Categories Humaniora Daerah

Tahun 2023, Prevalensi Stunting di NTT Capai 37,9 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Berdasarkan data survey kesehatan Indonesia Tahun 2023, prevalensi stunting di NTT masih sangat tinggi mencapai 37,9 persen.

Hal itu disebutkan Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto saat menjadi pembina apel kesadaran bersama para ASN Lingkup Pemprov NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (3/2/2025).

Dalam penanganan stunting, pemerintah telah melakukan intervensi melalui Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terpadu (GKP2ST).

Hal itu ditindaklanjuti dengan mengeluarkan surat edaran kepada 22 Bupati/Penjabat Bupati/Penjabat Walikota se-NTT untuk melakukan GKP2ST, Gerakan Orangtua Asuh,monitoring melalui aplikasi Anting Orta dan Anting Mutiara, edukasi di setiap lembaga pendidikan, layanan therapheutic feeding centre dan pelatihan TOT bagi tenaga kesehatan .

Sementara intervensi sensitif dilakukan dengan menyalurkan paket Bansos sejumlah 9.626 paket bersumber dari dana insentif fiskal stunting sebesar Rp 5,742 miliar.

Dimana, setiap paket berisi beras forte 10 kg, telur ayam 2 rak, kacang hijau 2 kg,abon ikan 200 gram, biskuit kelor 1 pak, serbuk kelor, pengembangan Rumah Pangan B2SA dan Bimtek Pola Asuh.

“Berkat berbagai upaya bersama ini, kita patut bersyukur bahwa berdasarkan data e-PPGM, tercatat terjadi penurunan prevalensi balita stunting pada November 2024 sebesar 18,6 persen dibandingkan bulan Oktober sebesar 19 persen” urai Andriko.

Selain itu, terkait penanganan kemiskinan dan miskin ekstrem dilaksanakan upaya diantaranya dengan cara menurunkan beban pengeluaran masyarakat melalui pemberian Bansos 24.557 paket berisi beras 10 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter bersumber dari dana insentif fiskal sebesar Rp 5,59 miliar ke seluruh Kabupaten/Kota se-NTT, bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-KL) untuk 3.197.155 (kondisi Oktober 2024), bantuan pangan beras premium 20 kg/KK kepada 6.120 KK di 22 Kabupaten/Kota, meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat melalui pemberian bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan dan bantuan modal usaha ekonomi produktif untuk tahap I kepada 60 Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau 359 KK sebesar Rp 10 juta per KUB, penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan dengan cara bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 66 unit, bantuan PLTS terpusat off grid pada 14 lokasi di Pulau Sumba untuk 1.659 rumah tangga, bantuan meteran listrik 450 VA sebanyak 145 unit dan bantuan sumur bor.

Dalam rangka mengoptimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah, Pemerintah juga berupaya mempertahankan status Bank NTT agar tidak turun menjadi Bank Perkreditan Rakyat dengan melakukan Kerjasama Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim.

”Selain itu, kita juga telah melantik Direksi PT. Kawasan Industri Bolok dan Direksi PT. Flobamor Masa Bakti 2024-2029 pada tanggal 19 Desember 2024 lalu, sehingga kedua BUMD ini semakin sehat dan profitable dengan mengedepankan prinsip-prinsip good coorporate governence (GCG) yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan fairness,” jelas beliau.

Andriko juga memberikan apresiasi atas kerja sama dalam penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur.

”Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas terkait penanganan dampak erupsi gunung berapi tersebut. Kepada Bapak Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka serta para menteri kabinet Merah Putih yang telah turun langsung ke lokasi bencana untuk menangani dampak bencana tersebut dan memastikan masyarakat yang mengalami musibah dapat tertangani dengan baik. Dalam semangat solidaritas dan kolaborasi yang kuat, kita dapat melakukan penanganan secara cepat dan responsif terhadap dampak bencana alam letusan gunung api Lewotobi Laki-Laki,” ungkap Andriko.

”Saya juga memberikan apresiasi terkait pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Serentak Tahun 2024 di Provinsi NTT pada tanggal 27 November 2024 lalu yang telah berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Hal ini berkat dukungan dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, pihak penyelenggara dalam hal ini KPUD dan Bawaslu, pihak keamanan, para pemangku kepentingan dan masyarakat NTT yang semakin dewasa dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya

“Saya mengharapkan agar kita semua dapat memberikan dukungan penuh kepada para pemimpin kita, khususnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si dan Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, SIK, M.Hum. Kita optimis, selama lima tahun ke depan, NTT akan lebih maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan beliau berdua,” ungkap Andriko.

ASN di Lingkup Pemprov NTT.

Andriko mengungkapkan, NTT sebagai cerminan Indonesia Mini, dimana Provinsi NTT diberi kekayaan dengan keragaman suku, agama, budaya dan bahasa yang patut disyukuri. ”Masyarakat NTT sangat menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan toleransi.

Tak salah kalau NTT dijuluki sebagai Nusa Terindah Toleransi. Nilai Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi NTT selalu tinggi dan menempati posisi teratas secara nasional.

Hal ini tentunya menjadi modal sosial utama yang mesti terus dipupuk dan dipelihara untuk mendukung laju pembangunan di daerah ini,”tutup Andriko.(red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya