Categories Daerah

Lomba Kebersihan, 10 Kelurahan di Kupang Terima Bonus

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengapresiasi kiprah Komunitas Beta Bersih (KBB) yang selama dua tahun terakhir turut menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kupang.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Penyerahan Hadiah Lomba Kebersihan kepada Para Lurah di Shoto-Kai Resto & Cafe, Sikumana, Selasa (15/9/2026).

Turut hadir Anggota DPD RI Dapil NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto; Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT, Ir. Theodorus Widodo; Ketua Satgas Lomba Kebersihan Antarkelurahan, Irsan Dardana; Sekretaris Satgas, F.X. Endru Lie; Ketua Komunitas Peduli Lubang Jalan (Kopelanku), Daniel Para; Pemilik Shoto-Kai Resto & Cafe, Fransiskus Fernando; Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Matheos A.H.T. Maahury, S.E.; para dewan juri lomba; serta para lurah penerima hadiah lomba kebersihan.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan kebersihan di Kota Kupang.

Menurutnya, Komunitas Beta Bersih menjadi contoh nyata bahwa persoalan kota dapat diatasi melalui kolaborasi. Kota Kupang, katanya, bukan hanya milik pemerintah, tetapi merupakan rumah bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Komunitas Beta Bersih adalah contoh nyata bahwa dengan kolaborasi kita bisa melalui banyak hambatan, rintangan dan tantangan. Kota Kupang bukan milik satu orang atau milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang adalah rumah bersama,” ujar dr. Christian Widodo.

Ia mengapresiasi komunitas yang bergerak tanpa harus menunggu pemerintah, termasuk menginisiasi lomba kebersihan antarkelurahan dan memotivasi masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Komunitas Beta Bersih ini tidak pernah bertanya apa yang negara kasih kepada kita, tetapi apa yang bisa kita kasih duluan kepada negara,” katanya.

Wali Kota kemudian mengibaratkan Komunitas Beta Bersih seperti sebuah kapal yang tidak dibuat untuk terus bersandar di dermaga, tetapi untuk berlayar dan menghadapi berbagai tantangan.

“Komunitas Beta Bersih ini dibuat untuk berdampak bagi lingkungan sekitar, membelah lautan masalah yang ada di Kota Kupang,” ungkapnya.

Kepada para lurah penerima penghargaan, Wali Kota menyampaikan selamat sekaligus mengingatkan bahwa predikat juara membawa tanggung jawab yang lebih besar. Ia meminta kebersihan tidak hanya dijaga ketika penilaian berlangsung, tetapi dipertahankan hingga menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat.

“Juara sejati bukan hanya mampu menjaga kebersihan saat dinilai, tetapi mampu menjaga kebersihan sampai menjadi budaya dan kebiasaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kelurahan dalam menjaga kebersihan bukan hasil kerja lurah seorang diri, melainkan kerja bersama staf kelurahan, RT/RW, petugas dan masyarakat.

“Tidak ada Superman, yang ada superteam. Saya percaya pasti di balik kalian ada staf kelurahan, ada petugas RT, RW dan masyarakat. Sampaikan salam dan ucapan terima kasih saya kepada mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa membangun kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga membangun manusia dan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, kota yang maju tidak cukup hanya ditandai dengan gedung tinggi, jalan yang baik dan infrastruktur yang megah. Kesadaran masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga lingkungan juga merupakan bagian penting dari pembangunan.

“Satu selokan yang tidak lagi dipenuhi sampah, satu pekarangan yang selalu dibersihkan, satu pohon yang ditanam, satu warga yang sadar bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Itu adalah pembangunan sebuah kota,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengusulkan agar lomba kebersihan pada tahun-tahun mendatang tidak hanya memberikan penghargaan berdasarkan nilai tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan peningkatan capaian setiap kelurahan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bukan hanya tentang siapa yang paling tinggi, tetapi siapa yang meningkat paling banyak,” katanya.

Selain kategori peningkatan terbaik, Wali Kota mengusulkan sejumlah kategori tambahan, seperti kelurahan terhijau, kelurahan dengan partisipasi masyarakat terbanyak, serta kelurahan dengan drainase atau selokan paling bersih.

Dalam lomba kebersihan antarkelurahan tersebut, Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil meraih Juara 1, disusul Kelurahan Oepura sebagai Juara 2 dan Kelurahan Liliba sebagai Juara 3.

Sementara itu, Kelurahan Oebufu meraih Harapan 1, Kelurahan Batuplat sebagai Harapan 2, dan Kelurahan Naikoten 1 sebagai Harapan 3.

Untuk peringkat berikutnya, Kelurahan Nefonaek menempati Peringkat 7, Kelurahan Merdeka Peringkat 8, Kelurahan Oesapa Barat Peringkat 9, dan Kelurahan Bonipoi Peringkat 10.

Wali Kota berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kelurahan untuk terus menjaga kebersihan dan meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Terima kasih sekali lagi. Selamat untuk semua,” pungkasnya. (ris)

OLEH

Selalu update berita terbaru kami di Google News dan What's App.

KUPANG Ramalan Cuaca

Berita Lainnya