SMPN 1 Satarmese: Konsisten Melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis CBT

PELAKSANAAN ujian sekolah Tahun 2022 tingkat SMP se-Kabupaten Manggarai yang dilaksanakan sejak Selasa, 19 April 2022 tingkat SMPN 1 Satarmese berjalan lancar.

Ujian sekolah yang di ikuti 163 peserta didik dengan menggunakan Computer Bases Test (CBT) yang pada hari pertama pelaksanaaannya berjalan lancar.

Ujian bersasis CBT telah dilaksanakan sejak Oktober 2020 dan selama ini telah digunakan dalam berbagai jenis ujian yang diadakan di sekolah, (PTS, PAS dan Ujian Sekolah).

Langkah ini adalah sebagai upaya lembaga SMPN 1 Satarmese mendukung program pemerintah mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada murid. Membiasakan peserta didik untuk memanfaatkan teknologi untuk memudahkan kehidupan.

Kepala SMPN 1 Satarmese, Kornelis Sehadun, S.Ag mengapresiasi kepada seluruh panitia atas terlaksananya kegiatan ujian hari pertama itu tanpa ada hambatan. Kata dia, tidak terlepas dari segala rangkaian persiapan yang baik dari seluruh panitia yang telah menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

Ia berharap, kegiatan hari pertama itu akan tetap dievaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan pada hari-hari yang akan datang.

“Saya berharap peserta didik dapat memperisapkan diri, baik fisik maupun mental agar dapat mengikuti secara penuh rangkaian ujian sekolah baik pengetahuan maupun keterampilan yang jadwalnya telah ditetapkan selama 2 pekan ke depan. Ujian sekolah yang dilaksanakan berbasis CBT juga bertujuan memudahkan peserta didik dalam mengerjakan segala ujian dengan baik. Sehingga mendapatkan hasil yang terbaik pula,” ujar Kornelis

Sementara itu Dimas Triyoga P. Seta, S.Pd.,Gr sebagai helpdesk pada ujian sekolah tersebut menjelaskan bahwa CBT dipilih dengan berbagai pertimbangan agar peserta didik lebih antusias mengikuti ujian.

Secara tidak langsung peserta didik akan diajarkan dan dilatih tentang pengenalan serta pemanfaatan teknologi untuk memudahkan kehidupan.

“Hasil tes akan segera diketahui sendiri oleh peserta ujian di akhir sesi. Menghindari terjadinya kecurangan (nyontek, kerjasama) antar sesama peserta, karena soal yang muncul dibuat acak.”

Selain itu pemanfaatan CBT juga sangat membantu guru dalam menganalisis hasil ujian dari peserta didik, karena kunci jawaban sudah disematkan langsung pada setiap soal yang diujikan, sehingga secara otomatis server akan menghitung perolehan benar dan salah dari jawaban masing-masing user/peserta ujian. Artinya Guru tidak perlu lagi membuang banyak waktu untuk koreksi ujian seperti pada pelaksanaan ujian bersasis kertas. Yang paling penting ujian dengan sistem CBT telah mendorong sekolah menekan pemanfaatan kertas sehingga mendukung program pemerintah go green ramah lingkungan sebagai upaya mengurasi terjadinya pemanasan global, jelasnya.

Salah seorang peserta didik Karina Anita Prima, yang telah mengikuti ujian mengatakan ujian CBT mudah dilaksanakan ketimbang G-Form.

“Kami senang dengan pelaksanaan ujian di sekolah ini karena tetap mengunakan CBT. Ujian CBT mudah dilaksanakan ketimbang G-Form yang telah kami gunakan pada ujian try out 2 minggu lalu. Karena dengan ujian CBT kami langsung mengetahui hasil dari setiap mata pelajaran yang telah kami ikuti. Pemanfaatan komputer, tablet dalam pelaksanaan segala ujian selama ini telah banyak membantu kami dalam mengenal dan memanfaatkan fitur-fitur pembelajaran. Apa lagi di SD kami tidak pernah belajar tentang komputer. Tentunya pengalaman yang kami dapatkan di sini akan membantu kami pada pembelajaran ditingkat selanjutnya,” cetusnya. (fon)

Bagikan