Categories Ekbis

Dari Kupang, Gubernur NTT Hadiri Peluncuran 80.081 KDMP Via Daring

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri pelucuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tingkat Nasional secara daring dari KDMP Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Peresmian 80.081 KDMP Tingkat Nasional termasuk KDMP Desa Penfui Timur di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT itu diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prabowo dari KDMP Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Hadir mendampingi Gubernur NTT saat itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes dan Plt Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega.

Acara peluncuran 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu disatukan dengan Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78.

Acara ini diikuti pula oleh 38 gubernur se-Indonesia, para bupati/walikota dan ribuan kepala desa dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Peluncuran koperasi ini menandai tonggak baru gerakan ekonomi rakyat yang modern, digital, dan berdikari.

Presiden Prabowo secara langsung meresmikan kelembagaan koperasi tersebut, yang digagas sebagai solusi konkret dalam memperkuat ekonomi desa serta memotong mata rantai ketimpangan distribusi barang dan jasa dari sembako hingga pupuk, dari layanan apotek hingga logistik desa.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan, koperasi adalah alat bagi rakyat kecil untuk bangkit.

“Koperasi adalah alatnya orang lemah, tapi jika disatukan seperti lidi, akan menjadi kekuatan besar,” tandasnya.

Kata Presiden Prabowo, walau Indonesia sudah merdeka secara politik dan hukum, namun belum secara ekonomi.

“Kita punya DPR, MPR, Gubernur, Menteri, tapi rakyat kita masih ada yang lapar. Kita belum merdeka,” ujarnya.

KDMP hadir sebagai bentuk nyata dari semangat kemandirian dan gotong royong untuk mewujudkan kemerdekaan sejati, yakni kemerdekaan ekonomi.

Lebih lanjut, orang nomor 1 Indonesia itu menyebutkan, program ini lahir dari bawah, dari desa-desa yang kini menjadi tulang punggung perubahan ekonomi nasional.

Ia menyebut, tindakan spekulatif dalam penggilingan padi dan distribusi beras sebagai pengkhianatan terhadap rakyat, yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp100 triliun per tahun.

“Saya minta Kapolri dan Jaksa Agung kejar para pelaku. Kalau tidak mau patuh pada kepentingan rakyat, kita gunakan Pasal 33 UUD 1945 sebagai senjata pamungkas,” kata Presiden Prabowo.

Ia menambahkan, uang negara sebesar itu, jika dikembalikan bisa memperbaiki 100.000 sekolah dalam tiga tahun. “Ini bukan lagi soal ekonomi, ini soal keadilan. Soal keberpihakan pada rakyat,” tukasnya.

Ia berharap, agar seluruh anak Indonesia bisa mendapatkan makanan bergizi secara gratis pada akhir tahun ini.

Peluncuran KDMP bukan akhir, tapi awal dari gerakan besar.

Pemerintah menargetkan seluruh 80.081 koperasi akan aktif dalam tiga bulan ke depan dengan satu juta pengelola koperasi yang siap mendampingi rakyat desa.

“Kalau kita punya niat baik, dorongan kuat, dan gotong royong, maka yang tak mungkin bisa menjadi kenyataan,” tutup beliau. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya