Categories Daerah

Kunker ke Sumba Timur, Gubernur NTT Kunjungi Enam Lokasi

WAINGAPU, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Pulau Sumba selama tiga hari mulai dari Sabtu (5/4/2025) hingga Senin (7/4/2025).

Kabupaten Sumba Timur, hari pertama yang dikunjungi Gubernur NTT.

Enam lokasi yang dikunjungi Gubernur NTT di Kabupaten Sumba Timur meliputi, memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kawangu, kunjungan ke PT. Muria Sumba Manis, meresmikan MCC (Maritime Command Center) Port Waingapu di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu, meninjau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Hambala, tatap muka bersama Bupati serta jajaran, Kepala SMA/SMK dan Asosiasi Pemerintah Desa seluruh Indonesia (APDESI) Sumba Timur dan meninjau Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba di Lewa.

Ikut mendampingi Gubernur NTT pada kunjungan kerja tersebut, Kadis Kelautan dan Perikanan NTT, Sulastri Rasyid, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambros Kodo, Plt. Kadis PUPR NTT, Benyamin Nahak dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Oemboe Wanda.

Tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 16.15 Wita, Gubernur NTT bersama rombongan disambut oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Unsur Forkopimda Sumba Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, serta Para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Sumba Timur.

Turut hadir pula Anggota DPR RI Komisi XIII, Umbu Kabunang Rudiyanto Hunga.

Selanjutnya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali bersama jajarannya menuju ke Puskesmas Kawangu, untuk memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Di hadapan para tenaga kesehatan, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menerangkan, CKG merupakan program inisiatif unggulan Presiden Prabowo melalui Menteri Kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi setiap warga masyarakat yang berulang tahun. Oleh karenanya, ia mengimbau agar keterlibatan para Kepala Wilayah seperti Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW dalam menginventarisir data para warganya akan meningkatkan persentase keberhasilan pelaksanaan program CKG ini.

“Di setiap Puskesmas yang telah saya kunjungi, saya selalu menjelaskan bahwa program CKG ini merupakan hadiah dari Presiden Prabowo kepada masyarakat Indonesia. Ini hak setiap warga. Jadi, harus dimanfaatkan dengan baik karena ini merupakan pembangunan kesehatan di daerah dan negara kita. Masyarakat harus memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, agar kesehatan masyarakat terpantau jelas,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

“Pak Bupati tolong instruksikan agar Puskesmas harus bersama-sama dengan Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW untuk mendata warganya yang berulang tahun sesuai dengan bulannya agar program ini bisa berjalan lancar,” imbuh Melki Laka Lena.

Kunjungan ke PT. MSM

Gubernur Melki kunjungi PT. MSM Sumba Timur

Masih di Sumba Timur, Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama rombongan rombongan meninjau serta berdialog dengan manajemen PT. Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan perkebunan tebu dan pengolahan gula terkemuka di Sumba Timur.

Kunjungan kerja serta peninjauan perkebunan dan pabrik gula ini bertujuan untuk memantau perkembangan sektor industri gula, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kualitas produk yang dihasilkan MSM.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi MSM dalam pengembangan ekonomi lokal dan menjadi motor penggerak ekonomi di dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.

la menekankan, pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Kami berharap, PT. MSM terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksinya yang berdampak nyata bagi perekonomian daerah serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumba Timur dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTT, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumba Timur,” ujar Melki Laka Lena.

Gubernur Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, namun membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami mendukung penuh MSM untuk berhasil menjadi salah satu pabrik gula terbesar di Indonesia dan berkelas dunia, bukan untuk menjadi kebanggaan Sumba Timur, Provinsi NTT saja, tetapi menjadi kebanggaan Indonesia,” ungkapnya.

Mewakili Manajemen PT.MSM, Syahgraha, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan dukungan yang diberikan Gubernur NTT, Bupati Sumba Timur dan Wakil Bupati Sumba Timur serta anggota DPR RI dan Forkompimda Sumba Timur.

“Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, pertumbuhan industri dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ucapnya.

la menjelaskan bahwa MSM terus memperkuat investasinya di sektor perkebunan tebu dan pengolahan gula di Sumba Timur sebagai bagian dari kontribusi terhadap swasembada gula nasional.

Saat ini, MSM telah mengembangkan kebun tebu seluas kurang lebih 4.400 hektar dan mengoperasikan pabrik gula berkapasitas produksi 600 ton gula per hari.

Lebih dari 3.500 lapangan pekerjaan telah tercipta, dengan lebih dari 90% tenaga kerja berasal dari Sumba Timur.

Hal ini sejalan dengan visi MSM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberdayakan masyarakat setempat.

Tak hanya fokus pada sisi produksi, MSM juga menjalankan inisiatif lingkungan bertajuk Program Hijau Manise sebagai wujud nyata dari komitmen kebijakan ramah lingkungan MSM, yang hingga saat ini telah menanam lebih dari 20.396 pohon teduhan dan produktif di atas lahan seluas 155 hektar.

Program ini dijalankan secara kolaboratif dengan berbagai pihak dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami percaya, keberlanjutan tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi, sosial yang harmonis dan ekonomi yang lestari.

Dukungan dari pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat setempat menjadi fondasi penting bagi keberhasilan bersama,” jelas Syahgraha.

Sebagai hasil yang terasa sangat manis adalah saat MSM turut berkontribusi mendukung Kabupaten Sumba Timur untuk berhasil keluar dari kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 490 Tahun 2024.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan pemerintah yang memungkinkan terciptanya iklim yang kondusif bagi pembangunan dan investasi berkelanjutan di Sumba Timur selama ini. Komitmen MSM adalah untuk terus tumbuh bersama masyarakat, menciptakan manfaat jangka panjang, dan membangun Sumba Timur yang lebih maju,” tutup Syahgaraha.

Sekilas mengenai PT. Muria Sumba Manis (MSM) yakni merupakan perusahaan yang memfokuskan diri dalam pengembangan industri perkebunan di wilayah Indonesia Timur melalui penanaman tanaman perkebunan tebu beserta pabrik gula yang memulai produksinya pada akhir Tahun 2021. Melalui semangat “Grow in Harmony”, PT. Muria Sumba Manis berkomitmen penuh untuk membangun industri perkebunan dan pengolahannya dengan memberikan nilai tambah dan manfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah PT. Muria Sumba Manis beroperasi.

Dalam menjalankan operasional, PT. Muria Sumba Manis senantiasa berupaya mewujudkan kegiatan agribisnis yang berkelanjutan dan menerapkan praktik-praktik perkebunan terbaik serta ramah lingkungan.

Meresmikan MCC Port Waingapu

Gubernur Melki MCC Port Waingapu

Setelah itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena memantau kesiapan moda transportasi laut dalam menghadapi puncak arus mudik lebaran Tahun 2025 yang diperkirakan tanggal 10 sampai dengan 14 April 2025 sekaligus meresmikan Maritime Command Center (MCC) di KSOP Pelabuhan Waingapu, Sumba Timur.

Peresmian ini menandai langkah penting dalam meningkatkan pusat integrasi data maritim yang merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor KSOP Waingapu untuk meningkatkan pemantauan, pengawasan dan koordinasi kegiatan maritim di wilayah Pulau Sumba.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kinerja Kementerian Perhubungan, khususnya KSOP Waingapu, yang telah bekerja keras dalam mewujudkan terintegrasinya sistem pemantauan maritim melalui teknologi informasi. “Dengan adanya MCC ini, kita berharap dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, melindungi lingkungan maritim, serta memantau secara lebih efektif kegiatan pelabuhan yang sangat vital bagi perekonomian daerah,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya teknologi informasi dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan.

“Pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi dalam Maritime Command Center (MCC) akan mempermudah pemantauan berbagai kegiatan di pelabuhan, mulai dari proses pelayaran hingga arus distribusi barang. Ini juga merupakan upaya nyata dalam menjamin kelancaran logistik dan menekan disparitas harga barang yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di NTT,” tambah Melki.

Maritime Command Center (MCC) di Pelabuhan Waingapu akan berfungsi sebagai pusat integrasi data maritim yang menghubungkan berbagai sistem dan informasi terkait kegiatan pelabuhan. Dengan adanya MCC, para pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, pelaku industri, maupun masyarakat akan dapat mengakses informasi yang lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi dengan baik.

Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan melalui KSOP Waingapu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pelabuhan, baik dari segi keselamatan pelayaran, efisiensi operasional maupun perlindungan lingkungan maritim. Teknologi ini akan memastikan bahwa segala bentuk kegiatan yang berlangsung di pelabuhan dapat terpantau dengan cermat, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan lingkungan.

Selain itu, kehadiran MCC juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Waingapu sebagai pintu gerbang logistik di wilayah timur Indonesia. Dengan pemantauan yang lebih efektif, diharapkan distribusi barang antar pulau dapat berlangsung lebih efisien, sehingga dapat mengurangi biaya logistik yang tinggi dan mempercepat proses distribusi barang ke daerah-daerah terpencil.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali pada kesempatan itu mengatakan, dengan adanya MCC diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi, khususnya sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata di Sumba Timur.

