KUPANG, NTT PEMBARUAN.id – Kepala UPTD SMP Negeri 5 Kupang, Ferderik Mira Tade,S.Pd mengaku, sempat menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (23/7/2025) karena trauma kejadian sehari sebelumnya, Selasa (22/7/2025) di SMP Negeri 8 Kupang dimana ratusan siswanya menderita keracunan setelah konsumsi MBG.
“Kami hanya tolak satu hari saja, dan saat ini kembali berjalan normal. Jadi, setiap hari, saya harus tes dulu makanannya sebelum anak-anak makan. Setelah dipastikan aman baru dibagikan ke anak-anak dibawa pengawasan wali kelas masing-masing,” kata Kepala UPTD SMP Negeri 5 Kupang, Ferderik Mira Tade,S.Pd kepada wartawan di sekolahnya, Senin (28/7/2025).
Pada hari Kamis (24/7/2025) dan Jumat (25/7/2025) dibagikan lagi MBG kepada siswa dan hasilnya sebanyak 702 siswa yang memakan MBG tersebut.
Kemudian, lanjutnya di hari Senin, 28 Juli 2025 dibagi lagi MBG kepada siswa dan jumlah penerimanya meningkat menjadi 950 siswa.
“Hari ini, Senin (28/7/2025) jumlahnya sudah 950 orang yang makan, sisanya sekitar 100 orang masih menolak makan,” ujarnya.
Ia menduga, penolakan ini berdasarkan trauma dengan keracunan yang dialami siswa SMP Negeri 8 Kupang dan beberapa sekolah lain yang ada di NTT.
“Penolakan diduga karena mereka trauma, terutama karena dapur yang sama digunakan di SMP lain, walau penyebab pastinya belum diketahui dan masih menunggu pembuktian dari pihak berwenang,” kata Ferderik.
Ferderik memastikan penyedia makanan juga sudah minta maaf dan mereka terbuka soal penggantian makanan jika ada masalah.
Dari sisi sekolah, pihaknya memperbaiki prosedur, seperti kepala sekolah mencicipi makanan dulu sebelum dibagikan ke siswa, untuk meminimalisir kejadian serupa. (red)



