LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id – Warga Desa pemekeran Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT secara gotong royong membangun jalan sepanjang 300 meter menuju Stasi Tanggar di Translok.
Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Translok, Stefanus Hadis (48) menjelaskan bahwa warga bekerja sama dengan pengurus Stasi Tanggar secara gotong royong mengerjakan jalan menuju Stasi Tanggar untuk persiapan Natal, 25 Desember 2021 mendatang.
“Kami sudah lama merindukan jalan yang bisa dilalui dengan kendaraan menuju gereja. Pemerintah datang ke sini, hanya sekedar janji tapi tidak ada satu pun yang realisasi. Warga terpaksa inisiatif sendiri untuk bangun jalan ini,” kata Stefanus kepada media ini di lokasi, Jumat (17/12/2021).
Senada dengan Stefanus Hadin, salah satu Tokoh Adat di Translok, Bernadus Sandur menjelaskan bahwa selama ini banyak para politisi yang datang ke Translok, Weor, dan Bancang melakukan kampanye politik.
Para politisi ini menggunakan momen ini sebagai bahan kampanye politik untuk sekedar mendulang suara. Sayangnya, begitu Pileg di Mabar usai, politisi ini pun hilang tak pernah kembali lagi.
“Ada politisi yang beberapa kali ke sini ya, itu tadi datang di sini hanya kampanye tapi begitu menang ya hilang,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah dan politisi ini bisa memperhatikan nasib warga di Desa Pemekaran GoloTanggar, lebih khusus jalan menuju Gereja Tanggar.

“Kami berharap, pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan ke gereja ini atau para politisi yang pernah janji, ya agar penuhi janjinya. Jangan hanya hadir ketika musim cari suara. Kami sudah tanda beberapa muka politisi yang tipu -tapu,” kata dia dengan nada sindiran.
Menariknya, Kepala PLN Mabar juga bernah menjanjikan untuk membuka jaringan PLN menuju Stasi Tanggar.
Kepala Jaringan PLN Mabar, I Nyoman pernah menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan survey lokasi dan bersedia menyiapkan material untuk membuka jaringan ke gereja dan sekolah di Golo Tanggar.
Hal itu disampaikan Nyoman saat meresmikan penyalaan perdana listrik di Kampung Weor beberapa bulan lalu.
Sayangnya, hingga saat ini, pernyataan Nyoman hanya pemanis bibir. Padahal di Golo Tanggar ada gereja dan Sekolah Dasar (SD).
“Kami sampai saat ini tunggu janjinya pak Nyoman. Apa lagi sebentar lagi Natal,” ujarnya. (fon)




