KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P mengajak lulusan Univeristas Terbuka (UT) Kupang Periode II Tahun Akademik 2024/2025 kolaborasi atasi stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem di NTT.
Ajak itu, ia sampaikan saat menghadiri wisuda UT Kupang yang berlangsung di Ballroom Hotel Harper Kupang, Kamis (26/9/2024).
UT Kupang berhasil meluluskan 566 wisudawan/i Program Doktor, Magister, Sarjana, Diploma IV dan Diploma III.
Pj. Gubernur Andriko dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/i yang telah berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar akademik.
“Ini adalah perwujudan dari perjalanan panjang dan usaha keras yang telah dilakukan oleh semua pihak. Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kemampuan akademis anda, tetapi juga ketekunan, disiplin dan semangat juang yang tidak pernah padam. Ia berharap, ilmu yang telah diperoleh bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.
“Jadilah generasi muda yang cerdas, kreatif, inovatif dan mampu menghadapi tantangan zaman,” pesan beliau.
Pj. Gubernur Andriko menyebutkan, UT sebagai perguruan tinggi yang memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat luas, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Melalui sistem pembelajaran jarak jauh, UT telah membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Di tengah berbagai perubahan dan dinamika dunia yang semakin pesat, ujar dia, pendidikan memegang peranan yang sangat krusial dalam mempersiapkan generasi penerus yang cerdas, kompeten dan adaptif. Universitas Terbuka Kupang telah berperan penting dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Ia menyebutkan, saat ini NTT masih menghadapi berbagai permasalahan seperti stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Saya mengajak semua pihak untuk terus mendukung dan berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTT. Daerah ini adalah potongan surga di bumi yang belum terasah secara baik, namun ada persoalan mendasar yang harus kita selesaikan. Kita masih memiliki presentase kemiskinan ekstrim di angka 3,93% Tahun 2023 yang jauh di atas standar nasional dan stunting di posisi 37,9% atau urutan ke-2 tertinggi setelah Papua Tengah. “Kita harus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan hilirisasi yang masif. Hari ini, Kamis (26/9/2024) saya mengajak kita semua, mari bergandengan tangan menghapuskan kemiskinan ekstrem dan mengatasi stunting. Harus optimis bahwa NTT Bisa Tangani Stunting dan Hapuskan Kemiskinan Ekstrim,” pungkas Pj. Gubernur Andriko.
Sebelumnya, Rektor UT Kupang, Prof. Ojat Darojat M.Bus., Ph.D. dalam sambutannya menyebutkan, keberhasilan hari ini selain merupakan buah kerja keras dan integritas, tetapi juga dukungan keluarga dan orang-orang tercinta.
![]()
“Kesuksesan hari ini merupakan dukungan dari berbagai pihak. “Oleh karena itu pada momentum berbahagia ini mari kita doakan semoga semua hasil usaha untuk mendukung kesuksesan bapak dan ibu semua diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa UT merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat melalui penerapan pendidikan jarak jauh,“ jelasnya.
Untuk diketahui, pada kesempatan ini turut dilaksanakan penyerahan bantuan pendidikan oleh Ikatan Alumni UT Wilayah Kupang, NTT kepada 10 orang mahasiswa berprestasi dari UT yang salah satunya diterima oleh Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Administrasi Bisnis atas nama Flanuari Yeriko Daud yang telah berhasil meraih medali perunggu pada Cabang Olahraga Tinju di ajang PON XXI Aceh – Sumut Tahun 2024. (Biro Adpim NTT/red)