“MCC akan mempermudah koordinasi dan pengawasan kegiatan di pelabuhan, yang sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap, ini akan menjadi pendorong bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sumba Timur,” ujarnya.

Meninjau Dapur MBG

Gubernur NTT, Melki Laka Lena tinjau MGB di Sumba Timur

Titik berikut yang dikunjungi Gubernur NTT, Melki Laka Lena adalah Dapur MBG, Dapur Sehat Mom Jes dan Aleth yang dikelola oleh Yayasan Maritim Flobamora Nusantara. Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program sosial yang bermanfaat. Saat itu, Gubernur Melki Laka Lena melihat setiap ruangan Dapur MBG dengan fungsinya masing-masing.

Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi langkah yang diambil Pemkab Sumba Timur, dalam memastikan masyarakat memiliki akses terhadap makanan bergizi.

“Hal ini sangat penting dan perlu didukung oleh semua pihak. Makanan bergizi adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif,” jelas Gubernur Melki Laka Lena.

Program ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sumba Timur dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara gratis.

Setelah melakukan beberapa rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Sumba Timur, Gubernur NTT, Melki Laka Lena bersama rombongan melanjutkan acara ramah tamah di rumah Jabatan Bupati Sumba Timur, Sabtu (5/4/2025) malam.

Turut hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala SMA/SMK se- Kabupaten Sumba Timur serta Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apedsi) Sumba Timur.

Pada momentum tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengimbau agar para Kepala SMK dan SMA lebih aktif mendorong keterlibatan para siswa/i masuk dalam sektor produktif dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat langsung di lapangan guna menjawab tantangan perkembangan zaman serta dapat mengoptimalkan potensi daerah.

“Kami ingin mulai ada pemikiran bahwa di tingkat pendidikan SMA dan SMK masuk pada sektor-sektor produktif sesuai dengan potensi dan keunggulan yang ada pada daerah masing-masing.

Ke depan, anak-anak SMA/SMK harus mulai terbiasa untuk masuk kebun, sawah, urus ternak, bertani dan masuk laut. Kurikulum potensi daerah akan kita desain agar anak kita di Sumba tahu potensi yang ada di daerah tempat tinggalnya. Karena daerah akan maju jika potensinya di dipahami, dikelola dan dikembangkan oleh para generasi muda,” ujar Melki.

“Kita juga akan dorong anak-anak kita belajar, pahami dan terlibat dalam pelaksanaan program-program yang ada pada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” tandas Melki Laka Lena.

Dalam sekapur sirihnya, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali menyampaikan ucapan selamat datang kepada Gubernur NTT dan mengucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan mengunjungi masyarakat Kabupaten Sumba Timur.

Di sela kegiatan ramah tamah, dipadukan juga dengan Penyerahan Alokasi DAK dan DAU spesifik Grant Tahun 2025 untuk pendidikan Menengah (SMA/SMK) dan Pendidikan Khusus (SLB) dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Timur sebesar Rp 3.490.000.000.

Kunjungan ke STT GKS di Lewa

Pada Minggu (6/4/2025) pagi, sebelum menuju ke STT – GKS di Lewa, Gubernur NTT, Melki Laka Lena terlebih dahulu mengikuti misa di Gereja Paroki Sang Sabda Lewa.

Setelah mengikuti misa, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menuju ke STT – GKS Lewa untuk bertatap muka bersama para pengajar dan mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengajak para mahasiswa untuk mengikuti pendidikan sesuai kurikulum di STT GKS Lewa.

Ia minta, agar para pengajar dan mahasiswa dapat memanfaatkan waktu luang untuk menekuni beragam potensi daerah, baik pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan.

Ia meminta agar beberapa lahan yang dimiliki oleh GKS dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk ditanam, baik padi, jagung maupun tanaman hortikultura.

“Jangan biarkan ada lahan yang terbengkalai. Lahan milik GKS harus bisa dimanfaatkan. Untuk itu, saya minta dosen dan mahasiswa ketika ada waktu luang, belajar juga terkait pertanian, perkebunan, peternakan dan langsung praktekkan di lahan yang ada,” pinta Melki.

“ Kita mulai membiasakan mencintai produk-produk lokal. Contohnya, gunakan dan konsumsi air mineral produksi daerah kita sendiri, produk-produk lainnya yang juga dihasilkan dari UMKM kita sendiri. Itu bagian dari kita, untuk mendukung pengembangan produk lokal dan akan meningkatkan perekonomian di Sumba,”pungkasnya.

Mengakhiri kunjungannya di Sumba Timur, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menuju ke Kabupaten Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk melanjutkan rangkaian safari Kunkernya di Pulau Sumba. (red/*)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya