KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional pada acara penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025 yang digelar di Jakarta pekan lalu, dimana Provinsi NTT berhasil meraih pengakuan atas dedikasi dan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Apresiasi itu disampaikan Gubernur Melki saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (19/1/2025).
Ia menilai, capaian di sektor pertanian merupakan buah dari perencanaan program kerja yang terukur dengan baik didukung koordinasi dan sinergi yang kuat lintas sektor sehingga berdampak bagi masyarakat banyak. Ia ingin agar hal tersebut menjadi motivasi bagi perangkat daerah lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran dewasa ini.
“Selama ini kita dipandang daerah yang kering. Namun berkat inovasi, dan perencanaan program yang terukur, serta kerja sama yang solid, kita justru bisa jadi daerah dengan pengembangan pertanian berkelanjutan di daerah semi kering, meningkatkan produksi tanaman pangan lokal, dan berkolaborasi dengan petani untuk mengatasi tantangan iklim. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen kita, khususnya Dinas Pertanian NTT dalam mendukung visi nasional swasembada pangan di tengah kendala geografis dan cuaca ekstrem serta keterbatasan sumber daya,” jelas Gubernur Melki.
Gubernur Melki juga menyinggung hasil evaluasi tingkat nasional di sektor kesehatan, khususnya penanganan stunting di NTT.
Ia menyebutkan besarnya alokasi anggaran tidak berbanding lurus dengan hasil yang dicapai di lapangan.
Gubernur Melki memperingati agar gelontoran anggaran di sektor kesehatan, khususnya terkait stunting bukan hanya dihabiskan untuk kegiatan-kegiatan administratif belaka, namun harus berfokus pada masyarakat yang membutuhkan sehingga hasilnya efektif dan efisien.
“Kurangi yang namanya rapat-rapat. Atensi anggaran sektor kesehatan khususnya stunting nilainya besar, namun malah kurang berdampak bagi masyarakat penerima manfaat yang membutuhkan. Ini jadi perhatian serius,” tegas Gubernur Melki.
Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah dalam penyusunan perencanaan program dan kegiatan untuk menyajikan data yang _real_ dan tidak manipulatif.
Ia meminta agar perangkat daerah bisa jeli, sehingga program-program yang tidak berdampak di setiap sektor masing-masing perangkat daerah bisa dihilangkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat di setiap sektor dapat terakomodir.
“Jangan sajikan data atas dasar asal bapak senang (ABS) atau untuk kepentingan formal adminsitratif saja. (red/*)




