BUDAYA gotong royong terus dilestarikan oleh masyarakat Kampung Lana, Desa Wewa, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gotong royong adalah kegiatan yang bersifat sukarela dan dilakukan secara bersama–sama supaya kegiatan yang dikerjakan bisa berjalan dengan lancar, mudah dan ringan.
Semangat gotong royong juga termasuk pengamalan nilai sila ke-5 Pancasila, yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Semangat gotong royong itulah yang terus dihidupkan oleh Kepala Desa Wewa, Samuel Reja kepada masyarakatnya.
Karena semangatnya itulah, Samuel tidak hanya dipercayakan oleh masyarakat untuk memimpin di desanya, tetapi juga di kampung halamannya, tempat ia dilahirkan juga dipercayakan oleh masyarakatnya menjadi Ketua Panitia Pembangunan Rumah Gendang Lana.
Kepercayaan masyarakat itu, ia buktikan lewat kerja nyata bukan sekedar retorika atau hanya berteriak dibalik layar.
Darah gotong royongnya, ia tunjukan lewat kepanitiaannya dengan merangkul seluruh masyarakat di kampungnya untuk bekerja secara gotong royong.
Landasan berpikir gotong royong itulah, segala perjuangannya selalu membuahkan hasil yang maksimal.
Salah satu contohnya, pembangunan rumah Gendang Lana yang dimotorinya bisa diselesaikan dalam tempo 3 bulan.
Untuk pembangunan rumah gendang itu, warga kampung dan pemilik lahan yang berada di sekitar wilayah perkampungan Lana memberi sumbangan secara patungan dengan dana yang terkumpul sebesar Rp 75 juta dari total anggaran pembangunan sebesar Rp 150 juta.

Untuk mencapai pagu anggaran itu, ia bersama tim panitianya berusaha sekuat tenaga, siang dan malam mencari dana tambahan untuk pembangunan rumah gendangnya yang hampir rampung 100 persen saat ini.
“Kami targetkan, Kamis, 7 Oktober 2021 pembangunan rumah gendang ini sudah rampung 100 persen,” tukasnya.
Menurut rencana, tanggal 11 Oktober 2021 dilakukan acara ritual adat pemindahan rumah gendang dari lokasi yang lama ke rumah gendang baru yang sudah selesai dibangun saat ini.
Pemindahan rumah gendang itu ditandai dengan peresmian atau dalam Bahasa Manggarai disebut We’e Mbaru Gendang Weru. Acara We’e Mbaru Gendang Weru itu disatukan dengan penyerahan kunci rumah gendang baru dari Ketua Panitia kepada Tua Adat Gendang Lana sekaligus pembubaran panitia.
Dalam kepanitiaannya, ia tidak saja terfokus pada pembangunan rumah gendang, tapi juga pembangunan compang dan pembukaan jalan baru sepanjang kurang lebih 300 meter dari Gendang Lana menuju Wae Barong di Watu Tewuk yang merupakan satu paket dengan rumah gendang.
Pengerjaan jalan itu, mereka selesai dalam waktu 2 hari sejak Jumat, 1 Oktober 2021 hingga Sabtu, 2 Oktober 2021.
Direncanakan, Tahun 2022 mendatang jalan itu akan dibangun rabat bersumber dari dana desa setempat.
Untuk pembangunan compang dan pembukaan jalan baru semuanya dilakukan dengan cara gotong royong.
Masyarakat yang mengerjakannya juga sangat antusias karena semuanya untuk kepentingan umum. (red)



