PERAYAAN Ekaristi Jumat Agung di Kapela St. Kristoforus Matani, (15/4/2022) ditandai lewat mengecup Salib Yesus, dimulai dari Imam, diikuti para ajuda dan para umat yang telah disiapkan panitia di beberapa tempat diapiti dengan lilin bernyala.
Jumat Agung adalah mengenang sengsara Tuhan yang rela menyerahkan diri-Nya untuk menebus dosa manusia. Kristus yang menderita adalah pemenuhan janji Allah sendiri kepada manusia, ketika manusia mengingkari perintah-Nya dan jatuh ke dalam dosa.
Untuk itu, perayaan Jumat Agung dibagi dalam tiga bagian utama, yakni Ibadat Sabda, untuk menghidupkan iman kita atas kekuatan wafat Kristus di Salib. Kedua, Penghormatan Salib, untuk memusatkan perhatian kita pada Salib Kristus sebagai sumber kemenangan dan kebahagian. Ketiga, Komuni Kudus, untuk memberi kesempatan kepada kita memetik buah-buah Salib.
Di Kapela St. Kristoforus Matani,Perayaan Ekaristi Jumat Agung dipimpin Romo Andreas Sika,Pr dibantu Pater Gregorius Primus dimulai tepat pukul 15.00 Wita dihadiri ratusan umat Katolik dari 7 wilayah yang tersebar di 14 KUB se-Stasi St. Kristoforus Matani dengan Prokes ketat.
Ketika memasuki upacara penyembahan Salib, dimana Imam bersama ajuda berjalan menuju ke depan pintu gereja untuk mengambil Salib, dan Imam sendiri yang memikul Salib.
Setelah itu, mengecup Salib Kristus dimulai dari Imam yang maju seorang diri tanpa kasula dan tanpa sepatu, mengecup Salib diikuti para ajuda dan para umat yang hadir.
Panitia Paskah Tahun 2022 dari Wilayah II Stasi St. Kristoforus Matani sendiri telah menyiapkan Salib-salib itu di beberapa tempat, untuk dikecup satu persatu dengan cara berlutut di bawah pengamanan Anggota THS-THM dan OMK Stasi St.Kristoforus Matani.
“Gereja menghadirkan kisah sengsara Yesus lewat penyiksaan, dipaku di Salib, wafat dan dimakamkan, sesungguhnya untuk kita semua kenang. Sebenarnya, kita yang disiksa, disalibkan, wafat dan dimakamkan. Tetapi, karena Tuhan Allah mencintai kita semua, maka Yesus rela menyerahkan diri-Nya lewat wafat di Salib. Karena itu, kita sebut Yesus itu sebagai penyelamat dosa. Tanpa Yesus, dosa kita tidak diselamatkan,” demikian khotbah Romo Andreas Sika,Pr saat memimpin Perayaan Ekaristi Jumat Agung di Kapela St. Kristoforus Matani, Jumat (15/4/2022).
Kata Romo Andre, Jalan Salib itu bukan merupakan sandiwara, tetapi itu sebuah permernungan atas segala kesalahan atau dosa-dosa yang dibuat oleh manusia.
Oleh karena itu, ia minta kepada umat yang hadir saat itu, untuk selalu dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yesus dan siap mengikuti Dia.
“Bentuk syukur yang kita lakukan adalah pertama, persaudaraan kita di dalam keluarga, teman pergaulan, teman kerja dan semua orang. Kedua, diminta untuk percaya sungguh-sungguh bahwa kalau sudah mengaku dosa, maka dosanya telah diampuni dan berjanji tidak berbuat dosa lagi. Ketiga, setelah tahu Tuhan Allah telah mengampuni dosa kita, maka kita harus rajin berdoa dan rajin ke gereja,” pesan Romo Andre. (red)



