KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Sebuah video yang menampakan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas menyerahkan uang dalam sebuah amplop putih kepada warga viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Daniel Taimenas yang juga Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang menyebut dengan jelas bahwa uang tersebut merupakan titipan dari Melki Laka Lena.
“Ini ada kiriman berkat dari Pak Melki Laka Lena,” kata Daniel Taimenas dalam video dalam akun Tiktok Sahabat Dan Taimenas.
Melki Laka Lena saat ini merupakan Calon Gubernur NTT berpasangan dengan Johni Asadoma yang diusung 11 Partai Politik yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, PSI, Gelora, PAN, PKN, PPP, Garuda dan Prima.
Media kemudian mencoba menelusuri kebenaran video tersebut, dengan mewawancarai masyarakat yang hadir dalam pertemuan bersama Daniel Taimenas di Battuna, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (10/10/2024).
Foni Kause, salah satu warga Battuna, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang yang rumahnya dipakai untuk melakukan pertemuan bersama Daniel Taimemas saat itu mengaku merasa ditipu.
Awalnya, dia diberitahu Lely Amtiran untuk pertemuan kaum perempuan sekaligus membicarakan rencana kegiatan lomba paduan suara yang akan digelar di Gereja Sesawi Batuna.
“Ibu Lely tidak pernah kasi tahu kalau ada orang lain datang, selain kaum ibu. Saya siap rumah untuk pertemuan kaum ibu,” ungkap Foni Kause, Senin (14/10/2024).
Saat pertemuan berlangsung, kata Foni, ada sebuah mobil berwarna hitam mendatangi rumahnya.
Dirinya mengaku, tidak mengetahui siapa yang datang menggunakan mobil tersebut.
“Setelah mobil hitam datang, ternyata itu Bapak Daniel Taimenas. Selanjutnya, saya tidak tahu karena saya sibuk di dapur,” tutur Foni.
Setelah Daniel Taimenas pergi, lanjut Foni, dirinya kembali duduk bersama ibu-ibu yang lain.
Saat itu juga, Lely Amtiran meminta ibu-ibu yang hadir untuk membentuk kelompok tenun. Sementara tidak ada lagi pembahasan soal kegiatan gereja.
“Ibu Lely menyampaikan kalau Pak Daniel Taimenas titip uang untuk ibu – ibu sebesar Rp1,5 juta,” jelas Foni.
Setelah dirinya melihat video di media sosial viral, Foni mengaku ketakutan.
“Saya merasa ditipu, karena informasi yang saya dapat sejak awal lain, tapi pelaksanaannya lain jadi saya takut,” ungkap Foni polos.
Tokoh Jemaat Gereja Batuna, Kornelis Nenohara yang mendengar persoalan ini menegaskan, bahwa ada pihak yang menggunakan urusan lembaga keagamaan untuk kepentingan politik.
” Ini kan seperti kita ketahui bahwa tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini, apa lagi pada masa kampanye dan nanti masyarakat atau jemaat kita bisa diproses macam-macam,” tandasnya.
Dia berharap, kasus ini harus diproses agar memastikan ke masyarakat dan jemaat bahwa hal-hal seperti ini masuk dalam hal penipuan karena mengundang agenda gereja, tetapi dalam pertemuan tidak membahas agenda yang sesungguhnya.
“Ini membuat jemaat kita resah dan bisa berakibat buruk bagi jemaat kita di sini,” cetusnya.
Obed Siki, warga yang ikut dalam pertemuan itu juga berharap, agar masalah ini diselesaikan sesuai aturan yang berlaku, karena warga tidak tahu apa-apa tetapi ikut terseret.
“Kami datang itu untuk rapat persiapan lomba paduan suara gereja, tapi pelaksanaanya malah lain, ada penyerahan uang dari Pak Daniel Taimenas yang katanya titipan dari Melki Laka Lena, kami tidak kenal Melki yang mana,” ungkapnya.
Secara terpisah Ketua Panwascam Amarasi Barat, Fonel Teuf saat dikonfirmasi terkait dugaan money politic itu mengatakan, pihaknya akan memproses kasus tersebut apabila ada laporan.
Apabila pihaknya sudah mendapat laporan, maka akan diteruskan ke Bawaslu kemudian menunggu perintah lanjutan untuk mengumpulkan data.
“Kami sifatnya menunggu laporan,” tandas Fonel Teuf.
Sementara Daniel Taimenas hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi.
Meski demikian, dalam pemberitaan sebuah media online menyebutkan bahwa Daniel Taimenas membenarkan pemberian uang tersebut, namun berasal dari kantong pribadinya. (tim/*)



