RUTENG, NTT PEMBARUAN.id – Program Pendidikan Guru Penggerak, Kabupaten Manggarai mengadakan lokakarya 2 secara luring (luar jaringan) yang berlangsung di Puspita Efata Santu Aloisius Ruteng, Sabtu (2/10/2021).
Kegiatan lokakarya itu diadakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK PENJASBK) selaku penyelenggara Program Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Manggarai Angkatan 3 Tahun 2021.
Kegiatan tersebut sebagai lanjutan dari kegiatan lokakarya perdana yang diselenggarakan secara daring.
Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kabupaten Manggarai, Florensia Erni Seo, S. Pd.
Dalam sambutannya, Florensia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara P4TK-PENJASBK atas terselenggaranya kegiatan Lokakarya 2 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 3, Kabupaten Manggarai secara tatap muka.
“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Panitia P4TK-PENJASBK yang telah menyelenggarakan kegiatan lokakarya 2 ini secara luring atau tatap muka”, kata Florensia.
Lebih jauh, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Manggarai menyambut baik Program Pendidikan Guru Penggerak.
Menurutnya, Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan sebuah rahmat bagi daerah.
“Daerah tentunya menyambut baik Program Pendidikan Guru Penggerak. Kementrian meluncurkan program yang sangat baik dan ini merupakan rahmat bagi kami di daerah. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Manggarai selalu mendorong baik Pengajar Praktik maupun Calon Guru Penggerak agar dapat mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dengan baik”, kata Florensia di hadapan para guru praktik dan Calon Guru Penggerak Kabupaten Manggarai.
Dikatakannya, Program Guru Penggerak sangat bermanfaat demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Manggarai.
Oleh karenanya, beliau sangat berharap agar peserta lokakarya bisa menyelesaikan pendidikan selama sembilan bulan (9) bulan dengan baik sehingga melahirkan guru-guru hebat yang mampu menngerakkan pendidikan di Kabupaten Manggarai.
Pendidikan Guru Penggerak sangat baik untuk merubah mindset dan karakter sebagai pendidik.
“Oleh karena itu, mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, saya berharap agar semua peserta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik, sehingga bisa melahirkan guru penggerak yang mampu menggerakan pendidikan di Kabupaten Manggarai,” lanjut Florensia.
Sementara itu, Asesor P4TK PENJASBK, Yudha Prapantja, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai yang telah mendukung penuh kegiatan Pendidikan Guru Penggerak.
Menurutnya, perhatian Dinas terhadap Program Pendidikan Guru Penggerak sungguh sangat luar biasa.
“Atas nama Panitia penyelenggara P4TK PENJASBK, saya menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap program ini. Penyambutan yang luar biasa kami alami saat ini. Ini merupakan bukti bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai sungguh peduli dan mendukung penuh kegiatan ini”, kata Yudha.
Oleh karenanya, beliau yang hadir untuk melakukan monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan lokakarya 2 Kabupaten Manggarai, menyampaikan agar Calon Guru Penggerak dan Pengajar Praktik dapat menjalankan perannya dengan sebaik mungkin sampai program berakhir, sehingga akan memberikan dampak perubahan pendidikan di Kabupaten Manggarai ke arah yang lebih baik lagi.
“CGP dan PGP Kabupaten Manggarai harus bisa menjalankan perannya dengan baik, sampai pendidikan ini berakhir tujuh bulan ke depan. CGP dan PGP adalah ujung tombak sebuah perubahan. Perubahan cara pandang dalam proses pembelajaran dimana pembelajaran harus berpihak kepada peserta didik. Pembelajaran harus berpusat pada peserta didik atau Student’s Centre Learning”, terang beliau.
Senada dengan Yudha, Koordinator Pengajar Praktik Kabupaten Manggarai, Adrianus Ndiri Lirik, M. Pd mengatakan, Calon Guru Penggerak Kabupaten Manggarai luar biasa semangat, dan memiliki kemauan yang kuat dalam membuat perubahan proses pembelajaran dan pendidikan di Kabupaten Manggarai.
Hal ini, menurutnya terbukti dengan keaktifan dan partisipatif yang tinggi dalam berbagai kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, baik dalam pembelajaran modul dengan fasilitator dan Instruktur maupun dalam pendampingan individu dan lokakarya dengan para pengajar praktik.
“CGP Manggarai luar biasa, semangat, dan memiliki kemauan yang kuat untuk membuat perubahan dalam proses pembelajaran khususnya dalam dunia pendidikan Manggarai. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi untuk para CGP yang aktif dan sangat partisipatif dalam berbagai kegiatan PGP, baik dalam pembelajaran modul dengan fasilitator dan Instruktur, maupun dalam pendampingan individu dan lokakarya dengan para pengajar praktik,” tulis Ardi lewat Whatsapp Messengerkepada media ini.

Kepala SMP Negeri 6 Langke Rembong tersebut menjelaskan bahwa sejatinya, lokakarya diselenggarakan secara luring.
Menurutnya, kegiatan lokakarya secara luring lebih efektif karena terdapat banyak aktivitas Calon Guru Penggerak yang harus dibuat secara langsung, baik dalam bentuk kolaborasi dengan sesama Calon Guru Penggerak maupun melalui aktivitas mandiri.
Aktivitas dibuat guna membedah dan mendalami tema lokakarya agar membawa dampak dan manfaat bagi peserta lokakarya.
Sejatinya memang kegiatan lokakarya-lokakarya ini harus dilaksanakan secara luring karena terdapat banyak aktivitas CGP yang harus dibuat secara langsung, baik dalam bentuk kolaborasi dengan sesama CGP maupun melalui aktivitas mandiri.
Aktivitas tersebut dibuat guna membedah dan mendalami tema lokakarya agar membawa dampak dan manfaat bagi CGP.
Kegiatan lokakarya merupakan salah satu kegiatan dalam Program Pendidikan guru Penggerak, dimana Calon Guru Penggerak akan melakukan kegiatan pendalaman materi yang sudah dipelajari dalam modul pembelajaran yang dapat diakses melalui akun pribadi setiap peserta Program Guru Penggerak.
Kegiatan lokakarya 2, Program Guru Penggerak Kabupaten Manggarai diikuti 72 Calon Anggota Guru Penggerak didampingi 12 Pengajar Praktik.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 Wita dan berakhir hingga pukul 17.30 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan sukses. (fon)



