Categories Ekbis

Di Usia 101 Tahun, Oma Paulina Baru Rasakan Cahaya Listrik PLN

ENDE, NTT PEMBARUAN.id – Setelah lebih dari satu abad menjalani kehidupan dalam keterbatasan tanpa akses modernitas, Oma Paulina (101), seorang lansia yang tinggal di Jalan Prof. W.Z. Yohanes, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, akhirnya dapat tersenyum bahagia.

Untuk pertama kalinya, rumah sederhana yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya kini terang benderang oleh sambungan listrik PLN melalui Program Light Up The Dream (LUTD), Rabu (8/7/2026).

Program yang diinisiasi dari donasi sukarela para pegawai PLN ini menjadi wujud nyata kepedulian insan PLN dalam menghadirkan akses energi yang berkeadilan, sekaligus mengangkat kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Selama puluhan tahun, Oma Paulina hidup sebatang kara.

Saban hari, terutama saat malam menjemput, aktivitasnya hanya ditemani oleh penerangan seadanya dari pelita minyak atau lilin. Namun kini, di usianya yang telah menginjak 101 tahun, kegelapan itu sirna digantikan cahaya lampu yang stabil dan aman.

Proses penyalaan listrik di rumah Oma Paulina dilakukan langsung oleh Tim PT PLN (Persero) ULP Ende dengan penuh rasa kekeluargaan.

Bagi PLN, momen ini bukan sekadar urusan teknis mengalirkan arus listrik, melainkan momentum sakral untuk mengalirkan harapan baru.

Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat , Eki Putra , menyampaikan bahwa kisah Ibu Paulina adalah pengingat penting bahwa pemenuhan kebutuhan energi dasar harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Bagi PLN, listrik bukan sekadar menghadirkan energi, tetapi menjadi penggerak kehidupan. Listrik membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui Light Up The Dream, kami ingin memastikan semangat gotong royong insan PLN benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Eki menambahkan, melihat senyum Oma Paulina di usia seabad lebih memberikan suntikan moral yang luar biasa bagi seluruh tim di lapangan.

“Semoga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat program ini, sehingga tidak ada lagi saudara kita yang hidup dalam kegelapan,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan komitmen korporasi yang humanis di balik program ini.

“Listrik adalah kebutuhan dasar yang mampu mengubah jalannya kehidupan sebuah keluarga. Melalui Light Up The Dream, kami memastikan manfaat nyata BUMN hadir langsung di tengah masyarakat yang paling membutuhkan. Program ini memperkuat komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses energi di Nusa Tenggara Timur secara berkeadilan,” tegas Eko.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) ULP Ende, Immer R. Pakpahan, yang mendampingi langsung proses penyalaan di lokasi, mengaku sangat tersentuh.

Momen ketika saklar lampu pertama kali ditekan dan menerangi wajah senja Ibu Paulina menjadi salah satu catatan kerja paling berkesan bagi seluruh pegawai.

“Ketika melihat lampu pertama kali menyala di rumah Oma Paulina, kami menyadari bahwa yang kami hadirkan bukan sekadar aliran listrik, tetapi juga rasa aman, kenyamanan, dan martabat baru bagi kehidupan beliau di usia senja,” ungkap Immer.

Immer pun berharap hadirnya listrik ini dapat mempermudah segala aktivitas harian Oma Paulina. “Semoga cahaya ini membawa kenyamanan seutuhnya. Senyum dan rasa syukur beliau adalah energi positif bagi kami untuk terus melangkah dan menerangi pelosok negeri,” pungkasnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Oma Paulina menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan PLN.

“Saya tidak pernah menyangka di usia saya sekarang rumah ini akhirnya bisa menikmati listrik. Terima kasih kepada PLN dan semua pegawai yang sudah membantu saya. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu,” ucapnya haru.

Melalui Program *Light Up The Dream*, PLN terus membuktikan bahwa listrik tidak hanya menghadirkan terang, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat.

Di rumah sederhana milik Ibu Paulina, cahaya yang menyala malam itu menjadi simbol kepedulian, gotong royong, dan komitmen PLN untuk memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam menikmati manfaat energi listrik demi kehidupan yang lebih baik. (red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya