KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin apel bersama seluruh ASN Lingkup Pemprov NTT di halaman depan Kantor Gubernur NTT, Senin (10/3/2025).
Turut hadir Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Staf Ahli, Asisten Sekda dan seluruh Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT.
Apel bersama ini merupakan kali ke dua yang dipimpin Gubernur NTT setelah sebelumnya Gubernur Melki Laka Lena memimpin apel perdana, Senin (3/3/2025) lalu.
Dalam arahannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena meminta jajaran perangkat daerah fokus terhadap berbagai program kerja yang telah dibahas dalam rapat-rapat sebelumnya.
“Sudah seminggu, saya dan Wakil Gubernur berkantor di sini. Terkait program kerja, telah kita lakukan beberapa kali pertemuan, rapat dan diskusi bersama Pimpinan Perangkat Daerah. Hal ini menjadi komitmen dan kerja kolaboratif kita ke depan,” ujar Gubernur NTT.
“Semua program Melki-Johni juga dipahami agar bisa disinergikan dengan program Pemerintah Pusat, program-program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, sehingga dapat dilakukan di masing-masing perangkat daerah dengan baik,” kata Melki.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi bersama Bupati/Walikota se-NTT untuk mensinkronkan berbagai program kerja.
Bersama Pimpinan Perangkat Daerah, ia akan bertemu dan berkoordinasi dengan beberapa kementerian untuk menyelaraskan program kerja pusat dan daerah.
“Setelah konsolidasi bersama Bupati/Walikota se-NTT, dan perangkat daerah dengan beberapa kementerian, kita harus bergerak lebih cepat lagi. Usai Lebaran dan Paskah, kita akan turun langsung ke lapangan sesuai lokus dan fokus masing-masing bidang tugas kita di OPD,” jelas Melki.
Gubernur NTT mengharapkan ke depannya, setiap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi setiap program kegiatan lebih mikro agar hasil yang dicapaipun terukur.
“Semua rencana target, kita buat lebih fokus, dimana program-program tersebut bisa berdampak dan terukur. Jadi, kalau kita bicara stunting, kita harus bisa bedah, stunting tersebut ada di kecamatan mana, kelurahan dan desa mana, posyandu mana, namanya siapa, sehingga setiap perangkat daerah yang turun langsung memiliki target dan dampak yang jelas dan terukur hasilnya. Dari situ, kita semua punya kewajiban untuk menyukseskan seluruh program kerja sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan untuk membangun NTT,” ungkap Gubernur Melki.
Lebih lanjut, Melki Laka Lena menyampaikan hasil pertemuannya bersama Menteri Koperasi dan UMKM, dimana ia berkomitmen menjadikan NTT sebagai daerah pertama yang mengimplementasikan program Koperasi Merah Putih.
“Ke depan, koperasi akan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi di tingkat desa dalam rangkai memutus mata rantai tengkulak, rentenir dan memberdayakan seluruh masyarakat di tingkat bawah,” kata Melki.
![]()
“Koperasi itu merupakan benteng pertahanan, sehingga harus kita persiapkan dengan baik, terlebih NTT merupakan provinsi koperasi dengan persentase tertinggi se-Indonesia. Tentunya berangkat dari berbagai dasar ini, Koperasi Desa Merah Putih harus bisa kita eksekusi dengan baik di NTT.” pungkas Melki.
Untuk diketahui, Koperasi Desa Merah Putih adalah program Presiden Prabowo yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pengembangan koperasi.
Tujuan program ini adalah memutus mata rantai kemiskinan di desa, meningkatkan perekonomian desa dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.(red/*)



