Categories Humaniora

Kontingen Maluku Juara Umum Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Kontingen dari Provinsi Maluku meraih juara umum dengan 5 medali emas pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani ) Katolik Nasional II Tahun 2022yang digelar di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak 28 — 31 Oktober 2022.

Penutupan sekaligus pengumuman pemenang peserta lomba Pesparanin Katolik Nasional II Tahun 2022 itu bertempat di Stadion Oepoi Kota Kupang, Senin (31/10/2022) malam.

Dari 34 provinsi di Indonesia yang mengikuti lomba ini, Provinsi Maluku meraih juara umum dengan memboyong 5 emas dan piala bergilir.

Lima emas yang diperolehnya itu dengan kategori, Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian, Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, Mazmur OMK dan Bertutur Kitab Suci Anak.

Menyusul urutan kedua, Kontingen Jawa Tengah dengan meraih 3 medali emas dengan kategori, Paduan Suara Gregorian Remaja, Paduan Suara OMK Campuran dan Mazmur Dewasa.

Sedangkan, Kontingen NTT selaku Tuan Rumah Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 hanya meraih 1 medali emas pada kategori Mazmur Anak.

Begitu pun, Kontingen Kalimantan Timur yang pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional I di Ambon meraih juara umum, kali ini hanya membawa pulang 1 medali emas saja dengan kategori lomba Paduan Suara Anak.

Kontingen lain yang mendapat 1 medali emas masing, Paduan Suara Nyanyian Liturgi Etnik OMK Campuran dari Provinsi Kalimantan Barat.

Paduan Suara Dewasa Wanita dari Provinsi DKI Jakarta, Mazmur Anak dari Provinsi Jambi

dan Paduan Suara Dewasa Campuran dari Provinsi Jawa Barat.

Pada malam penutupan itu, telah diumum DKI Jakarta sebagai Tuan Rumah Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2025 mendatang.

Lomba Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 ini ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. H.Zainut Tauhid Sa’adi di

Stadio Oepoi Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT, Senin (31/10/2022).

Wakil Menteri Agama, Dr.H. Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya mengatakan, Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022 yang dipusatkan di Kota Kupang, NTT memiliki makna yang sangat penting yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan wawasan keagamaan bagi umat katolik melalui persembahan liturgi, puji–pujian kepada Tuhan.

Dia mengatakan, setiap umat katolik diasah untuk memperdalam kualitas spiritualitasnya serta semakin teguh kadar keimanannya sehingga membawa dampak cinta kasih yang tulus kepada sesama umat manusia.

Lebih lanjut,Zainut menerangkan, Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 terbukti mampu mengubah kerinduan umat katolik dari segala penjuru Nusantara untuk bertemu, berlomba, bertukar ilmu dan juga bertukar pengalaman.

Seni dan budaya, ujar dia, memang punya daya pikat sekaligus mampu menyatukan perbedaan.

Seni dan budaya sifatnya universal dan dapat dinikmati semua orang. Kreativitas dalam berkesenian, menurutnya, tentu melibatkan pemikiran banyak orang dan hasilnya menambah kecintaan kepada sesama dan seluruh warga bangsa.

Seni budaya dalam Gereja Katolik, diiringi musik yang menghasilkan kreasi baru yang bertumbuh mengikuti perkembangan zaman.

Kekhasan ini akan memperkaya khazana budaya di bidang keagamaan.

“Kehadiran kontingen dari 34 provinsi se–Indonesia merefleksikan suasana semarak kehidupan beragama yang memberi makna pengalaman dan pembinaan keagamaan secara terpadu serta menyatukan berbagai suku, daerah dan budaya yang akan memperkaya wawasan kebangsaan, persatuan dan kesatuan kita,” terangnya.

Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022, kata Zainut, sesungguhnya menyuarakan Kebhinekaan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta merajut perdamaian dan persaudaraan anak–anak bangsa yang disuarakan melalui forum budaya.

Pesparani merupakan wadah konsolidasi umat katolik se-Indonesia untuk mewujudkan rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, memperkuat toleransi dan moderasi beragama melalui seni dan budaya.

Moderasi beragama merupakan langkah besar untuk menumbuhkan toleransi di dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Melalui moderasi beragama, diharapkan trilogi kerukunan umat dapat terwujud kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah.

“Untuk itulah, nilai 3 utama yang menjadi fondasi toleransi tersebut diharapkan dapat tumbuh dari agama melalui praktek ajaran–ajaran agama yang kita yakini,” urainya.

Kemenag melalui Dirjen Bimas Katolik akan terus mendorong pembinaan dan meningkatkan berbagai ikthiar untuk mewujudkan pelayanan umat yang semakin baik.

Melalui Pesparani akan memberikan warna pada keragaman budaya, musik liturgi dan nyanyian dalam lingkungan Gereja Katolik.

“Apabila tumbuh rasa persatuan dan kesatuan maka segala persoalan bangsa dapat kita hadapi bersama–sama,” kata Zainut dengan nada optimis.

Kepada Gubernur dan jajaran Pemprov NTT yang telah menjadi Tuan Rumah Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022 tanpa mengenal lelah dan mendukung Pesparani, atas nama Pemerintah Pusat, ia mengucapkan terima kasih.

Hal–hal baik dalam perhelatan akbar ini dapat menciptakan inovasi baru pada pelaksanaan Pesparani Katolik Tingkat Nasional III Tahun 2025 mendatang.

Ucapan serupa juga, ia sampaikan kepada Dirjen Bimas Katolik, Panitia Pusat/Daerah, Tim Juri, para Uskup, para Pastor/Romo, para Suster, biarawan/i dan para pihak lainnya yang telah berjerih payah dan menyukseskan Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022.

Kepada para peserta kontingen dari 34 provinsi di Indonesia, ia mendorong untuk terus maju menjadi pelopor dalam mengembangkan budaya musik dan lagu dalam lingkungan Gereja Katolik sebagai kontribusi pada khazanah budaya Nusantara.

“Saya sangat bangga karena Panitia Pesparani melibatkan umat berkeyakinan lain bahkan Ketua Umum Panitia Pesparani Katolik Nasional II Tahun 2022 adalah seorang Tokoh Umat Muslim yaitu Haji Jamaludin Ahmad yang besok mengakhiri pengapdiannya sebagai PNS. Mudah–mudahan ini amal kebaikan. Ini adalah wujud kebersamaan toleransi ril yang sungguh mengakar di tanah NTT yang kita cinta ini, kota yang penuh damai dan kota yang terus mengembangkan nilai–nilai toleransi,” paparnya.

Karena itu, kata Zainut, NTT patut dicatat sebagai laboratorium kerukunan umat beragama.

“Inilah, dua dari moderasi beragama yang turut kita gaungkan. Contoh nyata dari tema yang kita angkat “Membangun Persaudaraan Sejati Untuk Indonesia Maju,” pungkas dia.

Zainut juga menyampaikan proficiat kepada Kontingen Maluku yang meraih juara umum kali ini, semoga prestasi ini akan menginspirasi kontingen lainnya untuk terus berkreasi dan berlatih mempersiapkan diri berkompetisi pada Pesparani Katolik Nasional III yang akan dilaksanakan di Ibu Kota DKI Jakarta Tahun 2025 mendatang.

“Kehadiran saudara/i bukan hanya sekedar bertanding, tapi menjadi duta, pembawa kabar damai, kabar persatuan dan kabar persaudaraan,” tutupnya.

Penutupan Pesparani Katolik Tingkat Nasional II Tahun 2022 di Kota Kupang, NTT, Senin (31/10/2022) ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Menteri Agama, Dr.Zainut Tauhid Sa’adi kolaborasi dengan bunyi lonceng gereja dan gong.

Hadir dalam acara penutupan itu antara lain, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Uskup Agung Ende, Uskup Maumere, Gubernur Sulawesi Tenggara, para Pimpinan Lembaga Agama se-NTT, Ketua Majelis Sinode GMIT dan Ketua MUI NTT. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya