Keluarga Wua Mesu Dukung Frans Aba Maju Gubernur NTT 2024

LARANTUKA-NTT PEMBARUAN.id-Keluarga Wua Mesu, salah satu Ikatan Keluarga Ende Lio yang berdomisili di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim) mendukung Frans Aba maju salah satu kandidat pada pemilihan Gubernur NTT pada Tahun 2024 mendatang.

Frans Aba diundang khusus oleh keluarga ini untuk menghadiri acara arisan Keluarga Wua Mesu, salah satu Ikatan Keluarga Ende-Lio yang berdomisili di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Minggu (13/8/ 2023).

Dalam acara yang berlangsung di Desa Watowiti tersebut, Frans Aba disambut dengan hangat oleh 88 kepala keluarga dan anggotanya, bukan sekadar sebagai anak keturunan Ende-Lio yang ekslusif, tetapi sebagai anak NTT yang inklusif yang bisa berbaur di mana saja dan berpengaruh secara positif untuk lingkungan masyarakat sekitar.

Ketua Paguyuban Ende-Lio di Larantuka, Karolus Kamis Putih menyampaikan selamat datang, kepada Bapak Frans Aba yang hadir dalam arisan keluarganya saat itu.

“Kita tidak sekadar berkumpul saja, tapi momen ini kami saling menguatkan, terutama memberi perhatian kepada sesama dalam semangat gelekat. Kehadiran Pak Frans ini adalah bagian dari niat baik gelekat,” ungkap Karolus.

Hal yang sama juga disampaikan Benediktus Wangga yang menyampaikan sudah lama tidak ada figur seperti ini.

“Jadi ada baiknya kita menyatakan sikap dukungan kepada beliau,”tandas Benediktus.

Di hadapan Keluarga Wua Mesu, Frans menjabarkan dua poin penting. Pertama, NTT ini, kata dia, memang harus dipimpin dengan lebih serius lagi. Karena tidak sedikit masalah yang harus diselesaikan secara utuh dan tegas.

Masalah utang provinsi, misalnya mencapai Rp 1,3 triliun yang berasal dari dana pemulihan ekonomi (PEN) dengan masa pengembalian hingga 2028.

Itu berarti siapa pun Gubernurnya, akan tetap berhadapan langsung dengan soal ini sepanjang 4 tahun pertama kepemimpinannya.

Nah, kalau soal penangan dan penyelesaian utang-piutang seperti ini, kata dia, tidak bisa ditipu bahwa ia memang kompeten untuk itu.

“Itu pekerjaan saya sehari-hari. Hanya memang saya perlu restu dan dukungan dari saudara-saudari semua, supaya saya bisa hadir dan mengintervensi kebijakan,” tukasnya.

Kedua, untuk program integrasi ekonomi pembangun, yang masih kurang dan harus dibuat efektif menurut dia, meningkatkan kualitas manajemen rantai pasok atau supply chain management (SCM) yang secara umum merupakan kegiatan yang meliputi perencanaan, pengaturan, dan penjadwalan arus produk dari mulai pengadaan hingga didistribusikan kepada konsumen. Beberapa masalah yang sering muncul dalam konteks rantai pasokan adalah biasanya berhubungan dengan hal-hal berikut.

Manajemen pengadaan barang, pemasok, dan risiko. Pengelolaan hubungan dengan pelanggan serta penentuan tingkat outsourcing. Nah kalau ini sudah diperhatikan, lanjutnya, jagung akan dapat pasarnya, ubi akan dapat pembelinya, dan ikan tak akan busuk di pasar. (yos/*)

Bagikan