WAINGAPU, NTT PEMBARUAN.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba sukses melaksanakan Commissioning Test (Comtest) atau uji coba fungsi pada infrastruktur pembangunan listrik desa di Desa Pulu Panjang, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (3/7/2026).
Langkah krusial ini dilakukan untuk memastikan seluruh jaringan kelistrikan yang baru dibangun siap beroperasi secara aman dan andal sebelum resmi dialirkan ke rumah-rumah warga.
Untuk menghadirkan terang di desa ini, PLN membangun infrastruktur yang cukup menantang, meliputi jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 11,05 kilometer sirkit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2 kms, serta 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA).
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kehadiran listrik di Desa Pulu Panjang bukan sekadar urusan teknis menyalakan lampu, melainkan tentang membawa peradaban yang lebih baik dan menyalakan harapan baru bagi masyarakat di wilayah pelosok.
“Komitmen kami di PLN UIW NTT adalah memastikan keadilan energi menyentuh setiap jengkal tanah NTT, termasuk di pelosok Sumba Timur. Harapan kami, dengan hadirnya listrik yang andal di Desa Pulu Panjang, anak-anak bisa belajar lebih baik di malam hari, pelayanan publik desa menjadi lebih optimal, dan roda ekonomi lokal bergerak lebih cepat. Listrik ini hadir membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Eko Sulistyono.
Rasa haru dan optimisme juga disampaikan oleh Kepala Desa Pulu Panjang, Yonathan Damu Ndunu, Ia mengungkapkan bagaimana selama bertahun-tahun warganya harus bertahan dalam keterbatasan karena hanya mengandalkan alat penerangan seadanya setelah matahari terbenam.
“Sebelum adanya jaringan listrik PLN, masyarakat Desa Pulu Panjang hanya mengandalkan penerangan seadanya pada malam hari. Kondisi tersebut tentu membatasi berbagai aktivitas, terutama kegiatan belajar anak-anak, usaha kecil, dan pelayanan di desa. Dengan hadirnya listrik PLN, kami berharap kualitas hidup masyarakat semakin meningkat serta membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan desa kami,” tutur Yonathan dengan penuh harap.
Sementara itu, Manager PLN UP2K Sumba, A. Iman Krismanto, menjelaskan bahwa tahapan commissioning test ini berjalan dengan lancar dan memenuhi seluruh standar keselamatan ketenagalistrikan yang ketat.
“Commissioning test ini merupakan tahapan akhir untuk memastikan seluruh infrastruktur yang dibangun telah memenuhi standar teknis dan aspek keselamatan (safety). Kami ingin memastikan saat listrik ini resmi menyala nanti, pasokannya andal, berkualitas, dan aman bagi masyarakat,” kata Iman.
Melalui keberhasilan pembangunan listrik desa ini, PLN menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai pendorong transformasi sosial dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur. (red/*)




