RUTENG, NTT PEMBARUAN.id – Guru hebat adalah guru yang tidak hanya hebat bagi diri sendiri, tetapi guru hebat adalah guru yang mampu membuat perubahan bagi sekolah dimana mengabdi.
Demikian disampaikan oleh Widyaiswara Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Penjaskes-Bimbingan Konseling (P4TK-Penjaskes/BK), Hargio Santoso saat memberikan sambutan Pembukaan Kegiatan Lokakarya 4 Pendidikan Guru Penggerak, Angkatan 3 Kabupaten Manggarai, Sabtu (11/12/2021).
Di hadapan 71 Calon Guru Penggerak (CGP) dan Pengajar Praktik (PP) Angkatan 3, Kabupaten Manggarai, Hargio, sapaan akrab utusan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Penjaskes/BK menyampaikan bahwa Calon Guru Penggerak harus mampu membuat perubahan.
Perubahan itu tentunya berdampak pada kemajuan sekolah dimana CGP atau pun praktik pengajar mengabdi.
“71 Calon Guru Penggerak, Angkatan 3 Kabupaten Manggarai, harus mampu menjadi guru hebat. Guru hebat dimaksud adalah guru yang mampu membuat perubahan bagi sekolah. Guru hebat bukan guru yang hebat bagi dirinya sendiri. Guru yang hebat tentu adalah guru yang mampu bergerak dan menggerakkan semua komunitas sekolah sehingga akan berdampak pada sebuah perubahan yakni kemajuan bagi lembaga pendidikan”, terang beliau.
Dia menambahkan, seorang guru dikatakan hebat jika dia mampu mengambil hati para murid. Guru yang demikian tentu adalah guru yang memiliki nilai-nilai mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif dan berpihak pada murid.
“Guru yang hebat harus bisa mengambil hati para muridnya. Guru yang mampu mengambil hati para murid pastinya mereka (guru,red) yang memiliki nilai-nilai mandiri, reflektif, inovatif, kolaboratif, dan berpihak pada murid”, ucapnya.
Oleh karena itu, dia berharap agar 71 Calon Guru Penggerak dan 11 Pengajar Praktik Angkatan3, Kabupaten Manggarai harus mampu melakukan kolaborasi yang baik demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Manggarai. Sebuah gesekan menurutnya, tentu akan menghasilkan sebuah perubahan. Ibarat gabah yang digiling atau ditumbuk, tentu tidak akan menghasilkan beras jika gabahnya cuma segenggam, namun jika gabahnya banyak atau mencukupi, maka saat ditumbuk atau digiling, gesekan antara biji gabah akan menghasilkan beras yang baik pula.
“71 CGP dan 11 praktik pengajar adalah jumlah yang cukup untuk melakukan sebuah perubahan. Dibutuhkan sebuah gesekan atau kolaborasi yang baik agar bisa membuat perubahan pendidikan di Kabupaten Manggarai,” tukasnya.
Ibarat gabah segenggam, jika ditumbuk atau digiling tentu tidak akan menghasilkan beras yang baik, namun jika gabahnya cukup tentu ketika digesek dalam lesung atau penggilingan, gesekan antar gabah akan menghasilkan kualitas beras yang baik.
Senada dengan dia, perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai, Florensia Erni Seo, mengatakan pendidikan di Kabupaten Manggarai akan semakin maju manakala calon guru penggerak dan pengajar praktik terus melakukan kolaborasi dan tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi.
“Kolaborasi yang baik antara CGP dan Praktik Pengajar dan terus melakukan inovasi yang baik akan menghantar pada kesuksesan program pendidikan guru penggerak angkatan 3, Kabupaten Manggarai”, ucap Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai tersebut.
Di hadapan peserta lokakarya 4 yang diselenggarakan di Aula Misio, UNIKA Santu Paulus Ruteng, Erni menyampaikan terima kasih kepada peserta pendidikan guru penggerak Kabupaten Manggarai yang telah melakukan perubahan, inovasi, kreasi dan kolaborasi yang baik selama empat bulan yang telah lewat dalam program pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3 Kabupaten Manggarai.
“Saya patut memberikan apresiasi kepada CGP dan Pengajar Praktik, yang sudah melakukan perubahan dan praktik baik selama empat bulan terakhir. Saya tahu bahwa CGP dan Pengajar Praktik, selama ini telah melakukan inovasi, kolaborasi dan kreasi yang sangat berdampak baik bagi pendidikan di Kabupaten Manggarai. Saya bisa pantau karya inovasi, kreasi dan kolaborasi tersebut melalui media online, storyWA, Facebook, Instragram maupun lewat kanal Youtube yang dibagikan CGP dan Pengajar Praktik. Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kreativitas dan inovasi-inovasi tersebut”, kata Erni.
Sementara itu, Koordinator Pengajar Praktik Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3, Kabupaten Manggarai, Adrianus Ndiri Lirik, di hadapan panitia dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai menegaskan, Pengajar Praktik dan Calon Guru Penggerak berkomitmen untuk terus melakukan inovasi, kolaborasi dan kreasi sampai pada puncak kegiatan pendidikan guru penggerak.
“Saya mewakili rekan-rekan Pengajar Praktik dan CGP Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3, Kabupaten Manggarai tetap berkomitmen untuk terus melakukan praktik baik melalui karya inovasi, kreativitas dan kolaborasi dalam program pendidikan guru penggerak demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai”, terang Ardi kepada media ini.
Kegiatan lokakarya 4, Program Pendidikan Guru Penggerak, Angkatan 3 Kabupaten Manggarai tersebut dihadiri Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah, Kabupaten Manggarai, Fransiskus Borgias Hormat. Kegiatan yang dimulai jam 08.30 Wita hingga pukul 17.30 Wita itu berjalan dengan baik dan sesuai rencana.(fon)



