KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – UPTD SMP Negeri 14 Kota Kupang terdaftar sebagai salah satu penerima program revitalisasi satuan pendidikan Tahun 2026.
Kepala UPTD SMP Negeri 14 Kota Kupang, Merpati Oematan, S.Pd., mengatakan sekolahnya mengusulkan pembangunan gedung baru untuk mengatasi keterbatasan ruang sekaligus memenuhi kebutuhan fasilitas pendukung sekolah.
Menurut Merpati, proposal awal yang disiapkan sekolah mengusulkan pembangunan empat ruang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar. Proposal tersebut kemudian diubah setelah Ibu Anita Gah, Anggota DPR RI dari Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, datang langsung melihat kondisi fisik sekolah.
“Proposal awal yang kami siapkan itu, kami butuh empat ruang dengan anggaran kurang lebih Rp2 miliar. Tetapi ketika Ibu Anita melihat langsung kondisi fisik gedung, bangunan yang ada itu sudah sangat memprihatinkan sehingga beliau menyarankan untuk mengubah proposalnya dengan permintaan revitalisasi gedung dibangun dua lantai,” kata Merpati kepada wartawan di Kupang, Jumat (25/9/2026).
Perubahan proposal tersebut juga mempertimbangkan perkembangan jumlah penduduk di sekitar sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan ruang belajar.
“Karena sekolah kami di tengah masyarakat, jadi akan semakin adanya pertambahan penduduk. Jadi proposal kedua yang kami masukkan itu 14 ruang,” ujarnya.
Merpati menjelaskan, 14 ruang yang diusulkan tidak seluruhnya merupakan ruang kelas. Rencana tersebut mencakup sejumlah ruang yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran dan pelayanan sekolah.
Rinciannya meliputi ruang kelas, ruang UKS, Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, ruang Kesiswaan dan ruang Kesenian.
“14 ruang termasuk di dalamnya itu ada permintaan untuk ruang kelas, ruang UKS, Lab IPA, Lab Komputer, ruang Kesiswaan, ruang Kesenian,” jelasnya.
Untuk pembangunan gedung dua lantai dengan total 14 ruang tersebut, kebutuhan anggaran yang diusulkan mencapai Rp11 miliar lebih.
Kebutuhan pembangunan tersebut dinilai mendesak karena saat ini UPTD SMP Negeri 14 Kota Kupang harus menyesuaikan keterbatasan ruangan dengan jumlah siswa yang mencapai 831 orang.
Merpati mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah ruangan yang seharusnya digunakan untuk fungsi lain terpaksa dimanfaatkan sebagai ruang belajar.
“Kami memanfaatkan ruang Lab IPA dan ruang lainnya menjadi ruang kelas,” katanya.
Sementara itu, ruang UKS, Bimbingan Konseling (BK), dan Kesiswaan juga belum memiliki ruang khusus yang memadai. Ruangan yang saat ini digunakan untuk ketiga fungsi tersebut sebelumnya merupakan ruang kelas yang kemudian disekat menjadi tiga bagian untuk ditempati UKS, BK dan Kesiswaan.
Dengan kondisi tersebut, kebutuhan ruang belajar di sekolah juga belum ideal. Menurut Merpati, sekolah membutuhkan sekitar 30 rombongan belajar (Rombel) untuk menampung seluruh siswa secara lebih memadai.
Ia menambahkan, gedung lama sekolah yang dibangun pada 2007 juga sudah dalam kondisi yang memprihatinkan sehingga membutuhkan revitalisasi.
Terkait pelaksanaan program revitalisasi, Merpati mengatakan saat ini prosesnya masih berada pada tahap administrasi. Pihak sekolah masih menunggu undangan untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek).
“Kami masih menunggu undangan untuk mengikuti Bimtek. Kalau sudah Bimtek pasti dilanjutkan dengan pekerjaan fisik di lapangan,” tutupnya. (red)



