Bupati Edi Sebut Masih Banyak Desa Tertinggal di Manggarai Barat

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id—Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan masih banyak desa tertinggal dan sangat tertinggal dalam tiga tahun terakhir di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, sesuai dengan data terakhir sehubungan dengan indeks desa membangun di tiga tahun terakhir yang telah dirilis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia ada beberapa kategori soal desa.

“Yang pertama ada (desa, red) maju, yang kedua mandiri, yang ketiga berkembang, yang keempat tertinggal, yang kelima sangat tertinggal,” kata Edi Endi saat melantik sebanyak 61 kepala desa, Kamis (29/12/2022) kemarin di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat.

Ia menyebutkan, pada tahun 2020, 2021 hingga tahun 2022 dari 164 desa yang tersebar di Kabupaten Manggarai Barat belum menunjukan masuk dalam kategori desa mandiri maupun kategori maju. Sementara, kata dia, kategori berkembang, tertinggal dan sangat tertinggal masih banyak.

“Di tahun 2020, tidak ada satupun dari 164 desa yang ada di Kabupaten ini masuk dalam kategori maju. Untuk kategori mandiri hanya 2, yang berkembang ada 32, yang tertinggal ada 124 sangat tertinggal ada 6,” katanya.

“Lalu di tahun 2021 yang kategori maju tidak ada, mandiri 2, berkembang 45, tertinggal 113, sangat tertinggal 4. Di tahun 2022 desa maju tetap nol (tidak ada, red), yang mandiri sudah tidak dilakukan, yang berkembang sudah menjadi 82, yang tertinggal 82,” lanjutnya.

Ia berharap kepada kepala desa yang dilantik maupun elemen masyarakat harus sama-sama bekerja secara maksimal agar yang semula masuk dalam kategori sangat tertinggal di tahun 2023 tidak ada lagi.

“Untuk diingat, desa yang sangat tertinggal, Pertama, (Desa) Golo Nobo, Kecamatan Boleng, (Desa) Golo Ndari, Kecamatan Welak, (Desa) Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat, ini SK dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang baru saja kita peroleh,” papar Edi.

Ia mengatakan, Kabupaten Manggarai Barat merupakan daerah yang kaya akan potensi kekayaan alam melimpah. Dengan keadaan tersebut, ia mengajak agar para kepala desa yang baru saja dilantik bergerak terhadap rakyat agar keluar dari stigma sangat tertinggal tersebut.

“Kalau mau melihat potensi daerah kita ini, kabupaten ini tanah terjanji. Tinggal bagaimana para kepala desanya bergerak terhadap rakyatnya, agar pada saatnya keluar dari stigma sangat tertinggal, keluar dari predikat tertinggal. Keluar juga dari predikat berkembang, setidak-tidaknya kita masuk dalam kategori mandiri. Mandiri saja itu belum cukup kecuali masuk dalam kategori maju,” tandasnya.

Mantan anggota DPRD Mabar tiga periode itu menegaskan kepada para kades yang dilantik jangan membiarkan masyarakatnya bermalasan. Menurut Edi, kades harus memiliki kemampuan menggerakan rakyat lebih khusus roda ekonomi sektor pertanian di Manggarai Barat.

“Kalau sampai dibawa kepemiminan saudara-saudara yang baru dilantik tidak mengalami perubahan, itu artinya para kades yang baru dilantik memikul beban dan dosa yang sangat luar biasa. Karena ketidakmampuan menggerakan rakyatnya supaya roda ekonomi lebih khusus di sektor pertanian. Membiarkan rakyatnya untuk bermalas, maka yang menanggung dosa itu para kepala desanya” tegasnya.(fon)

Bagikan