LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id– PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores terus mengupayakan pembangunan jaringan listrik perdesaan (Lisdes) di wilayah Flores.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, PLN UP2K Flores melakukan koordinasi dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Labuan Bajo, Pieter Dethan, terkait proses perizinan pembangunan jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, Senin (22/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pembangunan jaringan listrik menuju Dusun Nanu dan Pasat di Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, serta Desa Bari di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat.
Sebagian rute jaringan yang direncanakan berada dalam kawasan hutan sehingga memerlukan koordinasi dan pemenuhan aspek perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, KPH Labuan Bajo, Pieter Dethan menyampaikan bahwa pembangunan listrik desa pada lokasi terdampak dapat berjalan paralel dengan proses penyelesaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan menunggu penandatanganan pihak berwenang.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan, akan dilakukan survei lapangan guna memastikan titik-titik pekerjaan yang berada dalam kawasan hutan.
Sebagai tindak lanjut, survei lapangan untuk Dusun Nanu dan Pasat akan dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) bersama tim PLN, KPH Labuan Bajo, dan Polisi Kehutanan.
Sementara itu, survei untuk Desa Bari dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan lanjutan di lapangan.
Untuk melistriki Dusun Nanu dan Pasat, PLN merencanakan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6,57 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 7,85 kms, serta 2 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 100 kVA yang akan melayani 198 calon pelanggan.
Adapun pembangunan jaringan listrik di Desa Bari mencakup JTM sepanjang 13,51 kms, JTR sepanjang 11,60 kms, serta 3 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 150 kVA untuk melayani 588 calon pelanggan.
Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, mengatakan bahwa sinergi dengan KPH Labuan Bajo menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan kelistrikan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan kolaborasi yang terjalin dengan KPH Labuan Bajo. Survei lapangan yang dilakukan bersama merupakan tahapan penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai regulasi dan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat. PLN berkomitmen menghadirkan listrik hingga ke pelosok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Reza.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa percepatan pembangunan listrik desa merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
“PLN terus berupaya memperluas akses listrik hingga ke seluruh pelosok NTT, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan administratif seperti kawasan yang berbatasan dengan hutan. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat segera terealisasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat listrik untuk mendukung pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujar Eko.
Sementara itu, Kepala KPH Labuan Bajo, Pieter Dethan, menyatakan dukungannya terhadap upaya PLN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan dan pengelolaan kawasan hutan sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami mendukung upaya PLN untuk meningkatkan akses listrik bagi masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan regulasi kehutanan yang berlaku. Oleh karena itu, survei lapangan perlu dilakukan untuk memastikan titik-titik pekerjaan yang berada dalam kawasan hutan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Pieter.
Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah, KPH Labuan Bajo, dan para pemangku kepentingan terkait, PLN optimistis pembangunan jaringan listrik perdesaan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat dapat segera terealisasi. Kehadiran listrik bagi 786 calon pelanggan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan di wilayah Flores. (red/*)



