KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) resmi memasang Buzzer Alarm Execute Adaptive Defense Scheme (ADS) di seluruh Gardu Induk (GI) Sistem Timor.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Timor melalui digitalisasi dan penguatan sistem monitoring.
Teknologi ini diimplementasikan guna mempercepat respons operator dalam mendeteksi serta menangani potensi gangguan, sehingga pasokan listrik ke masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan.
Pemasangan perangkat ini merupakan bagian dari transformasi operasional PLN dalam memperkuat sistem pengendalian tenaga listrik berbasis teknologi. Melalui alarm berbasis audio yang terintegrasi dengan ADS, operator dapat langsung mengetahui saat sistem proteksi otomatis bekerja akibat adanya dinamika di jaringan transmisi maupun pembangkit.
Buzzer Alarm Execute ADS memberikan notifikasi suara secara real-time ketika terjadi perintah master trip dari skema pertahanan adaptif. Kehadiran teknologi ini membantu Dispatcher maupun Operator untuk membedakan secara cepat antara gangguan murni pada jaringan dengan aksi proteksi otomatis yang dirancang menjaga stabilitas sistem.
Manager PLN UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menjelaskan bahwa inovasi ini memegang peran krusial dalam mempercepat pengambilan keputusan operasional.
“Buzzer Alarm Execute ADS memberikan informasi real-time saat Adaptive Defense Scheme bekerja. Dengan adanya pembeda yang jelas antara trip akibat skema pertahanan dan gangguan murni, operator dapat menganalisis kondisi sistem serta mengambil keputusan dengan lebih cepat, tepat, dan akurat. Ini adalah komitmen kami untuk terus menjaga keamanan sistem kelistrikan di NTT,” ujar Andi.
Selain mempercepat respons awal, teknologi ini juga memperkuat proses monitoring, troubleshooting, hingga post-event analysis. Informasi yang cepat dan akurat memungkinkan operator melakukan evaluasi instan dan mempercepat proses pemulihan (recovery) jika terjadi kendala.
Hal ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan meluas demi menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat, fasilitas publik, hingga sektor industri di wilayah Timor.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa transformasi digital dalam pengoperasian sistem tenaga listrik adalah kunci utama PLN dalam menghadirkan layanan berkualitas.
“Keandalan listrik saat ini tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kecerdasan teknologi dalam mengantisipasi gangguan. Pemasangan alarm cerdas ini memperkuat kecepatan respons kami dalam menjaga stabilitas sistem. PLN akan terus mendorong inovasi teknologi agar masyarakat NTT dapat menikmati listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” kata Eko.
Ke depan, PLN UP2B NTT berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem monitoring, proteksi, dan pengendalian berbasis teknologi mutakhir. Transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih reliable, secure, dan adaptif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (red/*)



