KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Bangunan Penggantian Jembatan Oesapa Besar di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan beton prestressed (pra tekan).
“Jadi, konstruksinya sama dengan Jembatan Petuk 1,2 dan 3,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satker Wilayah I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Paul Hugo,S.T,M.T kepada wartawan di Kupang, Jumat (25/9/2026).
Pembangunan Penggantian Jembatan Oesapa Besar, kata Paul, dikerjakan secara multi years dengan waktu pelaksanaannya 540 hari kalender, terhitung sejak 26 Juni 2026 sampai dengan 31 Desember 2027.
Ia menyebutkan, pada Tahun 2026 ini fokus pada pembangunan jembatan sementara atau jembatan detour dengan anggaran tahun pertama sebesar Rp 25 miliar.
Sedangkan, untuk pembongkaran rangka jembatan lama yang semulanya direncanakan Oktober 2026 kemudian ditunda setelah tahun baru awal Januari 2027.
Penundaan pembongkaran jembatan lama itu, menurut dia, atas permintaan berbagai pihak termasuk masyarakat supaya tidak mengganggu arus transportasi saat perayaan natal dan tahun baru.
Untuk pembangunan jembatan darurat, ia target tuntas Desember 2026.
Jembatan yang dibangun baru nanti,lanjut dia, lebarnya 14 meter dari sebelumnya hanya 7 meter dengan panjan 100 meter.
Seperti yang tercantum di papan informasi proyek nilai kontrak pekerjaan tersebut sebesar Rp 66.485.338.000 bersumber dari APBN 2026 dan 2027.
Dari nilai proyek itu, tahun ini dianggarkan Rp 25 miliar dengan progres fisik saat ini sudah 14 persen dan tahun depan dianggarkan sebesar Rp 41 miliar lebih.
Proyek ini dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT.Selosari dengan Konsultan Supervisi PT.Global Profex Sinergy kerjasama dengan PT.Winsolusi Konsultan dan PT.Citra Diecona.(red)




