MBAY, NTT PEMBARUAN.id- Sejumlah pemuda dan pemudi Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesea, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belajar berwirausaha yang merupakan program integrasi dari Plan Internasional, Kopernik dan Bengkel AppeK.
Ketiganya bekerjasama dalam satu program yang diberi nama “Mata Kail” (mari kita kreatif agar ikan lestari) yang didanai oleh Eropa melalui program Sustainable Consumption and Production in Fish Prosessing Sector –Swistc Casia II .
Untuk Pulau Flores, program ini sudah masuk di tiga kabupaten, yakni Sikka, 10 desa, Nagekeo,10 desa dan Lembata, 10 desa. Fokus program ini pada Sustainable Consumption and Production (SCP) atau lebih dikenal dengan nama konsumsi dan produksi berkelanjutan di sektor pengolahan ikan, mengatasi pengangguran kaum muda, khususnya perempuan dan persoalan kekurangan gizi di desa.
Yang menjadi target pendampingan adalah kaum muda yang telah memenuhi kriteria–kriteria umum. Untuk itu, kaum muda diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang karakter diri, akses modal, literasi keuangan dan kewirausahaan untuk dapat bergerak maju dalam meningkatkan pendapatan dan peluang usaha dengan tetap menjaga ekosistem dan lingkungan alam sekitarnya.
Potensi kaum muda di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aeseaa, Kabupaten Nagekeo sangat besar untuk dikembangkan yang nantinya menjadi pioner dalam menjaga kelestarian lingkungan di Desa Tonggurambang.

Sunayan Kamaria, salah satu staf Desa Tonggurambang mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan Plan Internasional dan Bengkel AppeK ini berlangsung sejak tanggal 3—7 Februari 2020 di Kantor Desa Tonggurambang.
Kegiatan dibagi dalam 3 kelompok, dimana masing-masing kelompok berjumlah, 23 orang plus 3 orang pendamping, dan 2 orang fasilitator. Salah satu tujuan dari pelatihan ini untuk melatih kewirausahaan, manajemen diri, literasi keuangan dan akses modal.
Emiliana Wea, salah satu peserta pelatihan wirausaha itu mengaku, pelatihan berwirausaha seperti itu sangat bagus. “Kami dilatih dan belajar tentang cara berwirausaha. Kami banyak belajar tentang bagaimana cara membuat lamaran kerja yang baik dan curiculum vate yang benar,” kata Wea.
Wea merasa senang, karena dari pelatihan itu, dirinya mendapat ilmu pengetahuan baru tentang berwirausaha yang baik menuju sebuah kesuksesan.
Sebelumnya, Kepala Desa Tonggurambang, Toa Mullaf saat membuka pelatihan berwirausaha itu menyampaikan terima kasih kepada Plan Internasional dan Bengkel AppeK yang sudah memilih desanya sebagai desa binaan program Sustainable Consumption and Production (SCP). (mad)



