih menghadapi berbagai tantangan. Masih ada persoalan kematian ibu dan anak, stunting, kualitas sumber daya manusia, akses pelayanan kesehatan dan persoalan sosial lainnya. Ini menjadi panggilan bagi kita semua, terutama para lulusan, untuk hadir memberikan kontribusi sesuai kompetensi masing-masing,” katanya.

Menurut Rektor, lulusan dari berbagai program studi memiliki ruang pengabdian yang luas. Lulusan bidang kesehatan dapat mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sementara lulusan bidang lainnya dapat berkontribusi melalui pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, teknologi, maupun bidang-bidang strategis lainnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) Ir. Abraham Paul Liyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Citra Bangsa untuk mendidik putra-putri mereka.

Paul Liyanto menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan para orang tua merupakan amanah besar bagi yayasan dan UCB. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pengelola dan sivitas akademika untuk terus memberikan pendidikan yang berkualitas serta membentuk lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Atas nama Yayasan Citra Bina Insan Mandiri, saya menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di Universitas Citra Bangsa. Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus kami jaga dan kami pertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Menurutnya, keputusan orang tua untuk mempercayakan pendidikan anak kepada sebuah perguruan tinggi bukan hanya berkaitan dengan proses akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas dan kesiapan anak menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Karena itu, Abraham menegaskan bahwa UCB bersama YCBIM terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Tidak lupa, Abraham juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan dan perkembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YCBIM.

Abraham mengatakan, dukungan pemerintah daerah dan LLDikti telah menjadi bagian penting dalam perjalanan UCB sejak awal berdiri hingga saat ini. Sinergi dan pendampingan dari berbagai pihak tersebut turut mendorong lembaga untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTT, serta pemerintah kabupaten/kota se-NTT dan juga LLDikti yang sejak awal terus memberikan dukungan kepada kami. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kami sehingga lembaga ini dapat terus bertumbuh dan berkembang hingga hari ini,” ujar Abraham.

Menurut Abraham, perkembangan sebuah lembaga pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Karena itu, ia menyampaikan penghargaan atas sinergi dan dukungan yang telah diberikan selama perjalanan UCB. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi YCBIM dan UCB untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

“Perjalanan ini tentu tidak mudah. Tetapi dengan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, kami dapat terus melangkah dan melakukan pengembangan. Kami menyadari bahwa masih banyak yang harus kami lakukan ke depan,” katanya.

Abraham menegaskan bahwa YCBIM bersama UCB akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi serta karakter yang dibutuhkan masyarakat.

Momentum wisuda tersebut diharapkan menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengambil bagian dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Sebagai informasi, dalam momentum wisuda tersebut, total terdapat 545 wisudawan dan wisudawati, yang terdiri dari lulusan berbagai program Sarjana (S1) dan Program Profesi, dengan rincian sebagai berikut:

1. S1 Keperawatan: 129 orang

2. S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD): 104 orang

3. S1 Pendidikan Informatika: 19 orang

4. S1 Pendidikan Bahasa Inggris: 3 orang

5. S1 Bisnis Digital: 18 orang

6. S1 Teknik Informatika: 28 orang

7. S1 Arsitektur: 18 orang

8. S1 Teknik Sipil: 7 orang

9. S1 Kebidanan: 32 orang

10. S1 Farmasi: 166 orang

11. Program Profesi Ners: 21 orang

(red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya