SDI Oebufu Siap Mengikuti Lomba Kebersihan dan Bahasa Inggris Tingkat Kota Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id–Sekolah Dasar Inpres (SDI) Oebufu siap mengikuti lomba kebersihan dan lomba Bahasa Inggris Tingkat Kota Kupang.

“Untuk kedua jenis mata lomba ini, sekolah kami siap mengikutinya,” kata Kepala SDI Oebufu, Ny. Irma CH. CHR Boimau, S.Pd kepada wartawan di sekolahnya, Rabu (7/12/2022).

Di tingkat sekolah, ia terus menyadarkan para siswa lewat apel pagi setiap hari, dimana 15 menit sebelum masuk kelas anak–anak dibiasakan untuk membersihkan sampah di lingkungan sekolah.

Tidak sebatas itu, kata dia, tetapi setiap jam istirahat dan 15 menit sebelum pulang semua siswa kembali melakukan pembersihan untuk memastikan bahwa lingkungan sekolah tetap dalam kondisi bersih.

Khusus setiap hari Jumat, lanjutnya lagi, sekolah sudah menetapkan sebagai Jumat bersih dengan durasi waktu pembersihan sampah selama 1 jam.

Edukasi tentang kebersihan lingkungan sekolah itu, selain diingatkannya setiap apel pagi juga melalui wali kelas, dan guru mata pelajaran masing-masing untuk terus menyadarkan siswa tentang pentingnya kebersihan lingkungan sekolah.

Untuk mendukung hal itu, pihaknya sudah menempatkan bak–bak sampah di 15 rombongan belajar (Rombel) di sekolah itu plus bak sampah umum.

Inilah bak sampah yang sudah disiapkan di depan kelas masing--masing di sekolah itu.
Inilah bak sampah yang sudah disiapkan di depan kelas masing–masing di sekolah itu.

“Setiap hari, kami selalu mengingatkan kepada siswa, bahwa kalau ke sekolah kita bersih maka kita bebas dari kuman penyakit. Kalau sekolah bersih maka kelihatannya indah. Oleh karena itu, kita terus mengajarkan anak–anak untuk membiasakan membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan. Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Harapan saya, anak–anak terbiasa dari kecil hingga terbawa sampai besar,” ungkap Boimau.

Ketika ditanya sampah yang paling dominan di sekolahnya, jawab Boimau, yang paling banyak adalah sampah plastik dan sampah kertas nasi dari kantin sekolah.

Untuk menghindari sampah plastik dan sampah kertas nasi, ia telah mengimbau siswa bersama orangtuanya untuk menyediakan bekal anak-anak dari rumah yang sudah dikemas dalam tupperware sehingga bisa terhindar dari barang–barang pengawet yang siap saji.

Terkait makanan, pihak sekolah sudah bersepakat bersama orangtua siswa, dimana setiap hari Kamis semua siswa diwajibkan membawa makanan lokal, seperti jagung, ubi, pisang dan sejenisnya.

Hal itu, untuk membiasakan anak–anak mencintai makanan lokal, sehingga ketika terjadi krisis pangan, anak–anak sudah terbiasa dengan makanan lokal.

Terkait persiapan anak–anak menghadap lomba Bahasa Inggris Tingkat Kota Kupang seperti yang sudah disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh sebelumnya, kata Boimau, sudah siap.

Menurut Boimau, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh saat mengunjungi sekolahnya bulan lalu dimana beliau sudah berjanji untuk mengadakan lomba kebersihan dan lomba ceritra rakyat dalam Bahasa Inggris.

“Jadi, kami sudah siap ceritra rakyatnya yang sudah di translate dalam Bahasa Inggris,” tukasnya.

Ditanya soal kemampuan berbahasa Inggris dari siswanya, Boimau mengaku, kemampuan mereka (siswa,red) masih di level dasar, seperti memberi salam kepada teman–teman dan guru–gurunya.

Di sekolahnya, ia juga sudah membudayakan para siswa dan para guru setiap hari Jumat  wajib berbahasa Inggris. (red)

Bagikan