Progres Fisik Bendungan Mbay Capai 41 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id-Progres fisik terkini Bendungan Mbay di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 41 persen.

Bendungan yang dibangun dengan dana sebesar Rp 1,4 T itu sudah berjalan sejak Agustus 2021 sampai dengan akhir 2025.

“Secara kontrak sudah berjalan sejak Agustus 2021, tapi karena terkendala masalah lahan baru terlaksana akhir 2022,” kata Kasatker Bendungan Mbay, Nedi Hidayat kepada wartawan di Kantor BWS NT 2 Provinsi NTT, Selasa (27/2/2024).

Item pekerjaan yang sementara dikerjakan menurut dia, terowongan pengelak.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat pekerjaan terowongan ini selesai sehingga bisa mengalihkan sungai lewat terowongan. Setelah itu selesai, kita bisa kerjakan bendungannya. Kalau bendungan selesai tinggal pengisiannya saja,” kata Nedi.

Karena itu, ia butuh dukungan semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Pemerintah Provinsi NTT untuk menyukseskan proyek strategis nasional (PSN) itu.

Dari asas manfaat, Bendungan Mbay itu nanti mampu mengairi 6.200 hektar sawah di Kabupaten Nagekeo dan untuk persediaan air baku 214 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Mbay.

Terkait pembebasan lahan, kata Nedi, lahan yang dibutuhkan 800 hektar dan baru terbayar 65 persen atau sekitar Rp 130-an miliar dari Rp 300-an miliar yang dianggarkan di Penlok 1.

Kata Nedi, yang sementara proses di BPN Nagekeo saat ini 244 hektar dan kalau prosesnya selesai langsung dibayar.

Bendungan Mbay berlokasi di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Kabupaten Nagekeo.

Pembangunan bendungan tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan ketersediaan air di musim kemarau.

Bendungan tersebut ditargetkan dapat menampung hingga 51 juta meter kubik air.

Bendungan ini memiliki luas genangan 499,55 hektar yang bersumber dari Sungai Aesesa. Pembangunan Bendungan Mbay sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun.(red)

Bagikan