Categories Humaniora

Gubernur NTT Resmikan Gedung UPIP RSJ Naimata

KUPANG, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang,Rabu (8/4/2026).

UPIP merupakan salah satu fasilitas pendukung milik RSJ Naimata.

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatangan prasasti serta pengguntingan pita oleh Gubernur NTT. Setelah itu Gubernur NTT meninjau seluruh ruangan gedung UPIP untuk melihat langsung berbagai fasilitas sarana prasarana yang tersedia.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, perwakilan unsur Forkopimda Provinsi NTT serta pejabat lingkup Pemprov NTT dan Kota Kupang.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan penyertaan-Nya, pada hari ini kita dapat hadir bersama dalam acara Launching Gedung UPIP di RSJ Naimata Kupang dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Untuk urusan jiwa ini jangan dianggap remeh, dan kita bersyukur karena RSJ ini beserta sarana pendukungnya hadir di Kupang untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Gubernur NTT, Melki Laka Lena.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi NTT, ia mengucapkan selamat Paskah bagi umat Kristiani yang merayakan.

Kata Gubernur Melki, UPIP RSJ Naimata membuktikan kehadiran negara dalam menjamin peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat NTT.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah penting dalam pelayanan kesehatan di NTT. Peresmian Gedung ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan mental masyarakat,” tandas Mantan Anggota DPR RI dari Partai Golkar ini.

Selain itu, pembangunan Gedung UPIP ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan jiwa.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan yang menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses pelayanan kesehatan jiwa yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Ia menerangkan, masalah kesehatan jiwa seringkali menjadi “fenomena gunung es”.

Dimana selama ini, pasien dengan kondisi gaduh gelisah atau fase akut membutuhkan penanganan yang sangat spesifik dan cepat.

Dengan hadirnya fasilitas yang baru ini, kondisi pasien yang sifatnya urgent bisa dapat segera ditangani.

“Tentu, dengan kehadiran gedung UPIP ini adalah jawaban untuk :

1). Memberikan penanganan darurat psikiatri yang lebih manusiawi dan terukur.

2). Meningkatkan keselamatan pasien _(patient safety)_ serta keselamatan petugas medis dan 3). Mempercepat masa pemulihan pasien sebelum berpindah ke bangsal rehabilitasi,” terangnya.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan jiwa menurut Gubernur Melki, harus dilaksanakan secara komprehensif, terpadu, dan berkesinambungan, dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, keadilan, serta non-diskriminasi.

“Kehadiran Gedung UPIP ini diharapkan mampu memberikan pelayanan intensif bagi pasien dengan gangguan jiwa berat, sekaligus meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan,” tutur Melki.

Gubernur Melki menerangkan, kesehatan jiwa adalah pondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat.

Tanpa kesehatan jiwa yang baik, sulit bagi individu untuk berkembang, berkontribusi bagi keluarga dan memberikan yang terbaik bagi pembangunan daerah.

“Kita menyadari bahwa permasalahan kesehatan jiwa tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penguatan fasilitas layanan seperti UPIP ini menjadi sangat penting dalam rangka penanganan yang cepat, tepat, dan manusiawi,” kata Gubernur NTT.

Ia minta jajaran ASN Pemprov NTT dari unsur staf hingga pejabat untuk bisa mengecek kondisi kesehatan mental di sini.

“Ini penting, supaya kita tahu kondisi kita bagaimana, dan bisa bekerja dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa adanya gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Gubernur NTT memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran RSJ Naimata serta seluruh pihak yang telah bekerja keras, mulai dari tahap perencanaan hingga terealisasinya gedung ini.

Beliau berharap, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal didukung sumber daya manusia yang kompeten, profesional, serta berintegritas. Pelayanan yang diberikan harus menjunjung tinggi hak asasi manusia, menghindari stigma dan diskriminasi, serta mengedepankan pendekatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif.

Kepada seluruh tenaga medis dan non-medis di RSJ Naimata, ia titipkan gedung ini.

Fasilitas yang canggih tidak akan berarti apa-apa tanpa sentuhan kasih dan profesionalisme. “Jadikan tempat ini sebagai saluran berkat dan kesembuhan bagi saudara-saudari kita yang membutuhkan perhatian khusus. Semoga Tuhan memberkati niat tulus kita. Bersama kita wujudkan ‘NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan,: pungkasnya.

Sebelumnya, Plt. Dirut RSJ Naimata, Novy Enggelin Elim, dalam laporannya menginformasikan gedung UPIP tersebut dirancang dengan spesifikasi khusus sehingga pelayanan kesehatan dan perawatan pasien dengan gangguan kejiwaan bisa berjalan dengan optimal.

“Gedung ini juga dirancang dengan spesifikasi khusus terdiri dari 14 ruangan fungsional untuk mendukung proses terapi yang optimal. Kemudian ruang seklusi yang dibangun dengan prinsip lingkungan dengan pembatasan minimal, dimana hanya digunakan ketika benar-benar diperlukan untuk keselamatan pasien serta menjunjung tinggi hak asasi pasien,” jelas Novy.

Lebih lanjut, Novy menjelaskan bahwa gedung UPIP bukan saja menghadirkan bangunan fisik yang representatif, tetapi juga didukung peralatan medis untuk pelayanan kesehatan jiwa bagi para pasien.

“Peralatan yang kami miliki untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa antara lain alat Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) adalah alat neurofisiologi non-invasif yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menstimulasi sel saraf otak, membantu diagnosis, dan mengobati berbagai gangguan saraf atau pasien dengan gangguan depresi yang tidak merespon dengan pengobatan biasa. Kemudian kita juga punya alat Health Trend Variability (Variabilitas Detak Jantung atau HRV), alat ini sangat bermanfaat tenaga medis dalam memahami kondisi stres, kecemasan pasien secara berlebihan. Yang terakhir kita juga miliki alat Terapi Elektrokonvulsif (ECT) untuk mengalirkan arus listrik kecil dan terkontrol ke otak. Tujuannya adalah memicu kejang singkat dan aman di bawah pengaruh anestesi total, untuk mengobati gangguan mental berat seperti depresi berat, mania, dan skizofrenia,” sebut Novy.

Dengan adanya fasilitas dan peralatan ini, diharapkan pelayanan kesehatan jiwa di NTT semakin meningkat, tidak hanya dari sisi akses tetapi juga dari kualitas dan ketepatan penanganan.

“Ini merupakan langkah maju dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, profesional dan berorientasi pada pemulihan pasien,” tutupnya.(red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya