Kata “hamba” dalam melayani siswa berarti meneladani kerendahan hati dan ketulusan tanpa pamrih.
Ini adalah panggilan untuk menempatkan kebutuhan siswa di atas kepentingan pribadi, melayani dengan cinta kasih, dan membimbing mereka dengan sabar demi perkembangan masa depan anak-anak.
Melayani siswa dengan “hati seorang hamba” mencakup beberapa prinsip utama, yakni mengabdi dengan tulus tanpa pamrih.
Mengabdi sepenuhnya untuk pertumbuhan siswa secara akademis maupun karakter, memahami keunikan dan latar belakang setiap siswa untuk memberikan bimbingan yang tepat.
Menjadi teladan melalui perbuatan baik, kejujuran, dan konsistensi, sehingga siswa dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.
Seseorang yang disebut “hamba” mengabdi kepada tuannya, apapun konsekuensi yang harus diterima.
Filosofi itulah yang diterapkan Kepala SMK Negeri 2 Kupang, Hebner Dakabesy dalam melayani siswa di sekolahnya.
“Kita datang sebagai hamba. Yang namanya “hamba” akan terus bekerja untuk menyukakan hati tuannya. Tuannya adalah siswa. Artinya, sebagai “hamba” kita datang lebih awal dan pulang terakhir. Yang namanya “hamba” itu, dia akan bangun lebih duluan. Kemudian, di saat tuannya sudah tidur, dia masih bekerja. Itulah fisofi pelayanan yang saya sampaikan ke teman-teman guru. Kita bersyukur anak-anak mau bersekolah di lembaga ini. Dan’ rasa syukur itu, kita wujudkan dalam pelayanan yang baik,” urai Hebner.
“Kami akan mendidik mereka (siswa,red) seperti anak-anak kami sendiri di rumah.
Namun demikian, di rumah anak-anak bersama orangtua.

Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan orangtua dalam mengimplementasikan Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat.
Orangtua juga mendorong belajar anak-anak di rumah, sehingga proses belajar anak-anak ini menjadi tanggungjawab bersama,” ujarnya.
Tahun ini, jumlah siswa kelas X yang mendaftar di sekolahnya sebanyak 641 peserta didik tersebar di 11 program keahlian.
Sementara kelas XI berjumlah 595 siswa dan kelas XI sebanyak 565 siswa, totalnya 1.801 siswa.
Jumlah itu akan didampingi 154 orang guru, ada guru mata pelajaran umum dan ada guru mata pelajaran kejuruan yang tersebar di 11 program keahlian didukung 34 orang tenaga kependidikan. (red)




