LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id- Kepala Proyek (Kepro) PT. Sampurna Jaya Group, Topik Suprapto berjanji, Selasa, 5 Oktober 2021, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat soal kesepakatan untuk sistem buka tutup pembangunan rehablitasi jaringan irigasi Wuncung, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
“Rencana sosialisasi itu, saya sudah sampaikan kepada Kepala Desa Wewa, Samuel Reja hari Kamis, 30 September 2021 lalu, dan Kades sendiri sudah menyiapkan tempat sosialisasinya di kantor desa setempat,” kata Topik menjawab media ini via telepon selulernya, Sabtu (2/10/2021).
Agenda sosialisasinya terkait kesepakatan bersama soal sistem buka tutup pada saat pengerjaan di lapangan nanti.
“Menurut informasi yang kami peroleh dari Kades Wewa, Samuel Reja ada sejumlah warga yang memiliki kolam ikan yang airnya bersumber dari jaringan irigasi Wuncung. Para pemilik kolam ikan itu minta, saat pengerjaan nanti tidak boleh dilakukan penutupan total. Karena itu, dalam sosialisasi nanti, kita perlu sepakati bersama soal durasi waktu penutupan dan buka. Apakah kita sepakat penutupannya 4 hari untuk pengerjaan jaringan irigasi dan 2 hari buka air,” urai Topik.
Karena itu, mereka yang hadir saat sosialisasi nanti adalah para pemilik lahan areal persawahan, para pemilik kolam ikan, tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat.Setelah itu disepakati akan dilanjutkan dengan pembangunan di lapangan.
Saat ini, kata Topik, sebagian material seperti pasir sudah turun di lokasi dan siap untuk dikerjakan bulan ini.”Untuk jaringan irigasi Wuncung, kita hanya kerja sepanjang 300 meter, tepatnya di daerah longsor. Kalau mengacu pada kontrak, pekerjaan itu akan berakhir tanggal 22 Februari 2022 mendatang. Tetapi, kami targetkan dalam tempo satu bulan sudah tuntas 100 persen,” tandasnya.
Kendala utama yang dihadapinya, akses keluar masuk pendropingan material mengalami kesulitan karena belum dibuka jalan inspeksi di sepanjang jaringan irigasi tersebut, sehingga semuanya menggunakan kerja manual.
Ia menjelaskan, pembangunan rehablitasi jaringan irigasi Wuncung merupakan salah satu lokasi dari 5 lokasi yang tergabung dalam satu paket rehablitasi jaringan irigasi Lembor yang dikerjakan PT. Sampurna Jaya Group tahun ini.Empat lokasi lainnya, yakni pembangunan rehablitasi jaringan irigasi Wae Lombur, Wae Sesap, Wae Sele dan Wae Kanta.Secara komulatif menurut perhitungan Topik, progres fisiknya saat ini sudah mencapai 65 persen dari target 60 persen atau mengalami deviasi/percepatan 4,9 persen.
Sementara realisasi keuangannya, lanjut dia, baru termin pertama sebesar 16 persen, dan lebih banyak menggunakan modal sendiri.
Secara terpisah, Kepala Desa Wewa, Samuel Reja kepada media ini, Minggu (3/10/2021) mengaku, dirinya sudah bertemu dengan Kepro PT. Sampurna Jaya Group, Topik Suprapto untuk dilakukan sosialisasi di Kantor Desa Wewa di Paje, pada hari Selasa, 5 Oktober 2021 mendatang.
Prinsipnya, kata Samuel, masyarakat setuju untuk menerapkan sistem buka tutup pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi Wuncung.
“Kalau tutup total memang tidak bisa. Kasihan juga masyarakat yang memiliki kolam ikan dan lahan persawahan yang sumber airnya dari jaringan irigasi Wuncung. Jadi, sebaiknya kita tutup air selama 4 hari untuk bekerja dan buka 2 hari untuk mengairi persawahan dan kolam ikan milik warga setempat,” pinta Samuel.
Sementara di lapangan, Samuel melihat sudah mulai pendropingan material seperti pasir.”
Mudah-mudahan, setelah sosialisasi nanti action di lapangan. Apa lagi saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga harus kejar waktu,” tuturnya.
Untuk mempermudah akses masuk, lanjutnya lagi, perlu dibuka jalan inspeksi sepanjang jaringan irigasi itu dengan lebar jalan minimal 5 meter.
Menurut dia, masyarakat rela menyerahkan lahannya untuk membuka jalan inspeksi tersebut karena itu sangat menguntungkan mereka ke depan.
Kata Samuel, hampir keseluruhan jaringan irigasi Wuncung atau sepanjang kurang lebih 8 kilo meter itu rusak parah, baik di lantai dasar maupun pinggir kiri kanan temboknya.
Begitu juga pintu airnya hampir semuanya dalam kondisi rusak parah karena termakan usia, sehingga perlu dibangun baru.Karena itu, ia berharap, rehablitasi pemeliharaan jaringan irigasi Wuncung ini tidak cukup hanya 300 meter saja, tetapi harus direhab secara keseluruhan mulai dari hulu hingga hilirnya. (red)



