KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Hal yang paling spesifik di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 SMA Negeri 7 Kupang Tahun 2026 adalah Launching Program One School One Product (OSOP) TUNAVASI 7 dan Pengukuhan Kelas Khusus Olahraga Hockey.
“Itulah yang paling spesifik pada HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang yang kami rayakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026,” kata Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd, M.Hum kepada media ini di sekolahnya, Jumat (28/8/2026).
Salah satu agenda penting dalam perayaan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang adalah peluncuran program One School One Product (OSOP) yang diberi nama “TUNAVASI 7.”
Nama tersebut merupakan perpaduan antara kata “Tuna”, yang merujuk pada bahan baku utama berupa ikan tuna, dan “VASI” yang menggambarkan inovasi yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan produk.
Wemvrid menjelaskan, program tersebut dirintis oleh tiga orang guru bersama para siswa.
Untuk tahap awal, produk yang telah dihasilkan berupa abon ikan tuna.
Ke depan, pihak sekolah berencana berbagai produk olahan berbahan dasar ikan tuna, seperti nugget tuna, suwir tuna, serta bakso ikan tuna.
Program OSOP diharapkan tidak hanya menjadi inovasi sekolah, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk belajar mengembangkan kreativitas, keterampilan kewirausahaan, dan pemanfaatan potensi lokal.
Selain launching OSOP, SMA Negeri 7 Kupang juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey.
Wemvrid mengatakan, pembinaan olahraga hockey telah dilakukan di SMA Negeri 7 Kupang sejak beberapa tahun terakhir.
Program tersebut terus dikembangkan melalui pembentukan kelas khusus olahraga untuk mencetak atlet-atlet muda.
“Pada hari ini, kami juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey sebagai salah satu kegiatan yang kami miliki di sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan seleksi untuk membentuk kelas khusus tersebut sebagai bagian dari upaya regenerasi atlet hockey di NTT.
SMA Negeri 7 Kupang selama ini, lanjut beliau, dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga hockey di NTT.
Tahun ini ada 36 siswa kelas XI yang masuk dalam kelas khusus olahraga hocky ini.
Kegiatan pelatihannya 2 kali dalam seminggu dengan komposisi latihan, 50 persen akademik dan 50 persen olahraga.
Cabang olahraga hockey ini juga, lanjut dia, persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mewakili Provinsi NTT nanti.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah juga memberikan apresiasi kepada para perintis dan tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan hockey di NTT.
Salah satunya adalah Henok Bire, yang disebut sebagai salah satu tokoh legendaris dalam perkembangan olahraga hockey di NTT Tahun 1998.
Henok Bire dan Ruben Raja adalah salah satu tokoh legendaris hockey Tahun 1998 yang mewakili Indonesia untuk mengikuti pertandingan hockey tingkat internasional.
Wemvrid juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang sejak awal berinisiatif mengembangkan olahraga hockey di lingkungan SMA Negeri 7 Kupang.
“Kalau berbicara tentang hockey di NTT, salah satu basisnya adalah SMA Negeri 7 Kupang,” katanya.
Kata Wemvrid, usia 30 tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah institusi pendidikan.
Usia tersebut menunjukkan adanya proses kematangan, keteguhan, dan integritas sebuah lembaga.
“30 tahun menyatakan tentang kematangan, keteguhan, dan integritas dari sebuah institusi. Selama 30 tahun kita telah melewati berbagai proses,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru serta pendahulu yang menjadi penggagas sekaligus peletak dasar berdirinya SMA Negeri 7 Kupang.
Menurutnya, perjuangan para pendahulu tidak mudah.
Karena itu, generasi yang melanjutkan kepemimpinan sekolah memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut.
“Setiap masa ada pejuangnya dan setiap pejuang ada masanya. Setiap masa memiliki pejuang dan tantangan yang berbeda. Kami sebagai penerus tetap berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu,” katanya.
Ia mengakui selama perjalanan 30 tahun masih terdapat berbagai kekurangan. Namun, pihak sekolah tetap optimistis karena telah banyak prestasi yang diraih dan akan terus ditingkatkan pada masa mendatang.
Sementara itu Ketua Panitia HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang, Dra. Veronika Wahon, dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan antara siswa, guru, tenaga kependidikan, serta alumni.
Selain itu, kegiatan HUT juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama dan lingkungan, mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri siswa di bidang seni, budaya, olahraga, dan kewirausahaan.
Tujuan terakhir adalah memperkenalkan inovasi program sekolah melalui launching One School One Product, memperkenalkan kelas khusus olahraga hockey, serta pameran dan Bazar murid.
Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan HUT telah dilaksanakan sejak 24 Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, seluruh kegiatan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang dibiayai melalui dana iuran peserta didik (IPP) SMA Negeri 7 Kupang.

Dengan dibukanya kelas khusus olahraga hockey, SMA Negeri 7 Kupang berkomitmen melanjutkan pembinaan atlet muda sekaligus mempersiapkan generasi atlet yang dapat membawa nama NTT pada berbagai ajang olahraga nasional.
Tahun ini tema yang diusung adalah “30 Tahun Menenun Asa, Mewujudkan Generasi Berbudaya, Berkarakter, dan Berdampak.” Perayaan tiga dekade SMA Negeri 7 Kupang menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang sekolah dalam mendidik, membentuk karakter, mengembangkan potensi, serta melahirkan generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K. dengan bacaan Alkitab dari Keluaran 33:7-23.
Dalam khotbahnya, Hendrik A. Abineno mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang untuk melihat kembali perjalanan tiga dekade yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan dengan penuh harapan dan tekad.
Perjalanan sebuah lembaga pendidikan bukanlah sejarah yang selalu sempurna.
Ada berbagai pergulatan, tantangan, kekurangan, maupun keberhasilan yang menjadi bagian dari proses panjang membangun sebuah institusi pendidikan.
Ia menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam perjalanan SMA Negeri 7 Kupang, baik ketika melihat kembali sejarah masa lalu maupun ketika menyusun harapan untuk masa depan.
“Ketika kita merayakan ulang tahun, kita menoleh ke belakang untuk melihat apa yang telah terjadi dan melihat ke depan untuk merangkai mimpi, menggegam harapan, serta membangun tekad,” ujarnya.
Ia mengingatkan para guru dan tenaga pendidik bahwa mendidik anak-anak membutuhkan kesabaran, kasih, keteladanan, dan komitmen.
Para siswa datang dari latar belakang yang berbeda dengan karakter dan perilaku yang beragam.
Dalam kondisi tersebut, guru dituntut tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan tetap memberikan kasih kepada peserta didik.
“Seorang guru mungkin pernah marah karena tingkah laku anak-anak, tetapi harus berjuang mengendalikan amarah dan tetap mengasihi anak-anak dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda,” katanya.
Ia menggambarkan sekolah sebagai rumah kedua bagi para siswa.
Karena itu, seluruh warga sekolah diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, penuh kasih, serta menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan iman, kreativitas, talenta, dan karakter.
“Sekolah ini adalah rumah kedua. Dari rumah ini kita diajar menjadi pintar, berkarakter, beriman, merasa aman, serta belajar berbagi dan mengembangkan semua talenta yang kita miliki,” tuturnya.
Dalam ibadah syukur tersebut, keluarga besar SMA Negeri 7 Kupang juga turut mendoakan masyarakat dan para korban yang terdampak gempa bumi di Flores.
Perayaan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K., Sekretaris Federasi Hockey NTT, Hironimus Pati, Kepala SMA Negeri 6 Kupang, Hendrikus Hati, S.Pd., M.M., Tim Perintis Hockey NTT, Henok Bire, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maulafa, para orang tua murid, alumni, guru purna tugas, serta masyarakat. (red)



