Categories Humaniora

Siswa/i Kelas XI SMKN 2 Welak Amati Komodo di Pulau Rinca

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.id – Siswa-siswi kelas XI Jurusan Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK Negeri 2 Welak melaksanakan kegiatan study tour ke Pulau Rinca dan Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pengelolaan destinasi wisata alam, pelayanan wisata, serta pentingnya konservasi satwa endemik Komodo.

Pulau Rinca dan Pulau Kelor merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Manggarai Barat.

Rombongan siswa yang didampingi Kepala SMK Negeri 2 Welak Mateus Handur, S.Pd., Ketua Program Usaha Layanan Wisata Herasius S. Meyer, S.Par., Gr., Wakasek Kesiswaan Marianus Yuda, S.Pd., Gr., serta pendamping Inosensius Nabut, S.Pd., Gr berangkat dari SMK Negeri 2 Welak menuju Labuan Bajo menggunakan bus sekolah.

Setibanya di Labuan Bajo, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal wisata menuju kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Pulau Rinca.

Dalam perjalanan tersebut, siswa juga mendapat kesempatan mempraktikkan sejumlah materi yang telah dipelajari di sekolah, khususnya terkait guiding dan pengelolaan perjalanan wisata. Mereka belajar melakukan pendataan peserta, memastikan jumlah wisatawan, serta memahami alur pelayanan selama perjalanan.

Setibanya di Pulau Rinca, rombongan didampingi local guide dan petugas Taman Nasional Komodo. Sebelum melakukan observasi, siswa mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan dan aturan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan konservasi.

Dengan didampingi pemandu dan petugas, siswa kemudian menyusuri jalur trekking untuk mengamati komodo dan satwa lain yang hidup di kawasan tersebut, di antaranya rusa dan kerbau liar.

Selain mengamati satwa, siswa juga melihat secara langsung berbagai fasilitas pendukung pariwisata, seperti pusat informasi, toilet, serta dermaga.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai peran seorang pemandu wisata dalam memberikan informasi kepada wisatawan sekaligus memastikan kegiatan wisata berlangsung aman dan tertib.

Salah seorang siswa, Septianus Lotor, mengatakan kegiatan study tour tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi siswa Jurusan ULW.

Menurutnya, siswa dapat melihat secara langsung kehidupan komodo serta memahami bagaimana seorang guide memberikan informasi kepada wisatawan mengenai satwa endemik tersebut.

“Kegiatan study tour hari ini sangat bermanfaat bagi kami siswa dan siswi SMK Negeri 2 Welak. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan karena bisa mengobservasi secara langsung kehidupan komodo di Taman Nasional Komodo,” ujar Septianus.

Ia menambahkan, selama berada di Pulau Rinca, siswa juga mempelajari berbagai informasi mengenai kehidupan, populasi, dan perilaku komodo.

Salah satu hal yang menarik perhatian siswa, kata dia, adalah kemampuan komodo berkamuflase ketika memburu mangsanya. Selain itu, siswa juga berkesempatan bertemu dengan sejumlah wisatawan mancanegara.

Persiapan Menghadapi Praktik Kerja Lapangan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Welak, Marianus Yuda, S.Pd., Gr., yang turut mendampingi rombongan, mengatakan pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Menurutnya, study tour tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di sekolah ke dalam situasi nyata di lapangan.

“Pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas. Kegiatan study tour ke Pulau Rinca dan Pulau Kelor bertujuan mengaplikasikan teori-teori mata pelajaran yang sudah didapatkan siswa di sekolah,” jelas Marianus.

Ia mengatakan, melalui kegiatan tersebut siswa dapat mengamati secara langsung kehidupan komodo dan satwa mangsanya, seperti rusa, kerbau, dan babi hutan di kawasan Loh Buaya, Pulau Rinca.

Pengamatan tersebut, lanjutnya, membantu siswa memahami perilaku dan kemampuan adaptasi komodo di habitat alaminya sekaligus mengenal peran petugas konservasi dalam menjaga kelangsungan hidup satwa endemik tersebut.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan keterampilan siswa sebelum melaksanakan Praktik Kerja Lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Welak, Mateus Handur, S.Pd., mengatakan kegiatan study tour menjadi salah satu cara untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual.

Menurutnya, pemahaman yang diperoleh siswa di dalam kelas akan menjadi lebih bermakna ketika mereka dapat menyaksikan dan mempraktikkannya secara langsung di lapangan.

“Kegiatan study tour di Pulau Rinca dan Pulau Kelor membuktikan bahwa pemahaman teori di sekolah menjadi jauh lebih hidup dan bermakna ketika disaksikan secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan serta melatih keterampilan observasi.

“Dengan kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami aspek kognitif atau pengetahuan, tetapi juga aspek afektif berupa kepedulian terhadap lingkungan dan aspek psikomotorik melalui keterampilan observasi langsung di lapangan,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap siswa  semakin memahami dunia kerja di bidang pariwisata, memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pemanduan wisata, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya