Categories Olahraga

Dana Kurang Rp175 Juta, Silat Wali Kota Cup II Dievaluasi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Rencana penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II Tahun 2026 di Kota Kupang dievaluasi akibat keterbatasan anggaran. Dari kebutuhan sekitar Rp200 juta, dukungan dana yang telah diterima melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) baru mencapai Rp25 juta.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, bersama pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang membahas langkah agar pembinaan atlet tetap berjalan di tengah keterbatasan pendanaan tersebut. Pembahasan berlangsung dalam audiensi di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang, Senin (26/10/2026).

Ketua IPSI Kota Kupang, Adrianus Tali, menjelaskan bahwa kejuaraan tersebut direncanakan berlangsung pada 28–31 Oktober 2026. Panitia telah dibentuk sejak Mei 2026 dan proposal kegiatan juga telah diajukan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pelaksanaan.

Dengan kebutuhan sekitar Rp200 juta dan dana yang tersedia sebesar Rp25 juta, terdapat selisih kebutuhan sekitar Rp175 juta. Karena itu, konsep penyelenggaraan perlu dievaluasi agar dapat disesuaikan dengan kemampuan pendanaan.

Serena mendorong IPSI mengkaji kembali sejumlah komponen kegiatan, mulai dari lokasi, durasi, kebutuhan anggaran hingga jumlah kategori pertandingan. Efisiensi dinilai perlu dilakukan tanpa menghilangkan tujuan utama kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan prestasi atlet muda.

“Kita coba mencari jalan tengah. Kalau memang anggarannya terbatas, kita bisa melakukan efisiensi, baik dari sisi tempat, durasi kegiatan maupun kategori yang dipertandingkan. Pemerintah Kota Kupang juga akan melihat bentuk dukungan yang bisa diberikan, misalnya untuk kebutuhan tenda, kursi, dan konsumsi panitia,” ujar Serena.

Ia menjelaskan, usulan pengalokasian anggaran kejuaraan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang akan disampaikan kepada Wali Kota Kupang sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program tahun berikutnya.

Menurut Serena, keberlanjutan pembinaan olahraga harus menjadi perhatian bersama. Kejuaraan tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

“Yang terpenting, semangat pembinaan jangan sampai berhenti. Kita perlu memastikan anak-anak yang memiliki bakat mendapat kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Kota Kupang,” tegasnya.

Serena juga menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi, melainkan warisan budaya Indonesia yang mengajarkan disiplin, keberanian, sportivitas, dan penghormatan kepada sesama. Karena itu, pembinaan atlet perlu dilakukan sejak usia dini dan secara berkelanjutan.

Kepala Dispora Kota Kupang, Martin Alan Yoga Girsang, turut mendukung evaluasi rencana kegiatan tersebut. Ia berharap IPSI menyusun kembali rincian kebutuhan anggaran dan mempertimbangkan penyesuaian kategori pertandingan agar penyelenggaraan kejuaraan dapat diupayakan sesuai kemampuan pendanaan.

Adrianus mengatakan, apabila kejuaraan tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana awal, IPSI akan mengarahkan dana yang tersedia untuk mendukung pembinaan lanjutan atlet pencak silat di Kota Kupang sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam audiensi itu, Adrianus juga melaporkan hasil cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Dari target tiga medali emas pada kategori tunggal serta nomor tanding putra dan putri, atlet Kota Kupang meraih satu medali perak dan lima medali perunggu.

Hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembinaan dan persiapan atlet menghadapi kompetisi berikutnya.

IPSI juga mengusulkan agar anggaran penyelenggaraan Kejuaraan Wali Kota Cup pada tahun-tahun mendatang dapat dialokasikan melalui Dispora. Dengan demikian, koordinasi, evaluasi, dan pemantauan program olahraga diharapkan lebih terarah, sementara KONI dapat lebih berfokus pada program pembinaan cabang olahraga.

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris IPSI Kota Kupang, Fakhruddin Prasong, Bendahara Yeyen Ngamal, pelatih Bobi Boimau, serta Iwan Selan selaku wasit dan juri. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya