BA’A, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan kunjungan kerja (Kunker) perdana ke Kabupaten Rote Ndao, Kamis (1/5/ 2025).
Ada beberapa agenda yang dilakukan di Kabupaten Rote Ndao diantaranya panen raya padi dan diskusi panel dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pendidikan bagi SMA/SMK se-Kabupaten Rote Ndao di GMIT Talitakum, peninjauan SPPG di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, dan peninjauan Puskesmas Ba’a.
Turut hadir pada kunjungan ini,Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Anggota DPRD Provinsi NTT, Simson Polin dan Winston Rondo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, Plt. Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak dan Plt. Kaban Keuangan, Benhard Menoh.
Gubernur bersama rombongan bertolak dari Pelabuhan Tenau Kupang menggunakan Kapal Cantika Bahari jam 09.00 Wita dan tiba di Pelabuhan Ba’a, Kabupaten Rote Ndao jam 11.05 Wita.
Di Pelabuhan Ba’a, Gubernur disambut oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dedelusy Dethan bersama jajaran Forkopimda dan Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Rote Ndao dengan pengalungan kain adat Rote Ndao serta dipakaikan Ti’I Langga (topi adat Rote Ndao).
Mengawali kegiatannya di Kabupaten Rote Ndao, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan panen raya padi dan diskusi panel di Jemaat Talitakumi Mbueain Klasis Rote Barat.
Gubernur Melki Laka Lena turun ke sawah melakukan panen raya padi di lahan seluas 16,5 hektar yang dikelola Kelompok Tani Loudano I di Dusun Loudano, Desa Oenitas, Kecamatan Rote Barat.
Kegiatan ini diinisasi oleh Majelis Sinode GMIT bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT dilanjutkan dengan diskusi bersama.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, membangun daerah tidak saja dilakukakan oleh pemerintah sendiri, tetapi perlu kolaborasi bersama.
“Sejak awal, kami Melki -Johni sengaja mengambil tema membangun NTT dengan tagline “Ayo Bangun NTT” karena kami sadar betul bahwa pemerintah saja tidak punya kemampuan yang luar biasa untuk membangun NTT, sehingga kita membutuhkan dukungan dari banyak pihak agar membangun NTT dan juga Kabupaten Rote Ndao menjadi tugas kita bersama ,”ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dengan melibatkan semua pihak salah satunya tokoh- tokoh Diaspora NTT diharapkan dapat memberikan perubahan pembangunan semakin lebih baik.
“Kami juga ingin melibatkan kelompok tokoh Diaspora NTT. Waktu kemarin di Jakarta, kami menyempatkan bertemu dengan tokoh diaspora, baik yang menjadi tokoh- tokoh sukses di berbagai bidang maupun yang mengurus keluarga besar Flobamora di Jakarta, sehingga kami sepakat bahwa DPR RI dan Pemerintah Provinsi Kabupaten/Kota siap membangun NTT dan Kabupaten Rote Ndao dengan baik. Kami juga bertemu dengan para pengusaha, dan kita mengajak para pengusaha di berbagai bidang, baik itu kelautan, garam, lobster, dan sebagainya akan memberikan manfaat ekonomi bisa membangun NTT secara bersama- sama,” urai Melki Laka Lena.
Secara khusus untuk Kabupaten Rote Ndao ini, ungkap beliau, sudah dipersiapkan untuk pengembangan potensi unggulan yang ada.
Di Kabupaten Rote Ndao, tambahnya lagi, sudah ada rencana bersama Bupati Rote Ndao, selain pengembangan rumput laut, tambak garam, dan sumber daya kelautan perikanan.
Gubernur Melki mengajak seluruh jemaat untuk memprioritaskan membeli produk lokal dalam rangka mendukung program pemerintah “Beli NTT”.
“Kami kepingin ke depan, NTT dan Rote Ndao ini maju dan jangan lagi jual produk kita yang mentah dengan begitu saja. Jadi, harus ada gerakan untuk kita membuat hilirisasi dengan produk kita, sehingga jika sudah ada produk yang kita produksi sendiri itu yang kita utamakan untuk kita pakai, itu yang dapat menekan defisit kita dengan barang yang kita beli dari luar,”tutur Mantan Anggota DPR RI ini.
“Kita juga harus substitusikan yang punya kita sendiri, upayakan dulu pakai produk kita sendiri. Saya juga sudah minta agar semua bandara di NTT harus kita dirikan gerai NTT yang kita bayar sendiri dari pemerintah, sehingga diisi dengan produk UMKM NTT yang sudah mendapat izin BPOM, sehingga orang yang berkunjung ke NTT dapat mengetahui produk NTT ditempat- tempat itu,” ungkap Gubenur Melki.
Sementara Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur NTT kepada Kabupaten Rote Ndao dan siap berkolaborasi dalam membangun NTT.
“Kami berterima kasih kepada Gubernur NTT, yang telah mengumpulkan dan membawa seluruh Bupati/Walikota se-NTT untuk bertemu Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih. Hal ini diapresiasi dan disambut baik oleh seluruh Kementerian. Saya yakin di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Melki Laka Lena kolaborasi dengan semua pihak, baik Pemerintah Pusat, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, kami siap membangun NTT dan Rote Ndao semakin lebih baik lagi,”ucapnya.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pendidikan bagi SMA/SMK se-Kabupaten Rote Ndao Tahun 2025 sebesar Rp 2.302.694.600 dan penyerahan bantuan pertanian pengembangan padi, jagung, optimalisasi lahan dan dukungan alat mesin pertanian Tahun 2025 sebesar Rp 8.630.867.680.
Setelah melakukan kunjungan kerja dari kegiatan panen raya dan diskusi bersama, Gubernur NTT menuju salah satu Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain .
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT melakukan peninjauan ke tiap ruangan SPPG Metina yang bermitra dengan Yayasan Maritim Flobamora Nusantara untuk memastikan proses pengelolaan makan siang bergizi berjalan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto.
Gubernur Melki memberikan apresiasi kepada SPPG Metina sebagai SPPG pertama yang beroperasi di Kabupaten Rote Ndao.
“Saya bangga karena program ini sudah berjalan di Kabupaten Rote Ndao dari bulan Februari 2025, dan akan ada lagi untuk melengkapi 23 dapur yang dibutuhkan di kabupaten/kota se-NTT. Untuk itu, saya berpesan bekerjalah dengan hati, seolah-olah makanan ini diberikan kepada anak dari mama-mama sendiri,”ujar Gubernur Melki.
“Pak Ben Mboi, Mantan Gubernur NTT kita seorang Jenderal pernah mengatakan bagi para tenaga kesehatan itu, perlakukanlah pasien yang datang seperti saudaramu sendiri, itu dalam konteks kesehatan. Sedangkan, dalam konteks MBG, masaklah dan persiapkanlah makanan bergizi gratis kepada seluruh anak-anak SD, SMP, SMA juga balita dan ibu-ibu menyusui seperti mempersiapkan makanan bagi anak-anak dari keluarga kita sendiri. Kita akan mempersiapkan makanan itu dengan hati, tidak hanya ini bagian dari tugas dan program yang harus dikerjakan, agar ini menjadi bagian dari kita membangun sebuah upaya bersama bahwa kita dapat saling menyayangi satu sama lain,” harap Gubernur Melki.
Mengakhiri kunjungan kerjanya di Kabupaten Rote Ndao, Gubernur Melki meninjau Puskesmas Ba’a di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain.
Kunjungan ini untuk melihat kondisi pelayanan, sarana dan prasarana serta pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas Ba’a.
Dalam kunjungan itu, Gubernur Melki bertemu para dokter, dan tenaga kesehatan untuk memberikan semangat dalam pelayanan kesehatan bagi setiap pasien.
“Program ini adalah hadiah ulang tahun dari Bapak Presiden Prabowo bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga yang berulang tahun bisa langsung diperiksa di seluruh puskesmas. Program ini sangat bagus, mengajak kita semua agar mengetahui kondisi kesehatan, sehingga kita harus menjaga pola makan dan mengetahui pola hidup yang baik. Terima kasih kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan, perawat, bidan, farmasi agar terus bekerja dengan semangat, dan perlakukan semua pasien seperti keluarga sendiri, sehingga kita dapat melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh,” tandas Gubernur Melki. (red/*)



