Categories Ekbis

Tahun 2025, PPK PAT dan PAB I BBWS NT II Tambah Dua Paket JIAT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Tahun 2025, PPK PAT dan PAB I Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Provinsi Nusa Tenggara Timur ada penambahan dua paket Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan pagu anggaran sebesar Rp 14 miliar.

Dua paket tambahan itu tersebar di daratan Timor, Rote dan Alor dengan total 7 titik, kata Kasatker Air Tanah dan Air Baku BBWS NT II Provinsi NTT, Djoni Doga,S.T melalui PPK PAT dan PAB I BBWS NT II Provinsi NTT, Daud W. Djami,S.T kepada wartawan di Kupang, Kamis (16/10/2025).

Di daratan Timor tersebar di Kota Kupang 1 titik, Kabupaten Malaka 2 titik.

Kabupaten Rote Ndao 2 titik dan Kabupaten Alor 2 titik dengan anggaran masing-masing titik sebesar Rp 2 miliar, ungkap Djami.

Untuk paket JIAT pembangunan baru tahap II ini, lanjut beliau, sudah berjalan sejak pertengahan Agustus 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 dengan sistem kerja sewa kelola.

Mengingat waktunya mepet dan menjelang musim hujan tahun ini, ia akan memberlakukan sistem kerja secara paralel.

“Jadi, kita satu kali kerja sumur bor, pompa air, rumahnya, pagar dan item terkait di dalamnya,” tutur Djami.

Menyinggung progres 12 paket Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dengan pagu anggaran sebesar Rp 37,5 miliar tahap I yang dikerjakannya tahun ini, kata Djami, progres fisiknya rata-rata sudah mencapai 80 persen sama dengan realisasi keuangannya.

Ia yakin, 20 persen fisik yang masih tersisa itu akan tuntas hingga 31 Desember 2025.

12 paket JIAT itu terdiri dari 4 paket pembangunan baru tersebar di 10 titik X Rp 1,5 miliar/titik = Rp 15 miliar.

Sedangkan, untuk rehab 8 paket tersebar di 44 titik X Rp 500 juta/titik = Rp 22 miliar, sebut Djami.

Sepuluh titik pembangunan JIAT baru itu tersebar di Rote 2 titik, Alor 2 titik, Kabupaten Kupang 4 titik, dan Timor Tengah Utara (TTU) 2 titik.

Sementara, 44 titik untuk rehab tersebar di Rote 5 titik, Kabupaten Kupang 10 titik, Timor Tengah Selatan (TTS) 8 titik, Timor Tengah Utara (TTU) 6 titik, Belu 5 titik, Malaka 4 titik, Alor 3 titik, dan Sabu Raijua 3 titik.

Kata Daud, baik pembangunan baru maupun rehab untuk tahap I sudah star dari pertengahan Mei 2025 dan berakhir 31 Desember 2025 semuanya dikerjakan secara sewakelola.

Ini semua, lanjut beliau, untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo di Bidang Ketahanan Pangan.

Seperti diketahui, JIAT adalah sistem irigasi yang memanfaatkan air dari sumber air bawah tanah untuk mengairi lahan pertanian.

Jaringan ini biasanya terdiri dari sumur bor, pompa air, dan saluran distribusi untuk menyalurkan air ke lahan pertanian. (red)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya