Categories Hukrim

171 WB Rutan Ruteng Direlokasi ke Bajawa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat bangunan Rumah Tahanan (Rutan) Ruteng, Kabupaten Manggarai rusak parah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTT, Decky Nurmansyah, mengatakan pihaknya akan merelokasi 171 warga binaan (WB) Rutan Ruteng ke Rutan Bajawa.

“Kami bisa informasikan di Flores, kami punya empat UPT, yakni Lapas Kelas IIB Ende, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Rutan Ruteng,” ujar Decky kepada wartawan usai HUT RI ke-81 di Kupang, Senin (17/8/2026).

Decky menjelaskan dari keempat UPT tersebut, tiga dalam kondisi aman.

Hanya Rutan Ruteng yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Hingga saat ini, tiga unit pelaksana teknis aman kecuali Rutan Ruteng, yang kondisinya saat ini lebih dari 50 persen bangunan itu mengalami kerusakan,” jelasnya.

Decky menambahkan tingkat kerusakan yang tinggi membuat warga binaan di Rutan Ruteng tidak memungkinkan untuk tetap bertahan di dalam rutan untuk itu, pihaknya berencana untuk melakukan relokasi warga binaan.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga binaan, ia berencana untuk memindahkan sementara warga binaan dari Rutan Ruteng ke Rutan Bajawa.

“Kami juga berharap jalur Ruteng-Bajawa ini bisa dilalui. Kita rencana upaya untuk relokasi sementara warga binaan ke Bajawa,” kata Decky.

Ia menegaskan, warga binaan juga harus diberikan kepastian dan kenyamanan agar tidak khawatir akan terjadi gempa susulan. “Kami tidak mau mereka yang sedang menjalani pembinaan, mengalami kekuatiran atas gempa,” tambahnya.

Ia mengatakan, rencana itu akan dilakukan sembari menunggu proses perbaikan infrastruktur dari Ruteng ke Bajawa dan juga mengantisipasi agar tidak terjadi over kapasitas di Rutan Bajawa.

“Jumlah warga binaan di Rutan Ruteng tercatat sebanyak 171 orang. Namun, pemindahan ini perlu perhitungan karena dikhawatirkan Rutan Bajawa bisa mengalami over kapasitas,” pungkasnya.

“Mudah-mudahan renovasi bisa secepatnya agar dibangun, karena Bajawa juga bisa over kapasitas jika kita kirim 171 orang ke situ. Karena di Ruteng ada 171 warga binaan di sana,” ujarnya.

Decky bersyukur tidak ada korban jiwa di keempat UPT tersebut. Hanya beberapa warga binaan yang mengalami luka ringan akibat tertimpa puing bangunan.

“Jadi Puji Tuhan Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa di empat itu namun memang ada sedikit yang mengalami luka-luka, akibat runtuhan puing-puing bangunan, tapi alhamdulillah warga binaan aman dan pasokan makanan juga lancar,” ungkap Decky yang saat itu didampingi Kepala LPKA Kupang, Lukas Laksana Frans, dan KalapasĀ  Kelas II A Kupang, Wawan Irawan.

Decky menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendapat informasi dari pimpinan di Jakarta terkait penanganan pasca gempa.

“Kami juga dapat informasi dari pimpinan di Jakarta, bahwa akan ada segera anggaran tanggap darurat untuk dialokasikan rekaveri bangunan di Ruteng,” pungkasnya. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya