Categories Daerah

Di Belu, Gubernur NTT Tinjau Enam Lokasi

ATAMBUA, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena beserta rombongan menuju ke Kabupaten Belu, Sabtu (29/3/2025) setelah sebelumnya Kunker di Kabupaten Malaka.

Ikut mendampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat itu, yakni Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Oemboe Wanda dan Kepala Satuan Kerja Bendung I Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) Provinsi NTT, Frengky Welkis.

Enam lokasi yang dikunjungi Gubernur NTT di Kabupaten Belu meliputi, yaitu Calon Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Internasional di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Bendungan Rotiklot, Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan RI-Belu, lokasi Foodestate di Desa Fatuketi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Lokasi Pabrik Pakan Ternak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur dan PLBN Motaain.

Lokasi pertama di Calon Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Internasional, Gubernur NTT, Melki Laka Lena disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Vincente Hornai Goncalves bersama tokoh masyarakat setempat.

Di hadapan masyarakat, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional merupakan program strategis Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan RI kerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI.

Kata Mantan DPR RI Dapil NTT ini, Kabupaten Belu menjadi salah satu dari sedikit daerah yang beruntung untuk pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut.

Ada beberapa lokasi di Belu, namun yang dipilih yang di sini, dan sudah menjadi prioritas dalam usulan.

“Lahan ini merupakan aset milik Pemprov NTT dan siap kami hibahkan untuk pembangunan rumah sakit.

Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada Belu, sehingga melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan akan dibangun rumah sakit internasional di daerah ini,” jelas Melki Laka Lena.

“Jika nantinya dibangun, tentu bukan hanya layanan akses kesehatan bertaraf internasional saja yang kita miliki, namun akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi para lulusan tenaga kesehatan, khususnya masyarakat lokal di Belu. Anak-anak kita sendiri yang akan diprioritaskan bekerja di rumah salit ini,” tandas Melki Laka Lena.

Tinjau Bendungan Rotiklot

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau Bendungan Rotiklot di Belu, Sabtu (29/3/2025). (Foto : Dok.Biro Adpim NTT) Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau Bendungan Rotiklot di Belu, Sabtu (29/3/2025). (Foto : Dok. Biro Adpim NTT)

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Vincente Hornai Goncalves, Gubernur Melki Laka Lena dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Bandungan Rotiklot untuk meninjau langsung pemanfaatan bendungan tersebut.

Bendungan Rotiklot memiliki kapasitas tampung 3,3 juta meter kubik dengan luas genangan 24,91 hektare. Bendungan ini dirancang untuk mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda daerah tersebut sekaligus menjadi sumber irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.

Selain itu, Bendungan Rotiklot juga berfungsi sebagai pengendali banjir 500 m3/detik yang kerap terjadi di Kabupaten Belu yang memiliki musim hujan singkat yakni sekitar 3 bulan dengan intensitas tinggi.

Bendungan Rotiklot berada di daerah aliran sungai Mota Rotiklot, panjang sungai 6,41 kilometer dan luas daerah aliran sungai (DAS) 11,69 kilometer persegi. Tipe Bendungan Rotiklot adalah urugan random dengan tinggi 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, panjang puncak 415,82 meter dengan umur manfaat mencapai 50 tahun.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam kunjungan di lokasi itu, mengatakan Bendungan Rotiklot harus dimanfaatkan secara maksimal oleh berbagai pihak terkait yakni Pemprov NTT, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dan Pemkab Belu, sehingga dapat mendukung produksi pertanian dan penyediaan air baku bagi masyarakat sekitar.

“Walau sudah beroperasi bagi pertanian masyarakat sekitar, namun pemanfaatan bendungan ini belum sepenuhnya maksimal. Untuk itu, ke depan bendungan ini harus bisa berperan maksimal, khususnya untuk mendukung bukan saja kebutuhan air bersih, namun juga mendukung swasembada pangan,” jelas Gubernur NTT.

Kunjungi ke Unhan

Dari Bendungan Rotiklot, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menuju Kampus Politeknik Ben Mboi Universitas Pertahanan RI – Belu.

Politeknik Ben Mboi sendiri merupakan bagian dari Universitas Pertahanan RI, yang saat ini memiliki tujuh program studi dan sekarang telah terdapat empat angkatan.

Setiap angkatan terdiri dari 175 mahasiswa, menjadikan institusi ini sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi strategis di perbatasan Indonesia.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena didampingi Bupati dan Wakil Bupati Belu berkeliling melihat situasi dan kondisi kampus.

“Kita bersyukur kepada Pemerintah Pusat, dimana waktu itu Menteri Pertahanan yang dijabat Pak Prabowo Subianto memilih dan memberikan bagi NTT Politeknik yang luar biasa ini. Kami tentu akan optimalkan baik-baik kampus ini, sehingga para lulusannya dapat memberikan kontribusi dan dukungan bagi NTT di berbagai bidang pembangunan,” tutur Melki Laka Lena.

Kunjungi Lokasi Foodestate

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat meninjau lokasi Foodestate di Belu, Sabtu (29/3/2025) Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat meninjau lokasi Foodestate di Belu, Sabtu (29/3/2025)

Selanjutnya, sekitar pukul 18.10 Wita, Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama rombongan menuju lokasi Foodestate di Desa Fatuketi, Kecamatan Kaluluk Mesak.

Di lokasi tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena berdialog dengan warga masyarakat setempat sekaligus para kelompok tani terkait beberapa persoalan yang mereka hadapi, khususnya pasokan air untuk kebutuhan pertanian.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena pada kesempatam tersebut menginstruksikan langsung jajarannya bersama balai serta kelompok tani untuk dihitung kembali distribusi penggunanaan air, sehingga dapat mengairi secara merata antar blok yang ada.

“Coba dibikin perhitungan kembali agar penggunaan air lebih merata, pembagiannya adil, sehingga semuanya dapat. Pemanfaatan air juga harus kita gunakan sebijaksana mungkin. Intinya, soal manajemen air kita optimalkan benar-benar, sehingga produksi padi dan jagung juga baik. Nanti, saya instruksikan jajaran saya untuk kawal dan benahi ini semua,” terang Melki Laka Lena.

Tinjau Pabrik Pakan Ternak

Bersama rombongan, Gubernur NTT, Melki Laka Lena melanjutkan perjalanan ke lokasi Pabrik Pakan Ternak yang terletak di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto, Sabtu (29/3/2025) malam.

Gubernur Melki Laka Lena menyebutkan, dengan pemanfaatan yang maksimal, pabrik pakan ternak ini akan menjadi multiplier effect bagi para petani, khususnya petani jagung sehingga dapat men-support kebutuhan pakan para peternak.

“Ini satu-satunya pabrik pakan ternak yang ada di NTT dan ada di Kabupaten Belu, di perbatasan negara. Pabrik ini diberi dukungan oleh APBN melalui Kementerian Perindustrian, baik di era Pak Jokowi dan sekarang di era Pak Prabowo Subianto. Kami pastikan bahwa pabrik ini akan kami operasikan dengan maksimal, untuk membantu produksi pakan ternak agar bisa mensuplai kebutuhan para peternak di NTT, khususnya di Belu dan daerah sekitarnya,”jelas Gubernur Melki.

“Keberadaan pabrik ini juga tentu mempunyai multiplier effect bagi para petani jagung karena akan dibutuhkan bahan baku yang banyak untuk produksinya,” tambah beliau.

Gubernur NTT Tinjau PLBN Motaain

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau PLBN Mota'ain di Perbatasan Timor Barat - Timor Leste, Sabtu (29/3/2025) (Foto: Dok.Biro Adpim NTT) Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau PLBN Mota’ain di Perbatasan Timor Barat – Timor Leste, Sabtu (29/3/2025) (Foto: Dok.Biro Adpim NTT)

Walaupun sudah menunjukan pukul 20.30 Wita (jam 08.30 malam), namun tidak menyurutkan semangat Gubernur NTT, Melki Laka Lena untuk mengunjungi titik terakhir, yakni PLBN Motaain dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Belu.

Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika menyambut langsung kedatangan Gubernur NTT serta rombongan.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Melki Laka Lena menerima mendengar langsung penjelasan Kepala PLBN Motaain terkait pelayanan dan memastikan berbagai pihak lain seperti petugas Customs, Imigration, Quarantine, dan Security (CIQS) dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena mendorong agar jajaran PLBN Motaain tetap membangun koordinasi dan komunikasi antar petugas wilayah perbatasan guna meningkatkan pelayanan dan kelancaran serta keamanan setiap orang dan barang yang berada dalam pos lintas batas tersebut.

“Kami harapkan seluruh tugas negara di pos lintas batas ini berjalan dengan baik. Untuk itu, kami terus mendukung berbagai kebutuhan untuk memastikan semua bisa bekerja dengan baik,” kata Gubernur Melki.

Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika mengatakan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat di perbatasan.” ucap Rika.

Setelah peninjauan pada titik terakhir, Gubernur NTT serta rombongan menuju ke kediaman Bupati Belu untuk jamuan makan malam bersama sebelum bertolak kembali ke Kupang. (red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya