Categories Humaniora

Warga Diajak Kumpulkan Arsip Sejarah Kota Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Pemerintah Kota Kupang mengajak masyarakat ikut menyelamatkan berbagai arsip dan cerita sejarah daerah melalui Gerakan Penyelamatan Arsip Sejarah Kota Kupang Tahun 2026.

Gerakan yang dikemas dalam Poling dan Sayembara Arsip Sejarah Kota Kupang ini menjadi bagian dari persiapan program “Kupang Pung Cerita 2027”. Masyarakat diajak mengumpulkan foto lama, dokumen, cerita lisan, dan berbagai bukti lain yang merekam perjalanan Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (5/11/2026).

Jeffry mengatakan, penyelamatan arsip bukan sekadar urusan menyimpan dokumen lama. Lebih dari itu, arsip merupakan bukti perjalanan kota dan bagian dari ingatan bersama masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, perkembangan Kota Kupang saat ini tidak terlepas dari berbagai peristiwa dan perubahan yang terjadi pada masa lalu. Karena itu, informasi mengenai perkembangan wilayah, perubahan bangunan, kebudayaan, hingga kehidupan masyarakat perlu dikumpulkan dan didokumentasikan.

“Pembangunan kota bukan semata-mata tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menjaga identitas dan sejarahnya. Kita harus menghimpun cerita perjalanan Kota Kupang, mulai dari masa lalu, hari ini, hingga masa depan, agar menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar setiap informasi sejarah yang dikumpulkan tidak langsung dianggap sebagai fakta. Cerita, foto, dan dokumen yang masuk perlu diperiksa serta dikaji oleh para ahli untuk memastikan kebenarannya.

“Banyak cerita yang harus kita himpun dan luruskan. Setiap cerita yang akan menjadi bagian dari sejarah harus melalui pembuktian dan pengujian oleh para ahli, agar kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Melalui gerakan ini, Pemkot Kupang mengajak perangkat daerah, camat, lurah, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, komunitas, serta pemilik arsip untuk berpartisipasi. Warga yang memiliki foto lama, surat, dokumen, atau cerita tentang sejarah Kota Kupang diharapkan dapat menyumbangkannya untuk dihimpun dan diteliti.

Ketua Panitia sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Frangky Amalo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan mengumpulkan berbagai sumber sejarah yang masih tersebar di masyarakat.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan arsip, gerakan tersebut juga diarahkan untuk membangun basis data sejarah Kota Kupang yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Seluruh bahan yang terkumpul nantinya akan dikaji bersama tenaga ahli sebelum diolah menjadi dokumentasi sejarah. Hasilnya diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus warisan bagi generasi mendatang melalui program “Kupang Pung Cerita 2027”.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir akademisi Program Studi Sejarah Universitas Nusa Cendana, Ayu Fenrianti Akbar, serta Prof. Dr. Pdt. Ebenheizer Nuban Timo sebagai narasumber. Hadir pula sejumlah pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, dan mahasiswa. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya