Categories Humaniora

ATK Menuju Polteknik Kupang

Akademi Teknik Kupang (ATK) adalah kampus Teknik pertama di Kota Kupang, yang didirikan Tahun 1972 oleh Almarhum Gubernur Nusa Tenggara Timur, El Tari dengan biaya kuliah gratis pada saat itu. 

Kampus yang telah berusia 53 tahun itu, kini sudah memiliki gedung perkuliahan dan asrama sendiri.

Gedung Kampus dan Asrama ATK baru yang megah berlantai 4 menggunakan lift itu berada di Jalur 40, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Gedung Kampus dan Asrama ATK yang baru ini, merupakan bantuan dari Kementerian PUPR Tahun 2024.

Bagi Direktur Akademi Teknik Kupang, Ir.Pieter Djami Rebo, kehadiran kampus dan asrama ATK baru merupakan sebuah mujizat.

Tanah hibah untuk bangun gedung dan asrama ATK, kisah Mantan Kadis PU Provinsi NTT ini melalui sebuah pergumulan panjang.

Bangunan semewah ini ada, berawal dari adanya Program Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR berupa bantuan bangunan infrastruktur kepada sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi, terutama yang belum memiliki gedung.

“Kami manfaatkan peluang yang ada itu dengan mengajukan proposal bantuan pembangunan Gedung Kampus dan Asrama ATK ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, sehingga dibangunlah Tahun 2024,” ungkap Djami Rebo.

Pieter Djami Rebo percaya, bangunan semegah itu tidak terlepas dari hubungan emosional dengan Menteri PUPR, Mochamad Basuki Hadimuljono sebagai Mantan Dosen ATK, yang saat ini menjabat Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia optimis, dengan daya tampung 40 ruangan kuliah yang ada saat ini, ATK bisa menaikan statusnya menjadi Polteknik Kupang.

“Tahun depan, kami mulai rencanakan ATK menuju Polteknik dengan jenjang pendidikan S-1,” ungkap Djami Rebo.

Ada dua versi yang direncana, pertama, kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau diambil alih oleh Kementerian PU, maka personilnya dari kami, seperti tenaga dosen, pegawai, security dan lain-lain,” sebut beliau.

Alternatif kedua, masih merupakan kelas jauh dari Polteknik PU Semarang.

Sementara, rencana jurusan yang akan dibuka nanti ketika naik status menjadi Polteknik, yaitu Jurusan Jembatan, Jurusan Bangunan Air, Jurusan Bangunan Gedung, Jurusan Manajemen Proyek, dan Jurusan Pemeliharaan Infrastruktur.

Dari kapasitas atau daya tampung, lanjut dia, dari 40 ruangan kuliah yang ada bisa membuka 8 program studi (Prodi) atau sekitar 2.000 mahasiswa.

Sedangkan, untuk kapasitas asrama dari 40 kamar yang ada bisa menampung sekitar 160 orang mahasiswa.

Ke depan, ia juga merencanakan untuk perluasan lahan kampus 5 – 10 hektar.

Prioritas utama dalam penerimaan mahasiswa di lembaga perguruan tinggi ini adalah anak-anak NTT dengan uang kuliah tunggal (UKT) sangat murah hanya sebesar Rp 3 juta/semester.

Pieter Djami Rebo
Direktur Akademi Teknik Kupang, Ir.Pieter Djami Rebo

Dia mengaku, kebanyakan anak-anak yang masuk ke ATK selama ini hampir 60 persen adalah anak-anak yang tidak lolos masuk Undana Kupang.

Hal itu, sejalan dengan Motto ATK adalah batu yang terbuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru, merupakan kutipan dari Alkitab, khususnya Mazmur 118 : 22 dan Kisah Para Rasul 4 : 11.

Ungkapan ini memiliki makna simbolis, dimana batu yang dibuang mewakili seseorang yang ditolak atau tidak berguna, namun kemudian menjadi penting bagi sesuatu yang lebih besar.

Dalam konteks Kristen, “batu penjuru” melambangkan Yesus Kristus. Dalam konteks ini, “batu yang dibuang” adalah orang-orang yang dianggap remeh oleh orang lain, namun Tuhan mengangkatnya. Itulah, sebuah mujizat. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya