KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) menargetkan akhir Tahun 2024 kemantapan Jalan Nasional di NTT mencapai 96,06 persen.
“Target utama kami adalah meningkatkan kemantapan Jalan Nasional di NTT hingga 96,06 persen pada akhir Tahun 2024, naik dari kondisi saat ini yang berada di 94,97 persen,” kata Kepala BPJN Provinsi NTT, Agustinus Junianto, S.T,M.T kepada wartawan di Aula BPJN NTT, Jumat (18/10/2024).
Agustinus menyebutkan, panjang Jalan Nasional di NTT 2.153 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,247 Triliun.
Jumlah itu tersebar di Satker PJN Wilayah I, Satker PJN Wilayah II, Satker PJN Wilayah III dan Satker PJN Wilayah IV.
Kata Junianto, anggaran Rp 1,247 Triliun itu untuk menyelesaikan 127 paket pekerjaan termasuk paket pengawasan.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan jembatan di NTT dengan total panjang 13.000 meter diharapkan mencapai kemantapan 82,74 persen pada Tahun 2024.
Sementara, progres fisik proyek-proyek di BPJN NTT Tahun 2024 saat ini sudah mencapai 79,6 persen dengan realisasi keuangan sebesar 69,39 persen.
Dari 34 BPJN di Indonesia, kata Agustinus, NTT menempati urutan ke-8 dalam progres fisik pembangunan infrastruktur.
Proyek Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) Tahun 2023 di NTT sudah rampung 100 persen.
Saat ini, BPJN NTT fokus pada penyelesaian Jembatan Liliba di Kota Kupang.
Pada Tahun 2023, lanjut beliau, proyek Jalan Daerah (IJD) di Nusa Tenggara Timur telah selesai dengan total 27 paket pekerjaan tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT dengan total anggarannya sebesar Rp 337 miliar.
Untuk Tahun 2024, BPJN merencanakan 12 paket pekerjaan sebesar Rp 330 miliar, namun tidak semua proyek dapat diakomodir karena keterbatasan dana, tukasnya.
Salah satu proyek prioritas BPJN NTT saat ini, ujar beliau, adalah Jembatan Liliba yang progres fisiknya saat ini sudah mencapai 90 persen.
Proyek ini tinggal menunggu tahap finishing dan pengecoran.
Agustinus juga menegaskan, meskipun NTT masih menghadapi keterbatasan anggaran, tapi progres infrastruktur di wilayah ini lebih baik dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Indonesia.
“NTT masih dianggap lebih baik dibanding beberapa daerah lain dalam hal pembangunan infrastruktur,” ujar Agustinus.
BPJN NTT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT, pungkasnya.
Hadir saat itu, Kasie Pembangunan BPJN NTT, Ketsia A.S Lanoe, S.T,M.T, Kasie Perencanaan BPJN NTT, Andria, S.T M.T, Kasatker PJN Wilayah I NTT, Azhari, S.T,M.T dan PPK 1.1 Satker PJN Wilayah I NTT, Paul Hugo Zakarias, S.T,M.T (red)



