LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id. Fasilitas publik proyek Nasional presiden Joko Widodo di Labuan Bajo sering kali disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Fenomena ini seringkali terjadi digunakan sebagai tiang pancang jemuran, sebagai tiang pancang baliho pemerintah daerah, bendera partai dan sejenisnya.
Sepekan terakhir, pantauan media ini, Pohon palem, di sepanjang ruas jalan Soekarno-Hatta, dijadikan tiang pancang baliho G20 yang bergambar Bupati dan Wabup Manggarai Barat.
Pohon palem yang sejatinya sebagai fasilitas pendukung pariwisata super premium malah dijadikan sebagai tiang pancang baliho bergambar orang nomor satu dan dua di Kabupaten Manggarai Barat.
Tentu ini merupakan tindakkan para oknum yang tidak bertanggungjawab.
Atas tindakkan oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, Netizen pun tidak tinggal diam. Kritikan bertebaran di media sosial Facebook.
Seperti halnya yang tercuat pada akun Facebook @peter Petrus. “Kalau daerah mau maju, masyarakat harus berkorban, biar tanpa ganti untung, yang penting maju. Apalagi dengan predikat super premium, tapi sangat disayangkan masih ada mental orang orang yang cari gampang, pohon palem yang harganya mahal dan didatangkan dari luar daerah hanya untuk dijadikan tiang baliho G20.
Postingan tersebut mendulang tanggapan dari Facebookers. Tanggapan positif pun berbau kritik pun muncul.
Akun Facebook @Masto Nana”semua berawal dari karena mau mental enak. Pohon pohon padahal sudah disiram biar hidup, seenaknya saja paku masuk dengan kedalaman yang luar biasa. Neka rabo ge. Cap cari gampang”
Selain @Masto Nana, akun facebook@Hirro Geger juga turut memberikan komentar “Selagi penguasa di Mabar. Semau gue mau tempel dimana”
Diikuti akun@Darius Jehanih “Kacau e aeh. Mudah mudahan satpol PP copot ni barang”
Sementara itu, ketika dikonfirmasi pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat melalui Wakil Bupati, Yulianus Weng justrus mempertanyakan soal aturan yang melarang pemasangan baliho pada fasilitas pendukung pariwisata super premium tersebut.
“Apa ada aturan yg melarang?” Tanya Wabup singkat melalui pesan Whatsapp. (fon)




