Categories Daerah Humaniora

Salah Satu Penyebab Stunting, Kurangnya Asupan Gizi Anak dan Sanitasi Buruk

OELAMASI, NTT PEMBARUAN.id – Salah satu faktor penyebab terjadinya stunting di Kabupaten Kupang adalah kurangnya asupan gizi anak dan kondisi sanitasi yang buruk.
Pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting, yaitu melalui peningkatan kepemilikan akses sanitasi dasar yang layak dan aman bagi masyarakat melalui program sandes.

Demikian Bupati Kupang, Korinus Masneno saat membuka kegiatan Focus Group Discussion II Program Sanitasi Pedesaan Padat Karya (Sandes) Tingkat Kabupaten Kupang yang digelar di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Kamis (28/10/2021).

Dari kegiatan ini, Bupati Masneno berharap, dapat meningkatkan pemahaman bersama terhadap keberlanjutan pelaksanaan penyelenggaraan program Sandes, terutama pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat, penurunan angka stunting, meningkatkan jumlah kepemilikan jamban dan tanki septik yang layak dan aman, sehingga dapat menjawab amanat RPJMD Kabupaten Kupang 2019-2024 .

Targetnya adalah prosentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak sebesar 91,3% di akhir 2024 dimana capaian sanitasi layak saat ini sudah mencapai 89,4%.
Jika target RPJMD ini bisa dicapai maka Kabupaten Kupang juga turut memberikan kontribusi pada pencapaian target nasional.

Dimana, target RPJMN 2020-2024 yakni tersedianya sistem layanan sanitasi yang berkelanjutan melalui peningkatan jumlah kepemilikan rumah tangga yang memiliki hunian dan akses air limbah domestik layak sebesar 90% (termasuk 15% akses aman di dalamnya).

Selain itu, Bupati juga menyinggung soal masalah persampahan yang juga merupakan salah satu aspek sanitasi yang perlu diperhatikan.

Kolaborasi pendanaan pusat dan daerah kiranya menjadi salah satu strategi untuk membangun infrastruktur persampahan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanitasi Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Tinny Touselak menjelaskan, program sanitasi perdesaan padat karya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal.

Kegiatan itu juga dalam rangka menurun angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting.

Tahun 2022, untuk Kabupaten Kupang diintervensi oleh Sandes melalui Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah NTT dengan 2 tahap kegiatan.

Tahap pertama, untuk 10 desa sasaran yaitu Desa Tunfeu, Oben, Tasikona, Oepaha, Oenif, Soba, Nekbaun, Merbaun, Kotabes, dan Oenoni II dengan total, 302 unit akumulasi dari jamban, dan tanki septik individu dengan alokasi anggarannya sebesar Rp 5 miliar.

Tahap kedua, dilakukan penambahan 4 desa lokus stunting yaitu Desa Oenif, Tasikona, Nekbaun, dan Oenoni II dengan total 113 unit.

Prosentasi pekerjaan fisik Tingkat Kabupaten Kupang untuk realisasi keuangan tahap pertama 100 persen dan tahap kedua 74, 75 persen.

Acara ini dilanjutkan dengan serah terima sarana prasarana sanitasi yang sudah terbangun, seperti jamban dan tanki septik individu yang diterima oleh masyarakat selaku penerima manfaat.

Berita acara serah terima itu ditandatangi Bupati Kupang, Korinus Masneno, PPK Sanitasi BPP Wilayah NTT, Tinny Touselak, Kades Oenif Kecamatan Nekamese, selaku koordinator kelompok pemanfaat dan pemelihara, serta penerima manfaat.

Turut hadir saat itu,Kepala BP4D Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kupang, Teldy Sanam, para Kades sasaran program Sades Tahun 2021 dan para fasilitator lapangan. (Prokopim Setda Kab Kupang/red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya