KEFAMENANU, NTT PEMBARUAN.id- Tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker Wilayah II BPJN NTT mengerjakan tiga paket jalan nasional.
Hal itu disampaikan PPK 2.4 PJN NTT, Dirmala, S.ST kepada media ini via telepon, Rabu (11/6/2025).
Ketiga paket tersebut masing-masing, pertama, penanganan longsoran ruas jalan Noelelo-Oenaek dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.619.411.000.
Waktu pelaksanaannya sesuai SPMK 20 Maret 2025 sampai 17 Agustus 2025.
Paket yang dikerjakan oleh PT.Ramayana Cipta Perkasa ini, kini sudah mencapai progres fisik 23,11 persen.
Sedangkan, realisasi keuangan atau uang muka sebesar Rp 523.882.000 dari nilai kontrak atau 20 persen.
Kedua, paket preservasi jalan Oepoli – Saenam – Napan dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.162.677.000.
Paket yang dikerjakan oleh PT. Ramayana Cipta Perkasa ini sesuai SPMK dimulai 7 Mei 2025 sampai 31 Desember 2025.
Saat ini, kata Dirmala, realisasi fisik sudah mencapai 18,03 persen dengan realisasi keuangan atau uang muka sebesar Rp 1.432.535.000 atau 20 persen dari nilai kontrak.
Ketiga, paket preservasi jalan SP.Amol – Manamas – Wini dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.669.342.000 dikerjakan oleh PT. Surya Raya Timor.
Sesuai SPMK, lanjut beliau, pekerjaan tersebut dimulai 7 Mei 2025 sampai 31 Desember 2025.
Saat ini, progres fisiknya sudah mencapai 4,16 persen dengan realisasi keuangan sebesar Rp 533.868.000 atau 19,11 persen dari nilai kontrak.
Pada tempat terpisah, Direktur PT.Ramayana Cipta Perkasa, Steven Angkariwang menyatakan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan dalam situasi efisien anggaran tahun ini untuk mendapatkan paket pekerjaan tersebut.
“Kami bersyukur karena dalam situasi efisien anggaran tahun ini, kami dipercaya mendapatkan paket pekerjaan ini,” ujar Steven.
Ia berharap, pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Kedua paket proyek yang dikerjakannya tahun ini diharapkan dapat mengatasi masalah longsoran dan meningkatkan kualitas jalan, yang pada akhirnya akan memperlancar arus transportasi serta meningkatkan perekonomian di wilayah NTT, khususnya daratan Timor. (red)




