KUPANG, NTT PEMBARUAN.id- Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang kembali mencetak tiga guru besar.
Pengukuhan ketiga guru besar itu dihadiri Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang berlangsung di Graha Cendana Undana Kupang, Selasa (5/8/2025).
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ini dipimpin oleh Rektor Undana Kupang, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc.
Ketiganya tercatat sebagai Guru Besar ke 69,70 dan 71 di Universitas Nusa Cendana Kupang.
Ketiga Guru Besar yang dikukuhkan itu masing-masing, Prof. Dr. Drs. Hikmah, M.Pd, Guru Besar Bidang Kepakaran Teknik Lingkungan dan Penyehatan pada Fakultas Keguruan dan limu Pendidikan, Prof. Dr. Ir. Arifin Sanusi., M.T, Guru Besar Bidang Kepakaran Energi Terbarukan pada Fakultas Sains dan Teknik, dan Prof. Dr. Drs. Petrus Kase, M.Soc., Sc, Guru Besar Bidang Kepakaran Analisis Kebijakan Publik pada Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan Guru Besar bukan sekadar puncak karier akademik, tetapi sebuah peneguhan bahwa ilmu pengetahuan harus hadir untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan nyata masyarakat. Setiap kepakaran yang dimiliki para Guru Besar ini memiliki relevansi strategis bagi pembangunan di daerah ini.
Kepada ketiga Guru Besar yang dikukuhkan, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan selamat dan proficiat atas pencapaian akademik yang luar biasa ini.
Gubernur Melki mengatakan, kontribusi Prof. Dr. Drs. Hikmah, M.Pd., dalam Bidang Teknik Lingkungan dan Penyehatan berdampak nyata bagi peningkatan kesadaran lingkungan di masyarakat.
Hal ini menurutnya, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT untuk menjadikan NTT yang sehat.
Peran beliau lanjut Gubernur Melki, sangat penting untuk memperkuat program edukasi, terutama inovasi dan penerapan prinsip-prinsip teknik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Apresiasi yang sama juga diberikan kepada Prof. Dr. Ir. Arifin Sanusi, M.T. Berkat ketekunannya, ia berhasil menciptakan desain turbin angin baru, sehingga bisa menghasilkan listrik lebih banyak dan efisien.
Selain itu, beliau juga mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah sekam padi menjadi energi, mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar serta merancang pengering ikan bertenaga surya.
“Semua ini bermanfaat langsung untuk memenuhi kebutuhan energi dan meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir NTT.
“Teknologi-teknologi ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTT menjadikan daerah kita sebagai provinsi energi terbarukan. Kita perlu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, dan memanfaatkan potensi surya, angin, panas bumi, serta biomassa,” jelas Melki.
Kepada Prof. Dr. Drs. Petrus Kase, M.Soc.Sc, Gubernur NTT juga mengapresiasi karena telah menghasilkan berbagai penelitian penting, mulai dari kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), strategi pelestarian situs sejarah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, hingga evaluasi beragam kebijakan pemerintah daerah.
“Kepakarannya sangat penting bagi NTT yang memerlukan kebijakan publik tepat sasaran, berbasis data, dan adaptif terhadap tantangan wilayah kepulauan. Melalui riset dan pengajaran, Prof. Petrus memberi kontribusi strategis dalam merumuskan kebijakan yang efektif, berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi desa, dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT, menurut Mantan Anggota DPR RI ini, menempatkan Undana sebagai mitra strategis dalam tiga agenda utama, yakni:
- Penguatan sumber daya manusia – memastikan lulusan perguruan tinggi siap menghadapi tantangan lokal dan global.
- Riset terapan berbasis solusi – menjawab kebutuhan nyata masyarakat, dari desa hingga kota.
- Inovasi yang berkelanjutan – baik dalam teknologi maupun kebijakan, yang bisa diimplementasikan langsung di lapangan.
“Undana punya banyak dampak untuk masyarakat dan pembangunan di NTT ini,” tutur Melki.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT mendorong agar ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kuliah atau jurnal ilmiah.
Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi pada setiap persoalan, dan membuka jalan bagi kemajuan.
Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, dalam sambutannya mengatakan bahwa Universitas Nusa Cendana sejak berdirinya di Tahun 1962, telah mengukuhkan 71 Guru Besar.
Beliau mengapresiasi kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di momen pengukuhan Guru Besar ini.
Menurut dia, ini merupakan bukti nyata dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap para Guru Besar yang dikukuhkan hari ini dan juga kepada Undana Kupang. (red/*)



