LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id- Sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) terdampak gempa Flores menerima bantuan dari Tahir Foundation yang diserahkan secara terpusat di Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa (27/10/2026).
Bantuan yang diserahkan oleh Chairman Tahir Foundation, Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA kepada 1.000 penerima manfaat ini dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Bupati Manggarai, Heri Nabit, Wabup Mabar, dan Sekda Matim.
Rincian penerima manfaat tersebut meliputi 900 orang dari Kabupaten Manggarai Barat, 35 orang dari Kabupaten Manggarai, 35 orang dari Kabupaten Manggarai Timur, serta 30 orang dari Kabupaten Nagekeo.
Selain bantuan langsung, Tahir Foudation juga berkomitmen untuk menghadirkan 100 unit rumah bagi warga di empat kabupaten terdampak, dengan lokasi pembangunan ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa aksi kemanusiaan yang digerakkan oleh Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir merupakan cerminan nyata dari nurani kemerdekaan yang hidup, di mana penderitaan di satu sudut bumi nusantara dirasakan sebagai penderitaan seluruh anak bangsa.
“Aksi kemanusiaan yang digerakkan oleh Dato Sri Prof. Dr. Tahir, MBA. merupakan cerminan nyata dari nurani kemerdekaan yang hidup, bahwa penderitaan di berbagai sudut nusantara adalah penderitaan seluruh anak bangsa,” ujar Gubernur Melki di hadapan para pejabat daerah dan masyarakat.
Bantuan yang diberikan sangat berarti untuk meringankan beban 1.000 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan sarana penghidupan.
Di Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, hingga Nagekeo, kehadiran bantuan ini tidak hanya menyuplai kebutuhan material, tetapi juga mengembalikan keyakinan warga bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa krisis.
Solidaritas tanpa batas ini membuktikan bagaimana empati mampu meruntuhkan jarak geografis.
Lebih lanjut, Gubernur Melki mengatakan, momentum kemanusiaan ini memiliki relevansi yang kuat dengan visi besar pembangunan daerah, yakni Dasa Cita ke-10. Program ini menempatkan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor sebagai fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
“Pembangunan dan pemulihan daerah tidak akan pernah bisa tercapai secara optimal jika hanya mengandalkan kapasitas fiskal pemerintah semata.
Di sinilah esensi Dasa Cita ke-10 diwujudkan secara paripurna melalui pelibatan aktif para mitra pembangunan, tokoh masyarakat, dan filantropis visioner seperti Dato Sri Prof. Dr. Tahir, MBA,” tambahnya.
Pendekatan pentaheliks yang memadukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media terbukti berjalan efektif di lapangan. Bantuan yang disalurkan terintegrasi dengan langkah pemulihan cepat yang diprogramkan pemerintah daerah, memastikan distribusi logistik tepat sasaran hingga menyentuh warga di pelosok.
Acara penyaluran bantuan ini turut dihadiri oleh Chairman Tahir Foundation Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA beserta jajaran keluarganya, Bupati Manggarai, Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati Manggarai Barat, Sekda Manggarai Timur, Penjabat Sekda Manggarai Barat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, perwakilan Kabupaten Nagekeo, serta masyarakat dari keempat kabupaten terdampak.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA yang berkenan hadir di tengah kesibukannya untuk menjumpai masyarakat Flores.
“Ini sebuah kehormatan yang luar biasa. Di tengah kesibukannya, beliau merasa terpanggil untuk menjumpai kita yang ada di wilayah Flores. Doa kami semua, semoga Dato’ Sri sehat, lebih sukses, serta dijauhkan dari halangan,” ungkap Edistasius Endi.
Ia juga berseloroh agar Dato’ Sri tidak terburu-buru kembali ke tempat tugasnya dan meluangkan waktu menikmati keindahan panorama wisata Labuan Bajo.
Sementara itu, Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir, MBA, dalam sambutannya, membagikan kisah perjalanan hidup dan panggilan kemanusiaannya yang melintasi batas geografis dan latar belakang sosial.
Ia mengenang masa kecilnya di Surabaya dari keluarga sederhana, yang membentuk kepedulian mendalam terhadap sesama manusia yang menderita, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional seperti di Suriah dan Palestina.
“Kehadiran saya justru diselamatkan oleh bapak/ibu, supaya saya menjadi orang yang tahu diri, supaya saya mawas diri, bahwa bukan hanya saya yang berhak menikmati kemewahan, tetapi banyak orang Indonesia, saudara-saudara kita berhak memiliki hidup yang nyaman,” tutur Dato’ Sri Tahir penuh haru.
Ia juga menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pemulihan pasca-gempa di Flores. Ia secara simbolis menyerahkan bantuan pembangunan 100 rumah, dengan penentuan lokasi dan teknis pembangunannya kepada Gubernur NTT dan pemerintah daerah agar tepat sasaran.
“Justru sayalah hari ini yang merasa diberkati berada di antara kalian. Semoga Tuhan memberkati kalian semua. Indonesia adalah negara yang luar biasa. Indonesia adalah milik kita bersama. Suka duka harus kita tanggung bersama,” pungkasnya menutup acara yang penuh kekeluargaan tersebut. (red/*)




